Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, api semangat menulis masih menyala terang, menarikan pena melukiskan cerita kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2013

4 Cara Agar Toko Online Laris

Memang tak bisa dipungkiri, bahwa sekarang ini zaman sudah jauh berubah. Dunia sudah menjadi lebih flat. Teknologi informasi berkembang demikian canggih. Komunikasi di berbagai belahan dunia manapun, bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Perdagangan konvensional semakin tidak relevan. Kini, perdagangan tak harus dilakukan dengan bertemu langsung, cukup dilakukan dengan kesepakatan jarak jauh. Maka tak heran jika sekarang banyak sekali di jumpai toko-toko online bukan?


Bagi mereka yang mencoba terjun ke jual beli online, ada banyak yang harus diperhatikan supaya barang yang dijual laris manis di pasaran. Penjual harus memiliki strategi jitu supaya segera mendapat kepercayaan dari calon pembeli. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di luar sana cukup banyak penjual palsu yang secara tidak langsung bisa menurunkan tingkat kepercayaan calon pembeli kepada penjual online yang sebenarnya jujur. Butuh waktu kawan, kepercayaan itu ada masanya. InsyaAllah.

Setelah menekuni bisnis jual buku secara online hampir setahun yang lalu (seperti yang pernah saya bahas disini), cukup banyak pengalaman yang saya dapatkan. Alhamdulillah setelah hampir satu tahun ini, toko buku online Hanan sudah melewati masa death valley. Mengenai detah valley ini, ingin saya membahasnya pada tulisan berikutnya atau kesempatan yang lainnya.

Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi pengalaman bagaimana caranya meraih kepercayaan dari konsumen berbekal toko online. Semoga ini bisa bermanfaat bagi kawan semua yang ingin berjualan secara online.

1. Membuat Website Toko
Bisa dibilang website toko adalah indikasi dari sebuah keseriusan dari usaha online. Saya ambil contoh, anda ingin menjual pakaian. Mungkin pada awalnya anda menjual via BBM atau twitter atau facebook, tetapi ketika pembeli ingin melihat katalog lengkap dari barang yang anda jual, maka saya jamin akan sedikit kesulitan. Ini berbeda jika kita memiliki website toko. Kita bisa memajang seluruh barang dagangan kita di website itu. InsyaAllah dengan begini, pembeli bisa memilah-milah sendiri, mana barang yang hendak dibeli. 

Yang yang penting juga dari website toko online adalah menggunakan domain berbayar. Hal ini menunjukkan bahwa kita serius dalam berbisnis online. InsyaAllah calon pembeli juga akan berpikir ke arah situ.

2. Memanfaatkan Sosial Media
Setelah membuat website toko, kita perlu menggencarkan promosi menggunakan sosial media yang ada. Buat akun yang aktif di berbagai sosial media seperti facebook dan twitter. Pastikan sosial media ini aktif setiap hari. Ini  akan menunjukkan keseriusan dari penjualan online.

3. Mudahkan Pembeli
Jangan membuat pembeli merasa ribet. Usahakan cari cara termudah bagi pembeli untuk belanja di toko kita. Banyak diantara toko online mensyaratkan calon pembeli untuk mengisi biodata. Menurut saya ini terkesan agak ribet. Kalau bisa membeli dengan cara termudah, kenapa harus dipersulit. Lebih baik mana, 'pembeli yang dipersulit dan penjual merasa mudah' atau 'penjual ribet, tapi pembeli merasa dipermudah' ?.

4. Profesional Melayani Pembeli
Ketika ada pembeli yang sedang memesan barang ke kita, pastinya kita melayaninya dengan semangat  dan sepenuh hati. Walapun terkadang pada saat itu kita mengalami kerugian, pastikan kita tetap melayaninya dengan baik. Karena tidak jarang, pembeli ini menjadi alat promosi terbaik bagi kita.

5. Jujur
Pernah suatu ketika saya salah dalam memberikan informasi mengenai ongkos kirim. Sehingga saya menjadi rugi karenanya. Tetapi saya berusaha tetap melayani semaksimal mungkin. Bisa jadi saya rugi hari ini, tetapi tetap rezeki saya sudah diatur oleh Allah. Jujur katakan apa yang sedang terjadi kepada konsumen, ini yang akan merekatkan tali kepercayaan.

0. Berdoa kepada Allah, Sang Pemberi Rezeki
Sengaja saya memberikan nomor satu pada point terakhir ini, karena saya anggap ini poin terpenting bagaimana cara agar toko online kita laris. Sehebat apapun strategi kita untuk berbisnis, jika itu tak dibarengi dengan kehendak Allah, maka mustahil hal itu akan terjadi. Tugas kita adalah bagaimana menyelaraskan kehendak Allah dengan keinginan dan cita-cita kita.

Demikian sedikit tips, semoga bermanfaat. Salam inspirasi coffee.
 


Rabu, 10 April 2013

1 Meraih Motivasi Melalui Membaca Buku

Untuk tetap bisa bertahan dan istiqomah menjadi pengusaha memang tidak mudah. Harus ada orang-orang terdekat yang menyuntikkan motivasi. Ketika bekerja sendiri, kita akan mudah sekali futur. Dan jika semangat sedang drop, maka sangat bisa berimbas terhadap keberlangsungan usaha. Dan inilah bahayanya. Semenjak membuka toko buku Hanan beberapa bulan yang lalu, saya dan istri mencoba untuk tetap menjaga semangat dan motivasi. Maka jika anda membaca status-status dari Page FB Sahabat Buku Hanan, maka akan ditemui begitu banyak sharing mengenai motivasi. Sebenarnya kata-kata motivasi itu ditujukan untuk diri kami sendiri, namun tak mengapa terbaca juga oleh pengunjung FB. Semoga saling memberi manfaat.

Suntikkan motivasi bisa didapatkan dari mana saja. Saya sendiri suka membaca buku atau blog yang membahas tentang entrepreneurship. Saya banyak mendapatkan motivasi untuk menjadi entrepeneur melalui situs Gerai Dinar. Meski merupakan situs untuk mengenalkan Dinar dan Dirham kepada masyarakat, tetapi situs ini banyak sekali memuat tulisan mengenai pengembangan diri dan entrepreneurship. Tulisan-tulisannya juga telah banyak meracuni cara berpikir saya. Dan dari sana juga, keinginan untuk berwirausaha muncul kemudian tumbuh menjadi liar.

Minggu kemarin saya berkesempatan liburan ke kampung halaman. Ketika berkunjung ke rumah kakak perempuan saya, ternyata ada beberapa buku tentang entrepreneurship yang sangat menarik perhatian saya. Maklum, kakak ipar saya akhir-akhir ini juga sangat menggebu-nggebu ingin menjadi usahawan. Dia banyak membeli dan memborong buku-buku bertema usaha dari toko buku. Dari banyak buku yang dia koleksi, sepertinya tidak semua buku menarik perhatian saya. Hanya ada 3 buku saja yang akhirnya saya pinjam untuk dibaca. Buku pertama yang saya baca hasil pinjaman kakak ipar adalah buku 'Everyone can become a Successful Entrepreneur' karya M.Suyanto.

everyone can become a successful entrepreneur


Saya baru tahu buku ini yaa dari koleksi buku kakak ipar saya. Meski tidak terkenal (minimal tidak dikenal oleh saya), tapi buku ini sangat menginspirasi. Penulis buku ini menceritakan pengalaman hidupnya yang penuh dengan pembelajaran. Penulis buku ini adalah M.Suyanto. Dia adalah pendiri Amikom Jogjakarta dan Primagama. Pak Yanto (biasa beliau disapa) membeberkan pengalaman bagaimana dia memulai mendirikan bimbingan belajar Primagama di sebuah kontrakan rumah yang sangat sederhana. Awal mula jumlah peserta bimbingan hanya 2 orang saja. Namun untuk memperlihatkan bahwa proses belajar dan mengajar hidup, maka beliau mengratiskan 3 orang tetangganya untuk ikut bimbingan les secara gratis. Syaratnya adalah hanya membawa motor. Sehingga diharapkan, dari depan jalan bisa terlihat ada aktifitas di dalamnya, ada beberapa motor yang terparkit di depan rumah itu. Melalui proses kerja keras dan inovasi, kitapun tahu apa dan bagaimana akhirnya bimbel Primagama sekarang?

Tak berbeda dengan perguruan tinggi Amikom Jogjakarta. Slogannya juga sudah sangat kita kenal 'Tempat Kuliah Orang Berdasi'. Amikom ternyata juga dimulai dengan sebuah awal yang memprihatinkan. Jumlah mahasiswa pada saat awal mula perguruan tinggi berdiri hanya 32 orang. Dengan kondisi gedung yang sungguh memprihatinkan (mirip kost-kostan). Maka tak heran ada seorang pelawak terkenal negeri ini yang pernah membuat semacam istilah untuk AMIKOM yaitu Akademi Mirip Kost-kostan. Tapi kita juga tidak lupa bagaimana kondisi dan status Amikom sekarang?. Salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Jogja.

Bagi saya, cerita seorang pengusaha yang membagi pengalaman hidupnya menuju kesuksesan sangatlah menarik dan tentu saja akan memberikan inspirasi. Bagaimana beratnya awal-awal perjuangan dalam membangun usaha, disitulah seninya. Bagi saya, menjadi pengusaha itu tidak mudah, tapi BISA dilakukan oleh semua orang. Saya setuju dengan judul buku ini, bahwa setiap orang bisa menjadi pengusaha sukses. Aamiin.

Jumat, 11 Januari 2013

13 Tips Memilih Bisnis

Sebenarnya saya tidak cocok memberikan sharing mengenai bisnis. Apalagi bagi saya yang baru seumur jagung menekuni dalam dunia bisnis meskipun masih part time. Rupanya sindiran mas Ippho Santosa di bukunya 7 Keajaiban Rejeki masih saja bergentayangan di dalam pikiranku. Keinginan berentrepreneurpun semakin meletup hebat. Tak perlu waktu yang lama, saat itu saya berpikiran harus memiliki usaha. Saat itu saya berdiskusi dengan istri, usaha apa yang paling cocok untuk dikerjakan dimana tak perlu waktu penuh untuk menjalaninya. Maka terciptalah : Toko Buku Diskon Online Hanan.

Memilih usaha toko buku bukan hanya sekedar punya bisnis. Tetapi ada banyak motif yang melatarinya. Saya adalah seorang yang mencintai buku, suka membaca dan menulis. Maka buku sudah menjadi hal yang sangat dekat dalam kehidupan saya. Begitu pula dengan istri saya. Dia merasa kesulitan mendapatkan buku-buku yang berkualitas di daerah Magetan. Dan kami melihat, buku adalah gudang ilmu, dan ilmu akan memantapkan iman. Jadi bagi kami, bisnis bukan hanya sekedar mencari untung, tetapi lebih mencari barakah dari Allah.

Sebelum bidang perbukuan ini, sebenarnya ada perdebatan cukup menarik antara saya dan istri tentang bidang usaha yang ingin kita geluti. Mulai dari jilbab, baju anak, sekolah, hingga bisnis tas kerja/sekolah. Bahkan pernah terbesit ingin membuka usaha buku komik. Namun, sekali lagi, kami ingin memilih barakah Allah daripada sekedar untung dunia. Kami tak ingin memilih usaha yang 'melalaikan' daripada mengingat Allah.

6 Bulan kami menjalani bisnis ini, progrees menunjukkan tanda-tanda kenaikan. Tetapi tentu kami masih belum keluar dari 'death valley'. Mohon doa-nya bagi kami untuk bisa bertahan dan keluar dari 'lembah kematian' bagi seorang pengusaha.

Kami memang belum bisa dikatakan sukses. Keluar dari death valley pun kami belum. Tapi kami yakin bisa melampauinya. Maka kali ini saya hanya ingin sharing tentang beberapa tips dalam memilih bidang bisnis.

  • Usahakan bisnis tersebut seiring dan sejalan dengan keinginan Allah. Jangan memilih bisnis ribawi dan yang melalaikan.
  • Pilih usaha yang masih 'hijau'. Artinya pada daerah itu, belum ada orang lain yang bergelut di dalamnya. Dalam dunia usaha, ini disebut dengan zona hijau.
  • Kalau memang kita ingin memilih usaha yang sudah ada di pasaran, maka buat keunikan yang bisa membedakan. Kalau di tempat itu sudah ada penjual soto, dan kita ingin menjual soto, maka bikin keunikan rasa, atau tambahan menu di dalamnya. Seperti halnya Toko Buku Hanan, mungkin banyak sekali toko buku online, tetapi saya memiliki keunikan tentang 'gaya bercerita', tak hanya sekedar memampangkan dagangan. Karena dalam dunia online, the content is the king.
Demikian tips dari orang awam yang baru belajar bisnis. ^_^. Bukan menggurui, tapi berbagi pengalaman. Semoga bermanfaat.

Rabu, 05 September 2012

9 Masa Depan Bisnis Anime Naruto

Saat itu senja tengah membungkus kota. Sinar mentari yang teduh, menemani wajah-wajah lelah pekerja dan pemburu ilmu yang pulang dari aktifitas harian mereka masing-masing. Saya hanya berpikir, pasti mereka sedang berebutan dengan para pengguna jalan yang lain. Saling berlomba memburu waktu, merasa diri yang paling penting untuk menggunakan jalan. Seakan-akan ada sesuatu hal yang sangat penting atau orang yang sangat penting sedang menunggu mereka di rumah, tak mau menunggu barang beberapa menitpun. Ah, saya tak peduli dengan itu. Saat itu, saya tengah duduk santai di kantor sambil menatap lamat-lamat kotak persegi yang bersinar lembut di depan saya. Sesekali jari-jari saya menekan-nekan tombol keyboard tut..tut.. tut.., dan tak jarang kemudian teriring dengan senyuman simpul. Setelah lelah memutar otak sepanjang hari, mencoba merefreshkan pikiran dengan melihat beberapa status teman dari beberapa sosial media adalah sebuah pilihan yang menggiurkan.

Ditemani dengan beberapa sorot mentari senja yang menerobot sela-sela tirai jendela, saya lihat ada beberapa rekan yang masih duduk di kursinya. Pikir saya, pasti mereka seperti saya. Menunggu sampai jalanan lebih sepi untuk bisa santai berkendara pulang menuju rumah. Di suasana senja seperti ini, biasanya ada hal yang sering dibicarakan untuk menghangatkan suasana. Membincang tentang kegemaran adalah salah satunya. Tiba-tiba saja celetukan datang dari teman sebelah,

"Saya jadi penasaran, bagaimana ya akhir kisah Naruto?. Ceritanya sudah semakin melebar nih!"

"Kalau tidak segera ditamatkan, nanti keburu meninggal orangnya", lanjut dia.

Saya hanya tersenyum mendengar celotehan jujur teman saya itu. Memang sih, semenjak gempa besar yang melanda negara Jepang beberapa waktu yang lalu, para penggemar Naruto dan anime yang lain tentu saja khawatir jika pengarangnya meninggal dunia. Ceritanya akan berhenti di tengah jalan tanpa adanya ending. Kalaupun ceritanya diteruskan oleh komikus/mangaka lain, maka saya jamin ceritanya akan hancur dan mungkin saja tidak sesuai dengan tema. Namun syukurlah, gempa besar yang terjadi di Jepang beberapa waktu yang lalu, tidak menewaskan pengarang komik Naruto, Masashi Kishimoto ^_^.

anime Naruto


Kita tentu sedikit banyak mengamati bagaimana anime telah menjadi sebuah bisnis dunia yang menjanjikan. Dari sebuah komik yang dikarang oleh seorang mangaka, bisnis bisa kemudian dilanjutkan menjadi sebuah karya anime. Di dalam sebuah anime, tentu akan semakin melibatkan lebih banyak pihak. Seperti pengisi suara, soundtrack lagu (semisal Toshiro Masuda), desain animasi dan masih banyak yang lain. Dan bahkan tak jarang juga sebuah anime yang bagus akan berlanjut menjadi sebuah film dorama (semisal Death Note, dan tahun 2012 ini menyusul Film Himura Kenshin). Bisnispun akan semakin berkembang lagi.

Kalau mengamati beberapa anime (tentu yang berangkat dari sebuah manga) yang saya tonton, memang ada pembagian khusus dari jenis anime-anime tersebut. Ada anime yang memang didesain akan berakhir pada puluhan episode, namun ada pula anime yang dibuat untuk durasi waktu yang panjang. Beberapa contoh anime dengan episode yang sedikit misalnya : Death Note, Kekkaishi, Shulato, Soul Eater, Rurouni Kenshin dan masih banyak yang lain. Sedangkan beberapa anime dengan durasi yang sangat panjang yang bahkan sekarangpun masih belum selesai misalnya : Naruto, Bleach, dan One Piece. Anime-anime ini telah menjadi bisnis yang cukup tangguh di jepang (tentu untuk skala tertentu) karena banyaknya penggemar yang menggurita di pesolok dunia.

Saya pun menjadi agak kurang sependapat jika Naruto musti segera ditamatkan. Karena selain cerita Naruto ini unik dan selalu membikin penasaran, anime ini juga menanggung hajat hidup orang banyak. Semisal saja pengisi suara anime. Beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah video Youtube yang memperlihatkan bagaimana pengisi suara asli Naruto menjadi terkenal. Namanya Junko Takeuchi.

junko takeuchi


Dengan suara khas 'Naruto'nya, dia seringkali diundang di televisi-televisi Jepang bahkan juga sering diundang ke manca negara. Mengisi suara untuk anime telah menjadi pekerjaan yang cukup safe bagi Junko Takeuchi. Kalau ditilik perjalanan Naruto dari tahun 2002 sampai sekarang, maka sudah 10 tahun dia bekerja menjadi pengisi suara Naruto. Sebuah pekerjaan unik, namun berpenghasilan wuah.

Kalau saya pribadi lebih menyukai cerita Naruto yang panjang sampai dia bisa menjadi Hokage. Namun perlu diperhatikan juga bagaimana alur cerita sehingga tidak terkesan dipaksakan. Itu sih pendapat saya, kalau pendapatmu bagaimana kawan?


Rabu, 11 Juli 2012

39 Ingin Buka Toko Online

"Saya ingin punya bisnis!!"

Wah, rasanya terdengar mantab yah? Apalagi bila dalam penulisannya memakai huruf tebal ditambah dengan penekanan 2 buah tanda seru.
 
Sebenarnya hal ini masih merupakan imbas dari pengalaman saya dalam membaca buku karya Ippho Santosa berjudul 7 Keajaiban Rejeki. Maka tidak terlalu berlebihan bila saya menggunakan kata brainwash atau brainstorming.
 
Yah.. akibat membaca buku tersebut rasanya saya ingin sekali segera memulai menjalankan bisnis. Pun bila itu ternyata hanya sebuah bisnis berskala kecil. Karena berdasar saran dari beberapa pakar bisnis, bahwa memulai bisnis itu hendaknya dimulai dari yang kecil saja dulu, karena bisnis yang kecil akan memiliki resiko yang kecil juga. Bila kita sudah mampu mengelola dengan baik, maka dapat dilanjutkan dengan merambah ke skala yang lebih besar.

Tadi malam istri bercerita kalau kemarin dia sudah bertanya-tanya tentang bisnis kepada salah satu rekan kerjanya yang juga seorang enterpreneur. Istri menceritakan bagaimana pengalaman usaha rekan kerjanya tersebut dalam membangun bisnis mulai dari nol. Apa saja yang harus disiapkan dan dilakukan jika ingin menjadi seorang pebisnis. Dan yang paling menarik adalah bagaimana resiko yang harus siap kita hadapi jika kita akan terjun di ladang bisnis.

Sebenarnya saya ingin memulai bisnis online. Saya ingin punya toko online. Ada cukup banyak alasan sih kenapa memilih toko online (meskipun pada dasarnya saya juga ingin punya toko offline ). Mungkin beberapa alasan berikut yang membuat saya ingin merambah bisnis online dahulu sebagai langkah awal :

1. Tidak Perlu Menyewa Tempat yang Mahal

Kemarin istri menanyakan harga sewa sebuah kios di jalan dekat SD tempat istri saya mengajar. Harganya 10 juta per tahun. Wiihh mahhaaaall. Artinya per bulan harganya 800 ribu-an. Sehingga jika kita punya usaha dengan menyewa kios itu, maka profit harus mencapai lebih dari harga sewa tersebut. Itu belum kalau kita mempekerjakan karyawan penunggu toko. Hemm ini sangat berat untuk pebisnis awal seperti saya. 

2. Hanya Perlu Membuat Website Sebagai Alamat Toko

Selama ini saya sudah cukup sering mengotak-atik template blogspot, sehingga sedikit banyak mengerti bagaimana mendesain website. Apalagi kemarin sudah belajar mengenai penggunaan firebug :). Tapi kalau tidak mau bikin website, yaa kita jualan lewat sosial media seperti facebook dan twitter saja. 

3. Dapat Dikerjakan Secara Sambilan.

Yah memang saat ini saya bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan, jadi sebisa mungkin saya mencari bisnis yang tidak perlu penanganan langsung face to face. Dan bisnis toko online, cukup bisa dijalankan di sela-sela kesibukan kita bekerja.

Hemm mungkin cukup segitu saja sharing saya kali ini. Semoga cukup bisa menginspirasi teman-teman, bahwa saat ini ladang bisnis online begitu terbuka. Orang sekarang sudah sangat paham dengan internet dan insyaAllah kedepan akan semakin paham. Jika istri/saudara kita memiliki kemampuan dalam membuat barang 'home made', yaa.. kenapa tidak kita jualkan saja lewat online?. Masih terngiang-ngiang dalam pikiran saya, bahwa 9 dari 10 pintu rejeki ada dalam perdagangan. Dan bisnis toko online adalah langkah awal yang cukup baik bagi pemula seperti saya dan istri. Doakan sukses ya kawan!!

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates