Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, api semangat menulis masih menyala terang, menarikan pena melukiskan cerita kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 November 2019

2 Daftar Anime Terbaik 2019

Berikut ini adalah anime-anime terbaik yang saya ikuti sepanjang tahun 2019 ini. Sebagian diantaranya mungkin adalah anime favorit teman-teman semua. Saya akan urutkan dari anime yang cukup bagus hingga yang paling istimewa yang menduduki peringkat pertama. Tak perlu berlama-lama, berikut ini adalah daftarnya. Check this out.

Anime Terbaik Tahun 2019

5. Black Clover

Peringkat nomor 5 adalah anime berjudul Black Clover. Mengisahkan anak bernama Asta yang hidup di dunia dimana kemampuan dan kekuatan sihir itu menjadi hal yang biasa. Namun takdir berkata lain, Asta sama sekali tidak memiliki bakat sihir sedikitpun di dalam tubuhnya. Padahal mayoritas manusia di dunia black clover pasti memiliki sihir. Meskipun begitu, Asta sejak kecil bercita-cita ingin menjadi seorang Kaisar Sihir. Kaisar Sihir adalah orang yang paling kuat dan dihormati di dunia black clover. Ia adalah pemimpin dari para ksatria sihir yang bertugas untuk melindungi kerajaan clover.

Anime Terbaik Black Clover
Black Clover

Di anime ini kembali kita ditunjukkan pertarungan antara bakat alami dan kerja keras. Asta yang tak punya bakat sedikitpun tentang sihir ingin menjadi seorang kaisar sihir. Di sisi lain, sahabatnya yaitu Yuno memiliki bakat yang luar biasa dalam hal sihir. Mereka berdua menjadi rival abadi dan sama-sama ingin menjadi sosok tertinggi dalam tingkatan ksatria sihir yang dikagumi oleh seluruh penduduk negeri kerajaan Clover. Cerita semakin menarik ketika Asta tiba-tiba mendapatkan pedang anti sihir. Ia tak punya bakat sihir, tapi bisa mengalahkan musuh-musuhnya dengan pedang anti sihir.


Nomor 4 : Kimetsu no Yaiba

Peringkat 4 saya berikan ke anime Kimetsu no Yaiba. Bercerita tentang petualangan seorang anak bernama Kamado Tanjirou dalam membasmi iblis (Oni). Cerita berawal ketika keluarganya dibantai oleh Oni yang menewaskan hampir seluruh keluarganya. Yang tersisa adalah adiknya yang bernama Nezuko yang sudah berubah menjadi iblis Oni. Demi ingin menyelamatkan Nezuko yang kini berubah menjadi Oni, takdir membawa Tanjirou menjadi seorang pendekar pemburu iblis dan bertekad ingin mengembalikan Nezuko menjadi manusia kembali.

Anime terbaik Kimetsu no Yaiba
Kimetsu no Yaiba

Untuk menjadi pendekar pemburu iblis, Tanjirou berguru kepada Urokodaki Sakonji setelah mendapat petunjuk dari Tomioka Giyu (seorang pendekar pemburu iblis yang hampir salah paham ingin membunuh adiknya yang berubah menjadi Oni). Setelah menguasai 10 jurus water style yang diajarkan oleh Urokodaki, perjalanan Tanjirou memburu sang raja iblis Kibutsuji Muzan dimulai. Muzan adalah makhluk yang paling bertanggung jawab atas perubahan wujud adiknya yang kini menjadi Oni.


Nomor 3 : Boku no Hero Academia

Peringkat ketiga saya berikan pada anime berjudul Boku no Hero Academia. Bercerita tentang seorang anak bernama Midoriya Izuku atau biasa dipanggil Deku yang tak memiliki bakat kekuatan atau disebut Quirk. Namun takdir menggiringnya bertemu dengan pahlawan nomor satu bernama All Might. Karena kondisi fisiknya yang semakin melemah, All Might kemudian menurunkan kekuatannya kepada Deku. Deku yang awalnya tak memiliki bakat Quirk apapun, kini berubah menjadi bocah yang memiliki potensi menjadi pahlawan super nomor 1 dunia.

Anime terbaik Boku no Hero Academia
Boku no Hero Academia

Masalah terjadi saat tubuhnya tak bisa menerima langsung kekuatan All Might. Maka proses bertahap dalam menerima kekuatan All Might ini menjadikan cerita anime ini semakin menarik. Belum termasuk ketika ia harus berhadapan dengan aliansi penjahat yang berusaha untuk menguasai dunia.


Nomor 2 : DR. Stone

Peringkat dua jatuh pada anime berjudul DR. Stone. Anime ini pertama kali rilis pada bulan Juli 2019. Bercerita tentang seorang bocah super jenius bernama Senku Ishigami yang sangat tertarik dengan dunia sains atau ilmu pengetahuan. Namun tiba-tiba saja tanpa ada sebab musabab, kejadian aneh terjadi. Sebuah cahaya yang sangat terang tiba-tiba menyinari bumi dan mengakibatkan seluruh manusia tanpa kecuali yang berada di bumi berubah menjadi batu. Kehidupan modern langsung terhenti, bumi dipaksa kembali ke zaman batu. Hanya hewan dan tumbuhan yang hidup dan itu berlangsung hingga beberapa ribu tahun kemudian.

anime Dr Stone
Dr Stone

Setelah 3700 tahun, Senku berhasil kembali menjadi manusia. Tak hanya dia, rekannya bernama Taiju juga berhasil berubah menjadi manusia. Berdua, mereka berusaha menjadikan zaman batu ini kembali ke abad modern seperti sedia kala. Namun usaha itu menjadi berat tatkala secara tak sengaja mereka menghidupkan manusia perkasa bernama Tsukasa. Tsukasa tidak sependapat bahwa dunia harus kembali ke zaman modern yang menurutnya penuh dengan kebusukan. Tsukasa ingin tetap menjadikan dunia seperti zaman batu ini. Ia pun mendirikan kerajaan sendiri yang terbebas dari kemajuan teknologi.

Cerita pun menjadi semakin menarik tatkala Senku juga ingin mendirikan kerajaan Sains. Pertarungan antara kerajaan Sains dan kerajaan Keperkasaan dimulai.


Nomor 1 : One Punch Man

Dan inilah anime yang menduduki rangking pertama sepanjang tahun 2019, One Punch Man. Berkisah tentang seorang pemuda bernama Saitama yang dianugrahi kekuatan yang luar biasa. Tidak ada satupun musuh yang bisa mengalahkan dia. Perbedaan level kekuatan antara dia dengan seluruh musuh-musuhnya sungguh terlalu jauh. Hal itu juga berlaku bagi rekan-rekannya sesama pahlawan. Ketika rekannya begitu kesulitan menghadapi monster, maka dengan satu pukulan, Saitama mampu menghancurkan monster tersebut.

Itulah asalan kenapa anime ini berjudul One Punch Man, karena dengan sekali pukul sang musuh langsung hancur. Bagi monster, menantang Saitama berarti sama saja ia sedang menggali kuburnya sendiri.

Anime Terbaik 2019
Saitama - One Punch Man

Namun sayangnya, dia tidak terkenal. Hanya sedikit orang saja yang berhasil mengetahui kekuatan aslinya. Setiap ia berhasil mengalahkan monster, ada saja kejadian yang membuat kemenangan itu malah diklaim oleh pahlawan lain. Asosiasi pahlawan pun hanya menempatkan Saitama pada kelas C, sedangkan muridnya sendiri yaitu Genos berada pada kelas tertinggi, kelas S.

***

Kalau menurut teman-teman sendiri, anime apakah yang terbaik di sepanjang tahun 2019? Tulis komentar dibawah ya.



Minggu, 01 Juli 2018

1 Cara Menumbuhkan Minat Baca, Belajar dari Anies Baswedan dan Pandji Pragiwaksono

Kemarin saya melihat sebuah tayangan video dari Gubernur terpilih Jakarta Anies Baswedan yang memberikan pidato singkat dalam sebuah acara pendidikan. Pada kesempatan tersebut beliau menyinggung tentang kurangnya minat baca dari masyarakat Indonesia. Beliau mengutarakan bahwa sebenarnya minat baca orang Indonesia itu lumayan tinggi, hal ini dibuktikan ketika kita betah berlama-lama untuk membaca Whatsapp (WA) atau timeline Twitter/Facebook. Namun daya baca kita yang masih rendah, buktinya ketika tulisan di WA panjang, maka biasanya kita skip dan malas untuk melanjutkan membaca. Bukti lainnya lagi, biasanya kita menghindari membaca buku yang tebal, atau kalaupun sudah membaca biasanya mudah sekali mengantuk. Maka inilah yang terjadi, minat untuk membaca lumayan tinggi, namun kemampuan daya baca kita yang masih rendah. Padahal wawasan dan pengetahuan itu salah satunya dibangun oleh kemampuan daya baca.

cara menumbuhkan minat dan daya baca

Pertanyaan : Bagaimana men-sinkronkan antara minat baca dengan daya baca?
Adalah Pandji Pragiwaksono, seorang komikus terkenal di Indonesia yang di dalam Vlog-nya berhasil menjawab pertanyaan ini.

Kita sering bertanya, bagaimana caranya menumbuhkan MINAT BACA? dan pada akhirnya kita tidak jua menemukan jawabannya. Kemudian kita berpikir, jangan-jangan pertanyaannya yang salah. Bukan 'bagaimana caranya menumbuhkan minat baca", melainkan "bagaimana cara menumbuhkan MINAT? Karena menurut Pandji, jika seseorang sudah menemukan minatnya, maka biasanya dia akan mampu melahap referensi apapun yang berhubungan dengan minat tersebut. Dan salah satu referensi tersebut bernama BUKU.

Kita ambil satu contoh, jika anda suka sekali nonton sepak bola dan hal-hal yang berhubungan dengan bola, biasanya anda akan mudah membaca analisa-analisa atau ulasan-ulasan pertandingan dari pakar bola di majalah atau website. Nah, itu menunjukkan daya baca anda sebenarnya bisa tinggi. Hal ini dikarenakan anda sudah memiliki minat terhadap bola, sehingga referensi bacaan tentang bola menjadi daya tarik bagi anda.

cara menumbuhkan minat untuk membaca adalah dengan passion

Maka sekarang temukan MINAT anda yang membangun, maka dengan sendirinya anda akan memiliki daya baca yang tinggi karena itu berhubungan dengan minat dan passion anda.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.



Jumat, 07 Juni 2013

7 Kehidupan Desa : Waktu Berjalan Melambat

Kesederhanaan ini yang membuatku selalu rindu dengan kampung halaman.
Ada satu momen yang masih tertinggal di memori ketika aku pulang ke kampung halaman. Segelas kopi hitam, disruput dengan aroma kesederhaan khas kehidupan kampung, benar-benar nuasa yang selalu membuatku rindu . Inilah kehidupan pedesaan, jauh dari hiruk pikuk perkotaan yang selalu sok sibuk. Orang di kota merasa dipacu dengan waktu, tapi lihatlah disini kawan! ditempat ini, aura ketenangan menjalar di sudut-sudut kampung. Jadi teringat dengan salah satu artikel dari pak Muhaimin Iqbal yang mengistilahkan kehidupan di kampung dengan kehidupan dengan waktu yang berjalan lambat.

kopi pedesaan, kehidupan desa dengan waktu yang melambat

Kehidupan di desa itu terlihat ayem tentrem karto raharjo. Aku merasakan waktu juga ikut melambat. Namun itu tak boleh melambatkan pikiran kita. Pikiran kita harus melaju cepat jauh meninggalkan waktu yang melambat. Lingkungan tak boleh membatasi gerak kita. Dalam batas, kita tetap bisa menarikan karya. Pastikan kita menari di atas batas. Inilah jalan kita.

Terkadang aku berpikir, kenapa banyak orang rela mencari pekerjaan di kota-kota besar. Termasuk aku sendiri yang akhirnya terdampar di salah satu kota besar negeri ini. Kadang aku berpikir, bisakah pemuda-pemuda pandai negeri ini membangun desanya? tak hanya oleh satu dua orang saja, tetapi di fasilitasi oleh pemerintah. Bisakah pemerintah menerbitkan sebuah program 'Ayo Kembali ke Desa!".

Banyak orang rela menghabiskan hidup di kota besar untuk meraih mimpinya, kemudian menghabiskan masa pensiun di desa dengan damai bersama hasil jerih payahnya selama ini. Tapi disinilah letak permasalahannya. Kota terlalu menggiurkan untuk tempat meraih kesuksesan. Di desa, tak banyak yang bisa diharapkan. Pusat teknologi berada di kota. Pusat peradaban ada di kota. Kota ibarat bunga-bunga mekar nan cantik bagi lebah-lebah pencari kesuksesan. Sedangkan desa masih sebatas lirikan mata. Yah mungkin karena itu tadi, waktu yang masih berjalan lambat. 

 ***
 7 Juni 2013
Salah satu kampung di pinggiran Magetan
Salam Inspirasi Coffee
Follow me @fifinng

Sabtu, 25 Mei 2013

2 Tetap Santun di Media Sosial

Pagi tadi sempat melihat sebuah berita di televisi, bahwa salah seorang tokoh terkenal telah dijadikan tersangka oleh kepolisian terkait ocehan-nya di twitter yang dianggap merugikan/menghina orang lain. Hal ini tentu bisa menjadi pembelajaran yang baik bagi kita, bahwa sebuah kebebasan itu sejatinya masih dibatasi oleh kebebasan orang lain.

Dengan teknologi yang semakin canggih, batas-batas yang diakibatkan karena jarak, menjadi semakin tidak relevan. Kita bisa berkomunikasi dengan sangat mudah dengan orang yang berada di belahan bumi yang jauh. Cepat dan mudah. Namun, seharusnya kemudahan-kemudahan seperti itu, tentu tidak menjadi sebuah dalih bagi kita, berbuat hal-hal yang negatif dan merugikan orang lain. Terlebih lagi, jika hal itu dilatarbelakangi dari sebuah keisengan belaka. 

tetap santun di media sosial


Media sosial kini telah menjadi virus peradaban. Sekarang semua orang bisa dengan mudah menggiring opini masyarakat lewat media sosial. Mereka tak lagi harus mengandalkan media konvensional seperti televisi dan media cetak. Lewat facebook dan twitter, kita bisa dengan mudah mengatakan dan membincang apapun pada dunia. Namun pada saat yang sama, kitapun juga harus berani menanggung resiko dari akibat yang terjadi dari perkataan/pernyataan kita itu. Ah, saya jadi teringat kasus Prita.

Dalam berbagai kasus yang telah terjadi, kita pun bisa belajar bagaimana tetap santun dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai akibat perkataan atau pernyataan kita, melanggar hukum-hukum yang ada.

Bagi saya sendiri, berperilaku di dunia maya itu selayaknya juga sama ketika kita berlaku di dunia nyata. Apalagi dampak yang diakibatkan dunia maya terkadang lebih besar. Ketika kita menghina seseorang di pasar, mungkin yang mendengar dan memperhatikan hanya orang-orang yang berada di lokasi pasar itu saja. Tetapi ketika kita mempublikasikan di dunia maya, bisa saja seluruh dunia menjadi tahu.


***
25 Mei 2013
Di sebuah titik lokasi dalam kesendirian.


Kamis, 23 Mei 2013

1 Ghibah atau Fitnah? Sama-sama Bahaya

Pagi ini mantengin TL tweetland, ada perbincangan yang cukup menarik antara dua akun. Tak perlu saya menyebutkan siapa dua akun itu, tapi pada intinya mereka membahas mengenai kasus yang terjadi terkait wanita-wanita di sekitar AF yang kemudian dihubung-hubungkan dengan LHI. Entahlah, saya lebih memilih untuk diam dalam kasus ini. Saya lebih menyoroti tindakan korupsinya daripada membincang wanita-wanita yang belum jelas kabarnya (terkait LHI).

Karena jika berita itu benar, maka saya terjebak pada ghibah. Sedangkan jika berita itu pada akhirnya salah, maka saya telah melakukan penyebaran berita fitnah. Jadi pada posisi ini sama-sama bahaya, lebih baik saya mingkem.



Kita tunggu saja kebenaran nantinya. Karena jika sudah terkuak semua, maka kita bisa melihat mana serigala sebenarnya. Dan sekali lagi ingin mengutip quote of the year dari jubir KPK : "Kita buktikan saja di persidangan" --JB.


***
Hanya sebuah uneg-uneg yang keluar begitu saja di pagi ini.
23 Mei 2013.
Inspirasi Coffee

Sabtu, 18 Mei 2013

2 #BebaskanLHI?

Kasus yang dialami oleh PKS beberapa waktu belakangan ini memang semakin heboh saja. Setelah mantan presidennya yakni Lutfi Hasan Ishaq ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, praktis drama-drama berikutnya makin santer saja menghiasi berbagai media massa utama nasional. Entah ada apa dengan partai yang satu ini, seringkali apa yang menimpa dirinya selalu saja menarik dan seksi untuk diperbincangkan atau bahkan diperdebatkan.

Sebagai salah satu orang yang berharap tinggi akan kiprah partai dakwah ini, sejak awal saya juga terkejut dengan dijadikannya tersangka orang nomor satu di partai ini. Banyak kader yang langsung merespon pembelaan tanpa melihat duduk perkaranya. Banyak juga para haters yang seperti mendapatkan angin segar untuk membully partai ini. Saya sendiri lebih memilih diam. Ingin memahami dengan baik apa yang sebenarnya telah terjadi. Bisa jadi benar, LHI memang khilaf dan bersalah. Tapi bisa jadi, benar juga bahwa kemungkinan telah terjadi konspirasi besar untuk menjatuhkan PKS di pemilu mendatang.

Banyak kader dan simpatisan yang terlihat membabi buta membela pak LHI. Pada kondisi ini, saya cukup paham dan mengerti kenapa mereka berbuat demikian. Mereka memposisikan sebagai keluarga. Ketika ada salah satu dari anggota keluarga kita yang dituduh mencuri, apa respon pertama kita? Tentu saja membela bukan!. Inilah yang terjadi pada kader PKS. Tentu di samping berbagai kejanggalan-kejanggalan yang mengemuka dalam kasus ini yang tidak bisa dinafikan begitu saja.

Tak hanya kader dan simpatisan yang membabi buta, para haters pun juga membabi buta dalam bullying. Yang paling banyak komentar yang muncul adalah, 'kasihan para kader PKS yang membabi-buta membela LHI yang koruptor'. Bagi saya, ini juga malah terlihat lucu. Dari komentar tersebut malah sangat tercium kesan bahwa LHI sudah 100% bersalah, hingga mereka perlu merasa kasihan dengan ulah para pembela LHI. Sabar saja kawan. Persidangan belum selesai. Masih akan banyak fakta-fakta yang mungkin bisa memutar-balikkan keadaaan.

Dan kemarin (Jum'at 17 Mei), seperti menjadi titik balik dari isu-isu negatif yang berhembus. Silahkan googling berbagai fakta persidangan yang ternyata berpihak kepada PKS. Skor sementara 1-0 buat PKS. Di twitter hari itu, rame sekali yang memasang tagar #bebaskanLHI. Tentu kebanyakan dari mereka adalah kader dan simpatisan. Eh.. termasuk saya ^_^.

Bagi saya ini menjadi semakin menarik. Mungkinkah kebenaran akan semakin terungkap. Semakin penasaran saja dengan fakta-fakta yang akan diungkap dalam persidangan selanjutnya. Mengutip apa yang sering dikatakan oleh jubir KPK : Kita buktikan saja di persidangan

Sabtu, 10 November 2012

10 Makna Pahlawan, Dalam Peradaban Islam

"Pahlawan itu mengumpulkan semua kebaikan yang berserakan pada individu-individu yang ada dalam masyarakat."
-Anis Matta-
67 tahun yang lalu, tanggal 10 bulan November, kita tahu bahwa telah terjadi sebuah peristiwa yang heroik luar biasa. Yang dengannya, bangsa ini bersepakat untuk menjadikannya sebagai hari pahlawan. Sebuah hari yang membuat para penjajah tersadar dari mimpi, bahwa orang/bangsa yang secara kekuatan fisik lemah, tetapi secara kekuatan semangat sungguh jauh melebihi angan dan akalnya. Yah itulah peristiwa besar yang terjadi di Surabaya puluhan tahun silam yang akan selalu dikenang oleh bangsa ini.

memaknai pahlawan


Pahlawan, bagi saya memiliki ragam makna. Bisa dalam arti yang sangat luas, bisa juga diartikan secara lebih sempit. Mereka yang segenap tenaga memberikan kebaikan dan pertolongan bagi orang lain yang membutuhkan, bisa disebut sebagai pahlawan.

Tak harus dalam level negara kita menjadi pahlawan, dalam tataran masyarakat bertetangga dan dalam keluarga, kitapun bisa jadi pahlawan. Menebarkan kebaikan lebih dibanding kebaikan orang rata-rata dengan tentu selalu mengharap ridho Allah adalah jiwa pahlawan. Pahlawan adalah mereka yang berbuat kebaikan dan andil besar tanpa bermaksud mendapatkan imbalan, kecuali berasal dari Allah.

Maka seperti saya sendiri, selalu berusaha menjadi pahlawan bagi keluarga. Menjadikan istri dan anak tetap dalam jalan lurus menuju surga. "Qu anfusakum wa ahlikum naro", sangat bisa menjadi pegangan.

Bagi saya, orang tua yang bisa menjadikan anak keturunannya mampu bertaqwa kepada Allah adalah seorang pahlawan. Mereka pahlawan dunia akhirat. Mereka membentuk lingkungan iman di dalam keluarga. Kemudian masing-masing individu dalam keluarga itu bergaul di dalam masyarakat dengan modal kepribadian yang sudah terbentuk. Maka dengan sendirinya, wajah peradaban akan sedikit demi sedikit berubah.
"Generasi akhir umat tidak akan membaik, melainkan dengan mengikuti konsep dan metode yang menjadikan ummat terdahulu baik". -Al Imam Malik bin Anas Rahimahullah-
Menurut saya, bagaimana memperbaiki sebuah bangsa adalah dengan membenahi dari sektor keluarga. Membenahi kepribadian generasi penerus. InsyaAllah, peradaban Islam yang sudah dikabarkan Rosulullah yang akan kembali tegak akan segera terwujud. Tsumma takuunu khilafatan 'ala minhajin nubuwwah.

Menjadikan anak didik generasi keturunan kita sebagai individu yang kuat dan kokoh imannya, itulah jiwa pahlawan. Pahlawan peradaban.
Pahlawan sejati tidak membuang energi mereka untuk memikirkan apakah ia akan ditempatkan dalam sejarah manusia, atau apakah ia akan ditempatkan dalam liang lahat Taman Pahlawan. Yang mereka pikirkan ialah bagaimana meraih posisi paling terhormat di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
-Anis Matta-


powered by :
Toko Buku Hanan

Rabu, 24 Oktober 2012

9 Tekad dan Kemauan

"Hal yang membedakan antara orang yang hanya memiliki pikiran/ide saja, dengan orang yang secara jujur ingin merealisasikan dan mewujudkan pikiran/ide itu menjadi sebuah kenyataan adalah kemauan/azzam/iradah".
-Anis Matta-


Mungkin kita seringkali tergerak oleh pendapat orang lain karena inspirasi yang bisa kita raih darinya. Dengan kata lain, orang itu mampu mempengaruhi kita dalam hal tertentu atau bahkan bisa dalam banyak hal. Dan siapakah orang-orang yang masuk dalam kategori ini. Kategori sebagai orang-orang penebar inspirasi. Biasanya kebanyakan dari mereka karena memiliki kemauan dan tekad yang kuat. Kemauan yang kuat inilah yang seringkali mendorong, mempengaruhi dan menginspirasi kita. Kita tak akan mudah terpengaruh oleh orang yang hanya pandai secara akal saja, atau kuat secara fisik saja. Tapi biasanya, kita akan mudah terpengaruh oleh orang yang memiliki tekad membaja dan berkemauan keras.

tekad dan kemauan


Kenapa anime di Jepang seperti Naruto dan One Piece mampu memendarkan cahaya inspirasi kepada penggemarnya di seluruh dunia. Kalau kita jeli mengamatinya, maka kita akan menemukan satu jawaban yakni karena tekad yang kuat ditonjolkan oleh tokoh utamanya. Naruto sejak kecil selalu bertekad dan bercita-cita untuk menjadi seorang pemimpin desa ninja (hokage), begitu juga dengan Luffy yang sejak kecil bertekad dan berkemauan keras menjadi seorang raja bakal laut (kaizoku). Tekad dan kemauan inilah yang selalu ditonjolkan dalam cerita anime ini, yang pada akhirnya mampu menyedot perhatian penggemarnya di seluruh dunia.

Baiklah kita tinggalkan dulu cerita tentang Naruto dan One Piece. Ibnul Qayyim pernah mengatakan bahwa nilai manusia itu terletak pada tekadnya dan apa yang dikehendakinya. Salah seorang bijak mengatakan : "Sebutkanlah kepadaku perihal ambisi/tekad seorang lelaki, maka niscaya akan kusebutkan kepada anda, siapa dia adanya". Dari tekad inilah kita bisa melihat bagaimana orang itu sebenarnya. Juga cara yang ia tempuh untuk meraih apa yang diinginkannya. Proses meraih tujuannya inilah yang membedakan antara orang yang hanya membual, dengan orang yang jujur ingin merealisasikannya.

Tekad dan kemauan ibarat mesin pendorong dalam sebuah kapal yang ingin mengaruhi samudra yang luas. Seberapa kuat mesin pendorong dinyalakan, maka kita bisa mengestimasi berapa lama lagi kita bisa melihat ujung daratan. Seberapa kuat tekad dan kemauannya, maka bisa dipastikan pula seberapa cepat orang itu menggapai apa yang dicita-citakannya. Kemauan adalah kunci dari seberapa cepat dia merealisasikan ide-ide yang bergelayut di pikirannya. Dan seberapa cepat dia bisa menginspirasi orang lain karena kemauan kerasnya. Tentu semuanya ini atas ijin Allah Rabbul Izzati.

powered by :
Toko Buku Hanan

Kamis, 04 Oktober 2012

10 Kemiripan Novel Sang Penandai Dan Anime One Piece

Bagi saya, bisa dibilang novel ini agak cenderung membosankan di awal cerita. Tidak seperti gaya novel khas Tere Liye yang selama ini saya baca. Entahlah, atau mungkin karena selama ini saya hanya melahap genre tertentu saja dari seluruh karya Tere Liye. Sehingga ketika disodorin jenis karya yang agak berbeda, jadi agak kurang sinkron pada awalnya. Sekali lagi perlu ditekankan 'pada awalnya'. Karena pada kenyataannya, setelah membacanya lebih jauh, pelan tapi pasti imajinasi saya mulai dibuat liar dengan hadirnya Sang Penandai yang misterius. Pada tahap ini, sedikit demi sedikit, apresiasi saya terhadap novel ini mulai tumbuh menancapkan akarnya. Tak hanya menancapkan akar, apresiasi itu bahkan tumbuh subur dan mulai membentuk tunas-tunas baru.

sang penandai


Sang Penandai, begitulah judul dari novel Tere Liye yang satu ini. Terus terang secara bahasa Indonesia yang selama ini saya pahami, kata 'penandai' ini tidak masuk dalam terjemahan kamus yang saya pahami. Terasa masih asing. Tere Liye membuatnya seperti itu mungkin untuk membentuk kesan penasaran bagi pembacanya. Dan ternyata memang benar, saya adalah salah satu contoh sukses korbannya. Saya cukup dibuat penasaran dengan istilah 'Sang Penandai' dalam novel ini.

Hingga pada suatu ketika, cerita dalam novel ini sampai pada saat Jim (tokoh utama) sedang dalam keadaaan bahaya karena dikejar-kejar oleh pembunuh bayaran. Pada saat itulah sang penandai datang menyelamatkannya dengan cara yang sangat di luar dugaan dan logika. Sang penandai berhasil mengalahkan puluhan pembunuh bayaran itu dengan tanpa melakukan apapun secara fisik. Seluruh pedang dari pembunuh bayaran yang terayun kepadanya, rontok dengan sendirinya. Ajaib!!. Anak panah yang meluncur menghujam kepadanya, tiba-tiba saja berhenti di tengah jalan. Melayang dan untuk beberapa saat lamanya tidak jatuh ke tanah. Melayang-layang dan kemudian baru jatuh. Yah, itulah salah satu kekuatan misterius dari sosok sang penandai yang juga masih misterius.

Cerita semakin seru ketika Jim sudah mulai ikut dalam perjalanan hebat menemukan 'kota harapan' bersama dengan armada 40 kapal besar pimpinan Laksamana Ramirez. Pada titik ini, saya langsung berpikiran bahwa cerita di novel ini seperti memiliki kemiripan dengan sebuah cerita di tempat lain. -Apa yah?.., sejenak saya berpikir-. Hemm.. One piece!! yah.. one piece!. Cerita ini mirip sekali dengan One Piece. Tidak sama persis, tapi mungkin cerita ini diangkat karena terinspirasi oleh kisah perjalanan Luffy di One Piece.

Meskipun tentu tidak sama persis, ada bagian-bagian besar di dalam novel ini yang mengingatkan saya dengan cerita anime bajak Laut One Piece. Semisal cerita tentang sang penandai yang bisa meremukkan pedang yang terayun kepadanya tanpa ada sentuhan fisik. Atau juga cerita tentang kekuatan bagaimana dia bisa menghentikan anak panah yang melesat kepadanya. Ini mirip dengan kekuatan 'HAKI' di anime One Piece. Pun juga dengan kisah perjalanan menemukan kota harapan menggunakan kapal dan akhirnya bertemu dengan bajak laut. Kalau di One Piece, sekelompok kecil bajak laut pimpinan Luffy, juga berlomba dengan seluruh bajak laut di dunia untuk menemukan harta karun yang disebut dengan one piece. Jangan-jangan!, 'kota harapan' yang disebutkan dalam novel Sang Penandai, adalah one piece?! ^_^.

LUFFY HAKI
Luffy (tokoh utama dalam One Piece) sedang melakukan jurus HAKI ketika melumpuhkan prajurit Marineford, waktu ingin menyelamatkan kakaknya, Ace


Saya memang belum selesai membaca novel ini, tetapi ketika membaca lembar demi lembar, bab demi bab, saya seperti menemukan banyak suasana menegangkan khas cerita di anime One Piece.


Minggu, 16 September 2012

17 Saya Alumni Rohis dan Saya Bukan Teroris

Ketika melihat buah, jika seseorang itu hanya melihat dari kulit luarnya saja, maka dia selamanya tak akan pernah tahu bagaimana rasa dari isi buahnya. Mungkin kalimat ini cocok ditujukan kepada media televisi yang kemarin menjadi bulan-bulanan di beberapa sosial media oleh alumni Rohis se Indonesia karena memberitakan mengenai rekrutmen teroris muda di dalam program ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah. Sungguh sebuah keblunderan besar telah dilakukan oleh televisi tersebut ataukah malah memang ada unsur kesengajaan dalam upaya meliberalkan Indonesia.

Sungguh orang-orang liberal telah begitu ketakutan sehingga membuat statemen yang sangat konyol seperti ini. Pernyataan seperti ini telah melukai aktifis rohis, alumni rohis, orang tua siswa, dan juga umat islam. Bagaimana tidak, rohis di sekolah selama ini merupakan elemen terdepan di sekolah dalam menjaga akhlak siswa dari berbagai pengaruh negatif yang ada di sekolah.

Saya ikut dan menjadi aktifis rohis ketika masih duduk di bangku SMU. Meskipun masih sering begajulan, saya merasakan begitu banyak manfaat ketika menjadi bagian dari Rohis sekolah. Mulai dari agenda-agenda yang bersifat ritual keislaman, sampai dengan kegiatan-kegiatan untuk bisa menunjang kegitan belajar di sekolah. Sebut saja ketika itu ada program yang bernama LSI (lingkar studi Islam). Dimana pada program ini kita bisa belajar bersama untuk menyelesaikan masalah-masalah terkait materi pelajaran di sekolah. Tak pernah sekalipun saya mendapati sebuah materi tentang kondisi sosial yang buruk, keadilan yang tidak seimbang dan lain-lainnya.

Mungkin ada yang kemudian sentimen bahwa hal-hal seperti itu terjadi ketika di jaman saya, bisa jadi di jaman sekarang sudah berubah. Oke, saya katakan 'tidak ada yang berubah secara signifikan'. Istri saya saat ini ikut membina rohis di sebuah SMU yang terletak tidak jauh dari rumah. Istri saya ini seorang PNS, jadi tidak mungkin lah memiliki visi-visi layaknya teroris. Jadi rohis sekarang dan rohis dahulu tak berbeda jauh. Mereka adalah tulang punggung pemuda dalam menjaga akhlak islami dari pengaruh negatif di kalangan remaja. Jika masih saja ada anggapan rohis adalah sarang teroris, maka saya layak bertanya, data-data itu anda dapatkan dari mana? dari aktifis liberal?

Tulisan ini semoga bisa menjadi sedikit mencerahkan, terutama kepada para orang tua yang mengkhawatirkan kondisi anak-anaknya yang terlibat rohis. Saya katakan bahwa rohis adalah tempat yang nyaman dan aman dari pengaruh negatif di kalangan remaja. Mau bukti? saya buktinya. Saya alumni rohis dan saya bukan teroris! ^_^.

Rabu, 05 September 2012

9 Masa Depan Bisnis Anime Naruto

Saat itu senja tengah membungkus kota. Sinar mentari yang teduh, menemani wajah-wajah lelah pekerja dan pemburu ilmu yang pulang dari aktifitas harian mereka masing-masing. Saya hanya berpikir, pasti mereka sedang berebutan dengan para pengguna jalan yang lain. Saling berlomba memburu waktu, merasa diri yang paling penting untuk menggunakan jalan. Seakan-akan ada sesuatu hal yang sangat penting atau orang yang sangat penting sedang menunggu mereka di rumah, tak mau menunggu barang beberapa menitpun. Ah, saya tak peduli dengan itu. Saat itu, saya tengah duduk santai di kantor sambil menatap lamat-lamat kotak persegi yang bersinar lembut di depan saya. Sesekali jari-jari saya menekan-nekan tombol keyboard tut..tut.. tut.., dan tak jarang kemudian teriring dengan senyuman simpul. Setelah lelah memutar otak sepanjang hari, mencoba merefreshkan pikiran dengan melihat beberapa status teman dari beberapa sosial media adalah sebuah pilihan yang menggiurkan.

Ditemani dengan beberapa sorot mentari senja yang menerobot sela-sela tirai jendela, saya lihat ada beberapa rekan yang masih duduk di kursinya. Pikir saya, pasti mereka seperti saya. Menunggu sampai jalanan lebih sepi untuk bisa santai berkendara pulang menuju rumah. Di suasana senja seperti ini, biasanya ada hal yang sering dibicarakan untuk menghangatkan suasana. Membincang tentang kegemaran adalah salah satunya. Tiba-tiba saja celetukan datang dari teman sebelah,

"Saya jadi penasaran, bagaimana ya akhir kisah Naruto?. Ceritanya sudah semakin melebar nih!"

"Kalau tidak segera ditamatkan, nanti keburu meninggal orangnya", lanjut dia.

Saya hanya tersenyum mendengar celotehan jujur teman saya itu. Memang sih, semenjak gempa besar yang melanda negara Jepang beberapa waktu yang lalu, para penggemar Naruto dan anime yang lain tentu saja khawatir jika pengarangnya meninggal dunia. Ceritanya akan berhenti di tengah jalan tanpa adanya ending. Kalaupun ceritanya diteruskan oleh komikus/mangaka lain, maka saya jamin ceritanya akan hancur dan mungkin saja tidak sesuai dengan tema. Namun syukurlah, gempa besar yang terjadi di Jepang beberapa waktu yang lalu, tidak menewaskan pengarang komik Naruto, Masashi Kishimoto ^_^.

anime Naruto


Kita tentu sedikit banyak mengamati bagaimana anime telah menjadi sebuah bisnis dunia yang menjanjikan. Dari sebuah komik yang dikarang oleh seorang mangaka, bisnis bisa kemudian dilanjutkan menjadi sebuah karya anime. Di dalam sebuah anime, tentu akan semakin melibatkan lebih banyak pihak. Seperti pengisi suara, soundtrack lagu (semisal Toshiro Masuda), desain animasi dan masih banyak yang lain. Dan bahkan tak jarang juga sebuah anime yang bagus akan berlanjut menjadi sebuah film dorama (semisal Death Note, dan tahun 2012 ini menyusul Film Himura Kenshin). Bisnispun akan semakin berkembang lagi.

Kalau mengamati beberapa anime (tentu yang berangkat dari sebuah manga) yang saya tonton, memang ada pembagian khusus dari jenis anime-anime tersebut. Ada anime yang memang didesain akan berakhir pada puluhan episode, namun ada pula anime yang dibuat untuk durasi waktu yang panjang. Beberapa contoh anime dengan episode yang sedikit misalnya : Death Note, Kekkaishi, Shulato, Soul Eater, Rurouni Kenshin dan masih banyak yang lain. Sedangkan beberapa anime dengan durasi yang sangat panjang yang bahkan sekarangpun masih belum selesai misalnya : Naruto, Bleach, dan One Piece. Anime-anime ini telah menjadi bisnis yang cukup tangguh di jepang (tentu untuk skala tertentu) karena banyaknya penggemar yang menggurita di pesolok dunia.

Saya pun menjadi agak kurang sependapat jika Naruto musti segera ditamatkan. Karena selain cerita Naruto ini unik dan selalu membikin penasaran, anime ini juga menanggung hajat hidup orang banyak. Semisal saja pengisi suara anime. Beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah video Youtube yang memperlihatkan bagaimana pengisi suara asli Naruto menjadi terkenal. Namanya Junko Takeuchi.

junko takeuchi


Dengan suara khas 'Naruto'nya, dia seringkali diundang di televisi-televisi Jepang bahkan juga sering diundang ke manca negara. Mengisi suara untuk anime telah menjadi pekerjaan yang cukup safe bagi Junko Takeuchi. Kalau ditilik perjalanan Naruto dari tahun 2002 sampai sekarang, maka sudah 10 tahun dia bekerja menjadi pengisi suara Naruto. Sebuah pekerjaan unik, namun berpenghasilan wuah.

Kalau saya pribadi lebih menyukai cerita Naruto yang panjang sampai dia bisa menjadi Hokage. Namun perlu diperhatikan juga bagaimana alur cerita sehingga tidak terkesan dipaksakan. Itu sih pendapat saya, kalau pendapatmu bagaimana kawan?


Rabu, 16 Mei 2012

4 Stop Tawuran, Lahirkan Generasi Rabbani

Sungguh miris rasanya, melihat pemberitaan di televisi tadi pagi yang mengabarkan terjadinya kembali tawuran antar pelajar di kabupaten Tangerang, Banten. Dimana seharusnya pelajar menjadi generasi harapan bangsa ke depan, tapi yang ada adalah tawuran dengan alasan yang terkadang sepele. Kebanggaan/loyalitas buta terhadap almamater dengan menganggap remeh sekolah lain, menjadi alasan tak masuk akal untuk melakukan aksi kekerasan.

Jadi ingat, dulu ketika masih duduk di bangku SMP, banyak diantara teman-temanku yang ketika lepas pulang sekolah, diajak tawuran dengan sekolah lain. Biasanya, sebelumnya mereka akan mendapat surat tantangan tawuran dari sekolah lain. Jika berani, maka akan ditunggu di terminal tak jauh dari sekolahku. Begitu juga ketika aku mengenyam bangku SMU, tawuran bahkan menjadi lebih anarki. Sekolahku pernah suatu ketika diserbu oleh segerombolan anak-anak sekolah lain dengan melempari kaca-kaca jendela dan bahkan sempat masuk ke pintu gerbang sekolah. Namun para siswa dan pihak keamanan sekolah cepat dan sigap mengunci pintu utama masuk sekolah. Gerombolan itu hanya sempat mondar-mandir di sekitar gerbang sekolah dan halaman sekolah sambil berteriak-teriak. Beberapa saat kemudian setelah puas, mereka pergi.

Di lain kesempatan hal senada terjadi lagi. Kembali beberapa oknum sekolah lain menyerbu beberapa siswa yang tengah menunggu angkutan umum di depan sekolah. Jumlah mereka lebih sedikit daripada kejadian penyerbuan sebelumnya. Namun salah seorang temanku sempat terkena pukulan di bagian mulutnya hingga mengeluarkan darah.

Yah begitulah, tawuran memang sudah seringkali terjadi sejak dulu. Bedanya, sekarang sudah ada begitu banyak media yang bahkan bisa secara live meliput kejadian. Sebagai contoh tadi pagi kejadian tawuran pelajar di tangerang, dalam sekejap tersebar beritanya ke seluruh penjuru tanah air.

Entahlah, apa yang ada di benak mereka yang suka tawuran itu. Tawuran, apapun alasannya tentu saja merupakan hal yang tak bisa dibenarkan. Apalagi bagi kita umat Islam. Bagi muslim, tidak boleh mengucurkan darah saudara sesama muslim tanpa alasan yang jelas dan dibenarkan oleh syariah. Innamal mukminu na ikhwah, sesungguhnya sesama muslim itu bersaudara.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Seorang muslim itu bersaudara terhadap muslim lainnya, ia tidak boleh menganiaya dan menghinanya. Seseorang cukup dianggap berlaku jahat karena ia menghina saudaranya sesama muslim.”(HR.Muslim)

Bahkan di dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman,
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki atau perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS. AlAhzab:58)

Apalagi jika tawuran hanya disebabkan oleh adanya surat tantangan dari sekolah lain. Atau hanya karena cemoohan bahwa anak-anak laki-laki dari sekolah kita, dibilang banci semua!!. Apakah cemoohan itu akan langsung mengubah kita menjadi banci??. Kita adalah orang yang beriman. Tak sepatutnya jika hanya dicemooh seperti itu, kita menjadi marah. Bukankan Rosulullah seringkali dicemooh oleh orang-orang kafir Quraisy? dan Rosulullah ketika itu tidak marah. Kalau yang dihina adalah diri sendiri, Rosulullah tidak pernah marah. Tapi jika yang dihina adalah agama Allah, maka beliau akan langsung memerah mukanya (muka memerah adalah tanda bahwa Rosulullah sedang marah).

Tak sepatutnya juga jika hanya karena unjuk kekuatan dan keberanian, kita melupakan akal sehat. Ngebet pengen unjuk keberanian?? kenapa ndak datang aja ke Gaza Palestina atau Afganistan. Disana sedang perang melawan kedzaliman.

Gambar pinjam dari jameksminggu.com

Yuk kedepankan akal sehat dan nurani, didik anak-anak kita, adik-adik kita. Mari bersama-sama lahirkan generasi yang beriman, generasi rabbani dambaan umat.

Sabtu, 05 Mei 2012

12 Menulis itu Memperpanjang Usia

"Menulis itu akan memperpanjang usia", begitulah isi dari tweet Habiburahman El Shirazy beberapa waktu yang lalu. Sejenak aku agak bingung dengan status kang Abik kali ini. Bagaimana mungkin dengan menulis, usia seseorang akan bertambah. Bukankah sejak dalam kandungan, masalah rejeki, usia, dan jodoh sudah ditetapkan oleh Allah azza wa jalla dalam Kitab (Lauh Mahfuz). Maka menjadi tak mengherankan, beberapa saat kemudian ada balasan dari salah satu follower yang mengatakan : "kok bisa ustadz? bukannya usia seseorang itu sudah pasti!". Ada juga tanggapan yang lain lagi, "Kata siapa ustadz?".

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. al ‘araf: 34)

Jadi sudah jelas, umur manusia itu sudah ditetapkan oleh Allah bahkan sebelum seorang manusia itu dilahirkan. Namun ada juga sebuah hadits yang mengatakan bahwa umur kita akan diperpanjang dengan menyambung hubungan silaturahim. "Barang siapa yang menyukai dirinya mendapat kelapangan rizki dan umur yang panjang, hendaklah ia menyambung hubungan silaturrahim". (HR. Bukhari dan Muslim). Namun ada perbedaan dari beberapa ulama dalam mengartikan hadist ini. Ada yang mengatakan memang umurnya bertambah secara dzohir (nyata), ada pula yang berpendapat bahwa yang panjang adalah manfaat keberkahannya sehingga banyak dikenang sebagai orang baik.

Itu tentang manfaat silaturahim yang bisa memperpanjang usia yang bahkan disabdakan oleh baginda Nabi Muhammad (shahih). Nah.. kalau yang perihal menulis???. Ha ha.. jelas maksud kalimat 'Menulis itu akan memperpanjang usia', jangan kita diartikan secara harfiah. Kita musti mengartikannya secara sastra :). Toh kang Abik orang sastra juga kan?.

Aku jadi teringat dengan salah satu perkataan penulis muda Salim A Fillah bahwa "Dengan menulis, saya bisa menyapa ribuan manusia". Yah..tulisan itu memang ajaib, dia bisa menyapa meski sang penulis sudah lama meninggal. Sebagai contoh, kita seringkali membaca hadist-hadist shahih yang dikumpulkan oleh Imam Bukhori. Beliau menulis hadist sudah sekian abad yang lalu, tapi namanya masih senantiasa kita ucapkan ketika membaca hadist yang beliau riwayatkan.


Gambar pinjam dari fahrizistory.blogspot.com

Ah tiba-tiba aku jadi setuju dengan pendapat kang Abik bahwa menulis itu akan memperpanjang usia, karena bisa jadi (sedikit berharap, banyakan mimpinya ^_^), tulisan-tulisan kita akan senantiasa dibaca, dikenang dan terbingkai indah dalam hati pembaca meski usia (dzohir) kita mungkin sudah tak lagi ada. Mari bersemangat menulis!

Selasa, 01 Mei 2012

5 Refleksi Orang Tua

Suatu ketika saya membaca sebuah tulisan dari teman blogger bernama Yourha yang mengisahkan pengalamannya ketika melihat sendiri sebuah pelecehan yang dilakukan oleh oknum bapak-bapak kepada seorang gadis di sebuah angkutan umum. Bapak-bapak itu nekad meraba paha gadis yang duduk disebelahnya. Sampai pada akhirnya Yourha beranggapan bahwa apa si bapak ini tidak punya anak gadis?. Bagaimana sikapnya jika anak gadisnya sendiri diperlakukan seperti itu oleh orang lain. Saya yakin 100% bapak-bapak itu tidak akan pernah rela anak gadisnya dilecehkan seperti itu. Tapi dia sendiri melakukannya. Orang lain selalu dituntut untuk mengerti dia, tapi dia-nya sendiri malah merugikan orang lain. Sebuah ironi.

Saya memang belum menjadi seorang bapak yang memiliki anak gadis, tapi saya memiliki kakak dan ibu yang seorang perempuan. Itu yang selalu menjadi refleksi buat saya, meski rujukan utama tetaplah norma agama sebagai muslim yang saya anut. Yah apapun yang saya tulis saat ini memang hanyalah sebatas teori saja, tapi pemandangan yang seringkali saya lihat, menggelitik nurani saya meresonansi otak untuk memberikan sinyal perintah kepada jari menulis fenomena ini. Orang tua seringkali menuntut anaknya lebih, namun pada saat yang sama melakukan hal yang 180 derajat berkebalikan dengan baru saja dituntut kepada anaknya.

Gambar dari aisya-avicenna.com

Ada orang tua yang menyuruh anaknya jangan banyak-banyak nonton televisi, tapi pada saat yang sama si orang tua seringkali menonton sinetron. Orang tua menuntut lebih supaya anaknya jangan merokok, tapi pada saat yang sama si orang tua menyuruh anaknya membeli rokok di warung sebelah. Orang tua ingin anaknya menjadi anak yang sholeh/sholehah, tapi pada saat yang sama orang tua jarang sholat apalagi membaca Al Quran. Orang tua berlomba-lomba menyekolahkan anaknya ke pesantren supaya menjadi anak yang baik, tapi pada saat yang sama orang tuanya malah seringkali bertengkar. Dan fenomena yang seringkali saya lihat dan cukup menggelitik, orang tua membelikan dan mengenakan jilbab untuk putrinya, tapi ibunya sendiri tidak berjilbab :).

Yah semoga ini menjadi pembelajaran bagi saya dan semoga juga menginspirasi kita semua bahwa pelajaran pertama seorang anak didapatkannya dari orang tuanya. Sekali lagi ini hanya sebatas teori saja. Saya belum menjadi orang tua. Tapi bukankah untuk bisa menjalankan prakteknya dengan mudah, kita musti belajar teori dulu? ^_^.

Jumat, 30 Maret 2012

5 Harga BBM Naik? Logika Nurani

Hati ini kian tak terbendung untuk mencoba sedikit menyatakan opini tentang kisruh rencana kenaikan BBM dari seorang rakyat kecil ini. Saya tak akan mencoba memberikan hitung-hitungan ekonomi matematis macam Kwik Kian Gie untuk memberikan argumen perihal harga BBM perlu naik atau tidak. Tapi sebagai rakyat kecil, saya mencoba menggunakan logika nurani.

Kenaikan harga BBM hampir pernah selalu dilakukan oleh pemerintah semenjak jaman Bung Karno sampai dengan presiden sekarang terkecuali pemerintahan BJ Habibie dikarenakan masa pemerintahan yang relatif singkat. Dengan kata lain, harga BBM naik itu hal yang sangat lumrah terjadi seperti halnya harga bakso yang terus naik. Tapi pastilah semua sudah paham di luar kepala bahwa dampak kenaikan harga BBM ini akan memicu kenaikan harga kebutuhan bahan pokok yang lainnya. Ini yang akhirnya menjadi polemik.

Gambar diambil dari antarafoto


Belum lagi dengan infltrasi kepentingan politik yang selalu menyertai kisruh kenaikan harga BBM. Semuanya menjadi kian pelik. Rakyat kecil tak mengerti hitung-hitungan rumit anggaran APBN yang akan jebol jika harga BBM tidak naik. Yang mereka sangat paham adalah leher mereka semakin terjepit dengan situasi ekonomi yang kian sulit. Daya beli rakyat yang sangat minim. Di lain pihak, presiden dan pejabat masih enak dengan gaji yang melimpah. Sungguh sebuah ironi. Kadang terbesit sebuah pemikiran, kenapa tidak gaji pejabat saja yang dipangkas sekian persen untuk menutupi kemungkinan APBN jebol. Rakyat tiap tahun dituntut bayar pajak, namun beban kenaikan harga BBM kembali rakyat yang musti menanggung.

Kalau presiden dan para jajarannya bergaji kecil, tidak bermewah-mewahan mungkin nurani rakyat akan berpikir seribu kali untuk memprotes pemerintah. Tapi kenyataannya, derita naiknya harga BBM lebih dirasakan oleh penjual gorengan daripada pejabat pemerintah. Inilah yang saya sebut dengan istilah logika nurani. Presiden dan para pejabat musti harus lebih menderita ketimbang penjual gorengan terkait kenaikan harga BBM. Dengan dalih ini, rakyat akan lebih mudah mengerti kenapa harga BBM musti dinaikkan. Tapi jika fakta ini yang selalu muncul ke permukaan, maka rakyat tak akan pernah mengerti dan akan selalu protes terhadap kebijakan pemerintah terkait subsidi BBM.

Jadi ingat pernyatan salah satu tokoh nasional yang mengatakan dalam akun twitternya yang kira-kira berbunyi :
Ini pemerintah yang tidak bisa mengelola negara, tapi dampak ketidakmampuannya harus dilimpahkan ke rakyat.

Jadi buat apa dalih negara akan makin maju dengan menaikkan harga BBM, tapi ternyata faktanya rakyat kecil tercekik lehernya karena daya beli masyarakat rendah?.

Terakhir saya akan menilik salah satu contoh pemimpin yang layak menjadi tauladan setelah Rosulullah SAW. Beliau adalah sahabat nabi yang mulia, sangat berani dan tegas, tapi dilain sisi dia sangatlah sederhana dalam hidupnya. Beliau adalah Khalifah Umar bin Khattab. Umar sangat rela keluarga dan kerabatnya hidup serba kekurangan demi menjaga kepercayaan masyarakat dalam mengelola kekayaan negara. Umar bin Khattab bahkan sering terlambat sholat Jumat hanya karena menunggu bajunya kering, karena beliau hanya memiliki dua baju. Kalaulah saya berandai-andai, beliau hidup di jaman sekarang, kesederhanaannyalah yang akan membuat rakyatnya mengerti kenapa harga BBM musti naik :). Wallahualam.

Selasa, 13 Maret 2012

12 Subsidi BBM di Negeri Age Of Empires

Tadi malam sempat menyalakan televisi untuk menonton apa ada topik menarik yang bisa disimak. Sebenarnya berharap sekali ada tayangan mengenai hasil pemilu kabupaten Bekasi, tapi ternyata dua stasiun TV yang terkenal dengan bahasan politik (pasti sudah tahu kan?) itu lebih banyak membahas mengenai kasus Nazarudin dan heboh kenaikan BBM. Tapi tak apalah. Daripada tidak mengikuti perkembangan berita, akhirnya channel tidak saya ganti lagi ketika Tipi Wan menghadirkan 3 narasumber kelas wahid untuk membahas rencana kenaikan BBM yang dilakukan oleh pemerintah.

Tiga narasumber tersebut adalah bapak wamen ESDM Widjajono Partowidagdo (ini jujur saya baru tahu nama beliau setelah cari di google :) ), Anggito Abimanyu, dan Kwik Kian Gie. Dua nama terakhir sudah sangat akrab di telinga saya. Bahkan Pak Anggito ini termasuk tokoh nasional yang cukup saya kagumi terkait dengan kemampuan dan kompetensi yang beliau miliki dalam hal tetek bengek kebijakan fiskal. Yah mungkin ini sebagai timbal balik setelah 'dosa' yang saya lakukan ketika SMA dulu. Lha emang saya ngapain di SMA? trus apa hubungannya dengan bapak Anggito Abimanyu? Hik hik penasaran? yah.. apalagi kalau bukan keseringan saya ngantuk ketika jam pelajaran ekonomi :) .



Obrolan semakin menarik ketika pak Kwik Kian Gie membeberkan hitung-hitungannya mengenai pendapatan negara dari sektor minyak kemudian keterkaitannya dengan subsidi BBM. Saya bukan pakar ekonomi, tetapi cukup mengikuti perkembangan ekonomi. Pemaparan pak Kwik Kian Gie (tidak persis sama) tapi kira-kira seperti ini :
Subsidi BBM adalah selisih antara harga minyak yang diproduksi pertamina yang sesuai dengan harga internasional dengan daya beli masyarakat terhadap BBM yang ditetapkan pemerintah. Katakanlah pemisalan harga minyak pertamina sebesar A, kemudian pemerintah meminta pertamina menjualnya kepada rakyat dengan harga B. Dimana A>B dan A-B = C. Sehingga akibatnya pemerintah musti nombok kekurangan C kepada pertamina. Nilai C inilah yang disebut dengan subsidi. Karena Indonesia ini termasuk penghasil minyak (meskipun tidak tergolong kaya minyak), meskipun pemerintah memberikan subsidi C tetaplah negara kita ini masih surplus. Surplus ini sebesar 95 trilyun uang tunai. Sebuah nilai yang sangat besar, dan bohong besar 'jika subsidi tidak dicabut, maka APBN akan jebol'.

Mengenai bagaimana menghitung surplus ini kok bisa menghasilkan angka 95 trilyun rupiah (semoga saya tidak salah dengan besaran nilainya) bisa dilihat di banyak media online. Tidak saya detailkan di postingan ini. Meskipun Anggito Abimanyu cukup sepakat dengan hitung-hitungan Kwik Kian Gie yang tentu saja semakin mengingatkan saya akan pelajaran ekonomi waktu SMU, namun Anggito tetap menganggap APBN bisa saja jebol. Kenapa? karena surplus ini tetaplah digunakan oleh pemerintah untuk anggaran-anggaran yang lainnya (misalnya untuk mencerdaskan rakyat, infrastruktur, bayar hutang dll). Jadi APBN bisa saja jebol. Ini belum bicara efek korupsi yah!

Oke cukup, saya tidak akan membahas lagi debat terbuka 3 pakar kelas wahid mengenai pembahasan subsidi BBM tadi malam. Karena memang saya tidak ada kapasitas ilmu untuk melanjutkan pembahasan. Setidaknya disini kita sudah bisa belajar sedikit bagaimana seni mengelola keuangan negara. Namun uniknya, entah kenapa ketika selesai mendengar pembahasan subsidi BBM di televisi tadi malam, pikiran saya langsung mengarah kepada sebuah game strategi perang bernama Age Of Empire. Aneh ya? :)



Game ini menuntut kita untuk bisa mengelola sebuah negara untuk bisa kuat secara ekonomi, dan militer yang pada ujungnya dituntut untuk menghabisi negara lain yang menjadi musuh kita. Jadi kita harus memperhatikan keuangan negara, kemudian produksi tambang emas, makanan dan kayu. Jika sumber daya yang ada di negeri kita ini ternyata dimanfaatkan oleh musuh, maka kita harus memproduksi tentara untuk mengamankannya. Namun untuk membuat tentara, terlebih dahulu kita harus membuat dulu markas tentaranya. Nah untuk membuat markas tentara, kita harus mengorbankan sejumlah nilai uang dan kayu. Disinilah seninya kawan :). Kadang ketika kita tengah asik membangun ekonomi, tiba-tiba negara lain sudah melancarkan perang. Padahal kita belum mempunyai serdadu satupun. Dan ketika ingin membuat markas, persediaan kayu menipis. Walhasil kalahlah kita :( .

Kawan, pernahkah main game strategi perang seperti Age Of Empires, Rise Of Nation?

Sabtu, 03 Maret 2012

8 Arti Bahagia

Setiap orang ingin bahagia. Banyak orang juga mencoba mendefinisikan mengenai arti bahagia itu masing-masing. Bagi setiap orang definisi bahagia mungkin saja berbeda. Syekh Abdur Rahman bin Sa'diy dalam bukunya (kiat meraih hidup bahagia) disebutkan "Sesungguhnya diantara penyebab yang dapat mendatangkan kebahagiaan bagi seorang hamba adalah memperhatikan nikmat-nikmat Allah pada dirinya, niscaya dia akan menjumpai dirinya melebihi kebanyakan orang yang tak terhitung jumlahnya. Ia merasa betapa banyak karunia yang telah diberikan oleh Allah"
-Status FB saya beberapa hari yang lalu-


Bahagia, yah sebuah kata yang sering menjadi primadona. Kalau kita mencoba mencermatinya, maka sebenarnya kata ini memiliki makna yang sangat mendalam. Kadang dia tidak bisa diartikan dengan hanya satu kata atau satu kalimat saja. Dia tidak sama artinya dengan senang atau suka. Dia memiliki varian makna khusus yang lain.

Setiap orang bisa mendefinisikan kebahagiaan versi mereka masing-masing. Misalnya saja bagi saya, ketika saya sudah hidup berumah tangga dengan akhwat pilihan saya, sayapun bahagia. Ketika saya pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan orang-orang tercinta, sayapun bahagia. Ketika saya merasa sangat sehat, sayapun bahagia. Kondisi bahagia ini ternyata bisa bermacam-macam. Namun yang saya ungkapkan tadi hanya sebuah kasus per kasus yang membuat saya mengatakan itu bahagia.

Sebagai contoh kasus yang terjadi pada diri saya diatas, ternyata kebahagiaan itu datang dari nikmat dan karunia Allah yang saya dapat. Maka betul sekali apa yang dikatakan Syekh Abdur Rahman bin Sa'diy dalam bukunya 'Kiat Meraih Hidup Bahagia', salah satu faktor datangnya kebahagiaan adalah memperhatikan nikmat-nikmat Allah yang ada pada dirinya. Baiklah, akhirnya kita memiliki satu definisi baru mengenai bahagia yakni ia datang karena nikmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Kemudian kalau kita mencermati sejarah Islam, maka kita akan menemui Abdul malik bin marwan, seorang khalifah kelima dari Bani Umayyah. Dia memiliki istana yang sangat megah. Namun apakah istana yang megah itu mampu membahagiakannya?. Ataukah kebahagiaan juga datang dari pasukan luar biasa Harun Ar Rasyid (khalifah kelima dari Dinasti Abbasiyah yang sering dinamakan the Golden Age Of Islam)?. Apakah kebahagiaan datang juga dari harta luar biasa simpanan Qarun?. Pastilah kesemuanya tidak bisa mendatangkan kebahagiaan sejati.

Namun kita bisa melihat dengan jelas kebahagiaan yang ada pada diri sahabat Nabi, sekalipun mereka minim sumber daya manusia, gersang penghidupannya, minim pemasukannya dan rendah daya belinya. Ternyata faktor kebahagiaan itu timbul karena kebenaran yang dijalani, dada yang lapang karena prinsip yang diyakini dan kalbu yang tenang karena kebaikan yang dimiliki.

Maka tugas kita hanyalah berbuat baik untuk menggapai ridho Allah dan menghindari dosa agar diliputi rasa aman. Dengan ini insyaAllah kita bisa mendapatkan kebahagiaan sejati. Kebahagiaan yang datang dengan rahmat dan nikmat dari Allah, dan dengan itu kita bersyukur, serta kita pun juga bisa tenang karena prinsip kokoh yang kita jalani. Wallahualam.

Referensi : "Laa Tahzan", oleh Dr. Aidh bin Abdullah Al Qarni.

Sabtu, 04 Februari 2012

14 Jangan Melupakan Sejarah


Dulu ketika masih berada di tingkat SMU, saya merasa paling bosan dengan pelajaran sejarah. Menurut pandangan saya ketika itu, pelajaran sejarah itu sama sekali tidak menarik dan tidak penting. Berbeda dengan ilmu eksakta seperti Fisika, Matematika atau Kimia yang terlihat lebih dibutuhkan di masa mendatang. Saya sering menguap kebosanan jika sedang mendapat pelajaran tentang sejarah. Entahlah, bisa jadi karena gurunya yang tak lihai meracik mata pelajaran ini menjadi menarik atau memang dari pangkalnya sendiri (materi-nya) sudah tak membuatku tertarik.

Namun belakangan saya mulai sedikit mengubah paradigma berpikir saya. Saya mulai tertarik dengan hal-hal yang berbau sejarah. Entahlah, perasaan suka itu muncul setelah membaca novel menarik berjudul Pengikat Surga karya mbak Hisani Bent Soe. Ketika membaca buku itu, (ditambah genrenya yang berupa novel) membuat saya seperti melihat dengan jelas kondisi perjuangan Rosulullah di masa lampau. Berjuang bersama sahabat-sahabat mulia yang beriman dan teguh. Saya seperti berada di tengah-tengah mereka.

Sejarah menjadi sangat menarik bagi saya. Bukan karena perubahan paradigma, namun lebih karena ternyata sejarah memang benar-benar menarik. Maka tak heran beberapa ratus abad yang lalu, Ibnu Khaldun (seorang sejarawan muslim dari Tunisia) yang bernama lengkap Abu Zayd 'Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami yang terkenal dengan karya fenomenalnya Muqaddimah pernah mendefinisikan tentang sejarah.
"Sejarah adalah ilmu sangat berharga, sangat bermanfaat dan sangat mulia dalam tujuannya. Ia menjelaskan kepada kita tentang perilaku-perilaku umat terdahulu, jalan hidup nabi-nabi serta cara raja-raja mengatur negara-negara mereka. Dengan itu kita dapat meneladani mereka dalam urusan agama dan dunia. Sejarah, membutuhkan banyak sudut pandang dan beragam pengetahuan serta kemampuan analisa untuk sampai pada kebenaran dan terbebas dari kesalahan".

Dan benar saja. Dengan membaca sejarah kita bisa mengambil banyak hikmah dari kejadian-kejadian luar biasa di masa lampau. Seperti halnya Rosulullah, ketika beliau sedang sedih atau merasa berat, Allah menghiburkan dengan kisah nabi-nabi terdahulu (kisah nabi-nabi ini banyak dikisahkan di dalam Al Quran). Ini seperti pesan suci dari Allah kepada Rosul bahwa beliau tidak sendiri dalam perjuangan. Ada nabi-nabi terdahulu yang sudah memulai.

Dan kini, rasanya saya ingin sekali membaca ulang sejarah lengkap pahlawan pergerakan islam di Indonesia. Juga buku-buku pemikir hebat islam pada masa lalu seperti Moh. Natsir (pendiri DDII) , Buya Hamka, Sayyid Qutb, Hasan Al Banna dll. Namun bukan sekedar sejarah, tapi sejarah yang benar dan aktual. Bukan sejarah yang dibengkokkan oleh kepentingan politis belaka. Kita ambil contoh sejarah perang Padri (1803-1821) pimpinan Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat. Dulu waktu sekolah dasar, sering kita membaca riwayat perang Padri sebagai akibat perebutan tanah dengan kaum adat (semoga ingatan saya tidak salah). Tidak pernah dibahas bahwa faktor utama peperangan tersebut akibat Tuanku Imam Bonjol yang seorang ulama ingin menerapkan syariat islam kepada rakyatnya. Namun kemudian ditentang oleh kaum adat sehingga terjadi pergolakan. Dan bahkan penjajah belanda akhirnya membantu kaum adat untuk mengalahkan kaum padri / kaum ulama, namun gagal dan berujung pada perjanjian damai (sumber).

Juga mengenai sejarah periode peralihan rezim Tokugawa ke era Meiji di Jepang. Saya pernah membahasnya singkat dalam postingan Himura Kenshin dan Arya Kamandanu. Sejarah memang menarik untuk disimak kawan. Seperti kata Ibnu Khaldun, dengan mempelajari sejarah, kita bisa meneladani mereka dalam urusan agama dan dunia. Jadi ingat petuah bijak mbah-mbah di kampungku kalau sedang ngobrol ngalor-ngidul di warung kopi, "Ojo lali karo sejarah" (yang artinya jangan lupakan sejarah).



-fifin-
Kontrakan Bandung, 4 Februari 2012.
Sambil menikmati keripik tempe bawaan istri dan juga secangkir teh Walini lemon .

Minggu, 04 Desember 2011

8 Bacaan Dan Tulisan

Lamat-lamat saya perhatikan beberapa tulisan terakhir saya agak berbeda dengan tulisan-tulisan sebelumnya. Akhir-akhir ini saya getol sekali menarasikan pengalaman masa kecil saya yang bertema petualangan. Bercerita tentang perburuan burung bersama dua begundal lain yang tergabung dalam geng pemburu burung. Entahlah, menuliskan pengalaman tersebut serasa mengalir begitu saja. Lancar laksana jalan tol tiada hambatan. Mungkinkah ini semua karena satu minggu terakhir saya sedang terbius dalam petualangan virtual bersama Eliana? hemm.. sepertinya masuk akal juga. Tulisan dan bacaan mungkin saja sangat berkaitan. Apa yang sedang kita baca maka itu pula yang akan muncul dan terngiang di pikiran. Ketika kita sedang ingin menulis, maka apa yang ada di pikiranlah yang pasti bermanifestasi menjadi tema inti. Bahkan bisa jadi orang yang sedang kesulitan menulis dikarenakan ia sedang minim aktifitas membaca. Sehingga praktis tidak ada ide yang bisa diangkat.

Satu minggu terakhir ini setiap menjelang tidur saya biasa menyempatkan satu sampai dua jam untuk membaca novel Eliana. Novel-novel garapan Tere Liye memang seringkali membuat kecanduan. Membius dan sesekali mengundang gelak tawa. Pernah suatu waktu saya telat tidur sampai pukul setengah dua belas malam gara-gara keseruan menertawakan tingkah laku Burlian dan Pukat --Tokoh Burlian dan Pukat adalah adik-adik Eliana di dalam novel tersebut--.

Adalah dua tulisan paling hangat beberapa hari terakhir yang ini dan ini menguatkan opini diatas. Dua tulisan untuk sekedar menstimulasi kenangan yang masih berserak di kepala tentang masa kecil saya yang luar biasa --setidaknya menurut saya pribadi--. Dan itu perlu didokumentasikan.

Sebenarnya tidak hanya bacaan saja, juga hal apa yang sedang / sering kita tonton. Sebagai contoh dulu pernah saya keranjingan menonton anime Rurouni Kenshin (Samurai-X) maka kemudian muncul tulisan Kenshin dan Arya Kamandanu.

Rabu, 09 November 2011

8 Film Barat, Dorama dan Sinetron

Di kantor ada sebuah komunitas yang membuat penggemar film serasa dimanjakan. Komunitas yang berisikan orang-orang yang menggemari movie, apakah dia berperan sebagai uploader maupun downloader saja. Dikatakan uploader jika dia mengorbankan waktu dan uangnya untuk mendownload sendiri movie kemudian dengan berbaik hati berbagi dengan teman di kantor dengan menaruh movie tersebut ke server. Sedangkan downloader berarti dia hanya menikmati saja movie yang sudah diunduh orang lain dan tanpa peran apapun. Film yang menjadi favorit kami lumayan bervariasi, ada film barat, film dorama (sinetron Jepang/Korea), film Asia (kungfu ataupun drama), film India, film Indonesia dan juga anime (kartun Jepang). Khusus anime ini saya pernah termasuk dalam kategori uploader.

#Film_Barat (western movies)
Dari sekian kategori movie yang ada, yang menjadi favorit dan paling banyak di upload oleh rekan-rekan di kantor adalah film barat. Sebagai downloader saya tentu saja sangat berterimakasih dengan para uploader yang rela berbagi. Namun uniknya apa yang menjadi favorit mayoritas ternyata tidak menjadi favorit saya juga. Saya tidak terlalu menyukai film barat. Meskipun dengan teknik animasi dan cerita yang dahsyat, tetap saja saya kurang tertarik. Salah satu alasan yang membuatku kurang menyukai film barat adalah teknik infiltrasi adegan sembunyi-sembunyi. Meskipun tentu tidak semua west movie selalu seperti itu. Ini yang membuat saya males.com.

Namun tidak semua film barat kemudian saya tidak suka. Ada juga yang saya suka (meski beberapa saja), salah satunya adalah film Spiderman.


Ini salah satu film barat (dari yang beberapa tadi) yang saya ikuti mulai dari Spiderman 1 sampai Spiderman 3. Alasannya : lumayan 'bersih' dan menggunakan animasi yang sangat bagus.

#Dorama
Hal yang berbeda ketika berbicara mengenai dorama. Apa itu dorama? dorama adalah drama/sinetron ala negeri Jepang dan Korea. Kalau di negeri Jepang biasa disebut J-Dorama, sedangkan K-Dorama untuk negeri ginseng Korea. Berbeda dengan film barat, film J-Dorama (setahu saya) tidak pernah dengan sengaja menyusupkan 'tema dewasa' di setiap movienya. Kalau mereka ingin membuat film yang ada tema dewasa, maka di sinopsis dan previewnya akan dijelaskan dengan gamblang bahwa ini mengandung tema nudity yang mungkin tidak cocok bagi sebagian orang (termasuk saya). Nah dengan begini kita bisa memilah-milah film mana yang cocok buat kita dan film mana yang tidak cocok.


Selain itu cerita yang ditampilkan di dalam dorama mangangkat tema yang sesuai dengan genre yang diangkat. Apakah genre family, investigation ataukah comedy. Jika anda mencari tema 'perebutan anak', 'rebutan pacar', 'rebutan harta waris' yang bahkan sampai bertele-tele, maka maaf saja tidak akan anda temui di dorama. Cerita dorama itu padat dan langsung menyentuh esensi cerita. Paling maksimal biasanya hanya 11 episode setiap movienya. Kalau ratingnya sangat tinggi, biasanya akan diperpanjang ke Season 2. Jadi kemungkinan sebelum membuat dorama, si pembuat movie sudah memikirkan matang-matang bagaimana konsep cerita yang akan ditampilkan. Jadi point dari dorama adalah inti cerita bukan hanya soal pemainnya siapa. Tidak ada istilah 'kejar tayang' di sini.

Yang menarik dari Dorama adalah kadang kita dibuat sering berpikir untuk mencerna setiap aksi tokoh di dalam film ini. Susah ditebak dan membuat semakin menarik karena akan penasaran terus hingga akhir cerita. Bahkan saya sering mempause dorama yang sedang saya tonton karena berusaha mencerna setiap cerita. Sugoi.....

Oh iya yang menarik dari Dorama di Jepang adalah keberanian (atau mungkin sudah biasa) mengangkat tema kepolisian. Bahkan banyak cerita yang mengangkat tema police dan inteligent dalam menangkap penjahat dan teroris, dikemas menarik dan sulit ditebak (membuat otak kiri saya sering bekerja).

Bagi teman-teman yang ingin mendownload film Dorama bisa berkunjung ke link ini : http://nomanymore.blogspot.com

#Sinetron
Kalau sinetron itu apa ya?? wew.. capek deh... teman-teman saja deh yang mendeskripsikan.. ^_^. Okelah sedikit saja ya : sinetron itu menurutku sering tidak punya konsep yang matang sebelum dirilis, sering kejar tayang, bertele-tele dan ini request pribadi --> terlalu terlihat takut atau enggan mengambil tema yang berlatar police or inteligent (dimana dalam Dorama atau film barat sudah biasa diangkat, padahal menurutku seru).



note :
-sugoi means amazing
 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates