Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, api semangat untuk menulis masih tetap menyala, menarikan pena melukiskan prasasti-prasasti kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Sunday, February 9, 2020

0 Perjalanan ke Negeri Switzerland : Part 2

Cerita sebelumnya ada di : Perjalanan ke Negeri Switzerland Part 1

Setelah 8 jam perjalanan di udara, pesawat jenis Boeing 777-300ER itu berhasil mendarat mulus di Bandara Internasional Dubai. Alhamdulillah, ini artinya sudah setengah perjalanan kami lalui sebelum tiba di Switzerland. Waktu menunjukkan sekitar pukul 5.30 waktu Dubai. Saat itu saya belum sholat subuh. Masih ada waktu untuk mencari mushola/tempat sholat di dalam bandara Dubai.

Dan benar saja, tak membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan mushola di dalam bandara Dubai. Bandara ini adalah salah satu bandara terbesar dan tersibuk di kawasan Timur Tengah yang juga merupakan jantung dunia Islam. Maka tak mengherankan jika kita mudah sekali menemukan tempat sholat atau mushola disini. Petunjuk-petunjuknya juga terpampang dengan jelas.

Setelah melaksanakan sholat subuh, kami segera menuju ke lokasi Gate pesawat yang akan membawa kami ke Zurich. Bandara Dubai memang luas sekali, perlu sekitar 30 menit-an untuk berjalan kaki menuju lokasi keberangkatan ke Zurich. Sebagai catatan saja, jika anda menjadikan Dubai sebagai lokasi transit, maka harap diperhatikan untuk durasi waktu transit yang cukup dalam penerbangan teman-teman. Berdasarkan pengalaman, minimal 3 jam adalah waktu yang ideal untuk keperluan transit. Kita juga punya waktu yang cukup untuk sekedar istirahat merebahkan badan yang tentu sudah pegal-pegal.

transit di Dubai
Menuju ke Gate Pesawat Emirates Dubai-Zurich

Setelah berhasil menemukan gate pesawat menuju Zurich, kami segera mencari tempat duduk yang kosong. Sejenak merebahkan badan, sesekali berbincang sambil menunggu jadwal pesawat take off.

Penerbangan Dubai - Zurich

Setelah transit sekitar 3.5 jam, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir yaitu Zurich, Switzerland. Penerbangan ke Zurich ini masih menggunakan pesawat Emirates dengan jenis pesawat Airbus A380-800. Sebuah pesawat jumbo yang memiliki ruang kabin dua tingkat.

Penerbangan Dubai Zurich dengan Emirates
Screen entertainment on-board Emirates Dubai-Zurich

Sayang sekali dalam perjalanan kali ini saya tidak mengabadikan foto menu makanan yang ada di pesawat. Entahlah, mungkin kelupaan.

Tidak seperti perjalanan sebelumnya yang mayoritas berada pada waktu malam hari, penerbangan Dubai-Zurich ini berada pada rentang waktu pagi hari hingga siang hari nanti tiba di Zurich.

6 jam perjalanan di pesawat saya habiskan dengan menonton beberapa film yang ada di screen entertainment. Film-filmnya yang disediakan pun juga cukup update. Salah satu film menarik yang saya tonton adalah The Avengers 'Endgame'.

Pegunungan Alpen
Peta Pegunungan Alpen

Setelah beberapa jam perjalanan, pesawat akhirnya melewati daerah pegunungan Alpen. Pegunungan Alpen terkenal dengan puncak-puncaknya yang penuh dengan salju, membentang dari Austria bagian timur hingga ke Perancis bagian selatan. Dari layar entertainment saya bisa melihat pegunungan putih itu. Subhanallah, indah sekali. Itu sekaligus juga menjadi tanda bahwa tidak akan lama lagi pesawat ini akan membawa kami ke tujuan akhir yaitu Zurich.

Emirates Dubai Zurich
Tiba di Zurich

Tiba di Zurich

Setelah hampir 20 jam perjalanan akhirnya kami sampai juga di Zurich. Rasanya lega sekali. Alhamdulillah. Sesaat setelah keluar dari badan pesawat dan berjalan di garbarata, kami langsung disuguhi dengan pemandangan alam negeri Swiss yang istimewa. Udara dingin khas winter juga langsung terasa. Welcome to Switzerland!

Bandara Internasional Swiss Flughafen

Suasana pesawat stabling di bandara internasional Swiss Flughafen

Keluar dari garbarata, kami berjalan santuy mengikuti papan petunjuk ke arah bagian imigrasi dan pengambilan bagasi. Rupanya kami masih harus naik kereta dalam bandara (APMS) untuk bisa ke bagian imigrasi. Setibanya di bagian imigrasi, rupanya ada hal yang cukup menarik bagi kami. Petugas imigrasi negara Switzerland ternyata sangat ramah lho ^_^. Ketika menanyai kami, mereka juga sambil memperlihatkan wajah penuh senyuman. Hal ini jauh berbeda dengan kesan petugas imigrasi yang selama ini kami temui, terkesan judes (kalau tidak mau dibilang galak) he he.

Jalan-jalan ke Biel / Bienne

Dan inilah Switzerland, negeri yang selama 12 hari kedepan akan kami tempati. Banyak cerita dan kisah akan saya bagi di dalam blog ini. Tetap nantikan ya.



Sunday, January 12, 2020

0 Perjalanan ke Negeri Switzerland

Saya ingat sekali, awal tahun lalu (akhir bulan Januari) saya ditugaskan untuk melakukan perjalanan dinas luar negeri yaitu ke Negeri Sakura. Cerita perjalanan itu sudah saya abadikan dalam tulisan Jalan-jalan ke Jepang di musim dingin. Judulnya aja yang 'jalan-jalan', padahal sebenarnya isinya adalah tugas dinas kantor namun juga sembari jalan-jalan.

Salju di Pegunungan Swiss
Pegunungan di Switzerland

Tahun belum berganti, masih di tahun 2019 saya kembali ditugaskan melakukan perjalanan dinas ke luar negeri pada awal Desember kemarin. Kali ini saya harus pergi ke Switzerland (Swiss), sebuah negara maju yang terletak di Eropa barat berbatasan dengan Jerman (di sebelah utara) dan Perancis (pada bagian selatan). Perjalanan tersebut untuk keperluan training penguasaan sebuah software. Jujur pada dasarnya saya tidak terlalu suka melakukan perjalanan jauh, apalagi harus ke Eropa yang berbeda benua. Namun disisi lain hati saya, ada juga rasa penasaran ingin sekali melihat dan merasakan bagaimana megahnya peradaban Eropa. Ditambah lagi jika kita melihat di berbagai referensi, negara Switzerland terkenal dengan keindahan panorama alamnya. Maka di dalam hati, saya berusaha bersikap dan mengkondisikan diri supaya perjalanan tersebut terasa menyenangkan dan diniatkan untuk jalan-jalan.

Saya tidak sendiri, ada 3 kawan yang akan membersamai dalam perjalanan jauh ini. Mereka adalah Rizqi, Agri dan Nala. Ketiga-tiganya juga belum berpengalaman pergi ke Eropa. Maka inilah cerita perjalanan kami. Cerita perjalanan perdana ke sebuah negeri indah bernama Switzerland.

Keberangkatan

Meskipun bukan pertama kali berangkat ke luar negeri, persiapan selalu saja menguras tenaga dan pikiran. Terlebih jika terpikir bagaimana dengan anak dan istri yang akan saya tinggal selama 2 minggu. Dulu ketika masih tinggal bersama dengan orang tua, anak-anak bisa dikondisikan dengan mudah karena ada banyak yang membantu. Kini ketika berada di rumah sendiri, maka beban itu akhirnya menumpuk ke satu orang saja, yaitu istri saya. Bismillah, saya hanya berdoa semoga dimudahkan dan dilancarkan semuanya.

Pernak-pernik kebutuhan di Swiss juga harus disiapkan. Hal-hal kecil tapi penting dan perlu dipikirkan. Berapa baju yang dibawa, bagaimana dengan jaket tebal & baju penghangat (long john) untuk menghadapi musim dingin, tidak lupa bagaimana dengan makanan dan obat-obatan pribadi. Itu juga belum termasuk dengan Visa, pemesanan hotel dan tiket pesawat. Saya tidak akan menceritakan detil hal-hal tersebut. Anggap semua persiapan tadi sudah selesai dan kini waktunya untuk keberangkatan. Yeayy.

Hari itu Jum'at, 6 Desember 2019 sore hari (selepas ashar), hujan deras sedang mengguyur kota Madiun dan sekitarnya. Posisi saya masih berada di kantor, sedang bersiap untuk pulang ke rumah karena nanti malamnya sudah harus berangkat ke Jakarta. Jadwal pesawat kami ke Swiss yaitu pada hari Minggu 8 Desember 2019 pukul 00.15 WIB (dini hari). Saya mulai gelisah, jam di tangan sudah menunjukkan pukul 16.30 WIB. Jadwal kereta ke Jakarta pukul 19.40. "Ya Allah, semoga hujan ini segera reda", doa saya ketika itu.

Ketika Hujan Bercerita
Saat menuju lokasi parkiran, masih hujan deras

Singkat cerita akhirnya hujan mulai agak reda dan saya nekat pulang ke rumah dalam kondisi masih hujan meski tidak terlalu deras. Istri sudah menunggu di rumah dengan was-was. Dengan agak terburu-buru saya bergegas mandi dan setelah itu bersiap menyantap makanan yang sudah disiapkan. Istri pasti sudah menyiapkan makanan ini dengan sepenuh hati. Makanan terakhir sebelum kita berpisah puluhan ribu kilometer. Saya tidak boleh menyia-nyiakannya.

Beberapa saat kemudian Bapak sama Ibu datang. Memang sebelumnya saya meminta tolong kepada mereka untuk ikut mengantar ke stasiun. Alasannya sederhana, saya akan melakukan perjalanan yang sangat jauh dan saya ingin dilepas oleh mereka hingga saat terakhir meninggalkan Madiun.

Sesampainya di Stasiun Madiun saya segera menurunkan koper dan mencari tempat duduk. Sambil ngobrol, saya tolah-toleh (clingak-clinguk) mencari rekan seperjalanan. Sepertinya saya yang datang paling duluan. Saya mengecek HP, ada beberapa WA masuk, rupanya mas Agri juga sudah datang. Dalam pesan WA-nya, dia izin mencetak tiket dan boarding duluan. Saya mencetak tiket sisanya sambil duduk kembali menanti rekan-rekan yang lain. Masih ada sekitar 15 menit sebelum keberangkatan kereta.

Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya semua sudah berkumpul. Dengan membesarkan hati, saya mulai berpamitan dengan keluarga tercinta. Kini saatnya meninggalkan mereka, menuju ke sebuah negeri yang jauh. Dalam hati, 'Doakan saya'.

Perjalanan Jakarta-Swiss

Setelah perjalanan selama 10 jam di kereta kami akhirnya sampai di Jakarta. Hari itu Sabtu 7 Desember 2019. Masih ada waktu seharian sebelum jadwal keberangkatan pesawat kami. Kami memilih menghabiskan waktu seharian di Mess. Melihat-lihat kembali isi koper, apabila masih ada yang belum ada, maka masih ada kesempatan untuk menyiapkannya.

Pesawat yang akan kami naiki adalah Emirates. Itupun setelah melihat beberapa opsi yang ada. Adapun 3 kriteria yang kami gunakan adalah yang track record-nya bagus, paling murah, dan jadwalnya sesuai. Ada pilihan lain yaitu Qatar Airways, namun jadwalnya tidak enak. Ada juga Turkish Airline, namun harganya sudah mahal. Pilihan lainnya ada juga Thai Airways, namun lokasi transitnya adalah Thailand, maka bisa dibayangkan perjalanan panjang dari Thailand langsung ke Switzerland yang memakan waktu 12 jam. Saya tidak terlalu nyaman berada di pesawat selama itu. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, kami mantab memilih Emirates dengan lokasi transit di Dubai, Uni Emirat Arab.

Emirates

Waktu yang dinantipun datang juga. Sekitar pukul 19.00 WIB selepas Isya', kami berangkat dari Mess menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan menggunakan Grab. Untuk penerbangan internasional, usahakan datang di bandara 3 jam sebelum take-off. Mottonya adalah 'lebih baik menunggu agak lama di bandara daripada ketinggalan pesawat'.

Penerbangan pertama Jakarta-Dubai
Ini sedikit kepingan memori saat naik Emirates Jakarta Dubai.

Screen entertainment on-board Emirates

Jakarta-Dubai berjarak 4182 miles yang akan ditempuh dalam waktu sekitar 8 jam. Untung waktunya di malam hari, jadi saya akan menghabiskan waktu di pesawat dengan tidur. he he.

Menu makanan di Emirates, lezaat dan halal

Sesaat setelah take-off dan mencapai ketinggilan 35.000 feet, kru kabin mulai bersiap untuk membagikan makanan. Saya baca di brosur makanan yang dibagikan, menunya sangat menggugah selera. Meski sudah ngantuk, saya usahakan untuk tetap terjaga hingga makanan dibagikan.

Salah satu kenyamanan di pesawat Airline Timur Tengah adalah menu makanannya yang halal. Jadi kita tidak perlu ragu-ragu untuk menyantap makanan apapun di pesawat ini.

To be continued ...




Wednesday, December 25, 2019

0 Taman Safari Indonesia 2 Prigen

"Kalau kamu merasa tahu segalanya, pergilah traveling maka kamu akan menemukan hal baru yang belum kamu tahu".
- anonymous

Beberapa waktu yang lalu saya sekeluarga berkesempatan untuk berkunjung ke Taman Safari Indonesia 2 Prigen, Pasuruan. Sebenarnya ini bukan agenda khusus liburan keluarga sih, hanya sekedar memanfaatkan kesempatan yang ada. Ceritanya, rombongan SD kelas 6 tempat istri saya mengajar akan mengadakan rekreasi tahunan ke Taman Safari Prigen. Nah ternyata, pesanan bus untuk acara rekreasi tersebut masih terdapat beberapa slot seat yang kosong. Akhirnya istri mengajak saya dan anak-anak untuk ikut serta dalam rombongan itu. Pikir saya, wah kebetulan sekali, apalagi saya sendiri belum pernah berkunjung kesana.

Rekreasi ke Taman Safari Indonesia 2 Prigen
Taman Safari Indonesia 2

Awalnya saya berpikir bahwa konsep taman safari ini mirip dengan kebun binatang biasa yang selama ini pernah saya kunjungi. Di kebun binatang, kita biasanya akan diperlihatkan beraneka ragam hewan langka yang dilindungi. Kita juga biasanya diberi kesempatan untuk memberi makan hewan-hewan langka tersebut. Namun ternyata saya salah. Taman Safari Prigen benar-benar menyajikan konsep yang berbeda dan mampu memberikan kesan mendalam bagi para pengunjungnya. Ingin tahu seperti apa? Yuk tetap simak perjalanan saya dan keluarga di Prigen kali ini.

Rekreasi ke Taman Safari Prigen
Pintu Gerbang Selamat Datang

Perjalanan ke Lokasi Wisata

Rombongan bus berangkat dari lokasi SD di Kawedanan selepas sholat subuh. Saya sekeluarga memilih untuk menunggu di depan Rumah Sakit Islam Madiun. Sebenarnya tidak hanya keluarga saya yang menunggu di lokasi ini, ada juga keluarga mas Yudi (rekan istri mengajar di SD) yang juga memilih menunggu di depan RSI Madiun. Alasannya sederhana, titik ini lebih dekat dengan rumah kami.

Setelah sekitar 30 menit menunggu, akhirnya mini bus (elf) tiba juga di lokasi tempat kami menunggu. Ada 2 bus yang mengantar rombongan kami dalam rekreasi kali ini. Bus pertama adalah bus berukuran besar dengan kapasitas 50 tempat duduk, diisi oleh rombongan anak-anak kelas 6 bersama beberapa guru. Sedangkan bus kedua adalah bus mini (jenis Elf) dengan kapasitas 20 tempat duduk. Bus elf ini diisi oleh beberapa guru dan keluarga yang ikut, termasuk saya di dalamnya.

Masuk ke dalam bus, langsung disambut dengan lantunan lagu dangdut koplo membahana. Lampu interior bus juga unik, kelap kelip lampu disko semakin membuat wah suasana. Ha ha, sejenak kita menjadi anak bus dulu ya. Kalau dah di dalam bus, nggak ngoplo nggak asyik. Setelah semua sudah siap, bus mulai bergerak santuy menuju gerbang tol Madiun.

Setelah sekitar 3 jam perjalanan, akhirnya rombongan kami tiba di Pasuruan. Rombongan bus berhenti di rumah makan Resto Jatiarjo untuk sarapan.

Sarapan di Resto Jatiarjo Prigen
Rumah Makan Resto Jatiarjo, Pasuruan

Resto Jatiarjo Pasuruan
View Resto Jatiarjo yang berada di samping lembah

Segelas Teh Hangat
Segelas Teh Hangat

Sebenarnya suasananya cocok banget buat ngopi. Tapi rasanya kok ndak enak kalau tiba-tiba di tengah-tengah menikmati kopi, rombongan tiba-tiba harus berangkat. Apalagi saya suka lama kalau sudah menikmati kopi. Jadi keinginan ngopi saya tunda dulu hingga menemukan waktu yang cocok.

Setelah menikmati sarapan, rombongan mulai meninggalkan lokasi sarapan dan bergerak ke tempat wisata.

Memasuki Taman Safari Prigen

Dari rumah makan Jatiarjo, bus bergerak naik ke daerah perbukitan dimana lokasi wisata berada. Hingga akhirnya bus berhenti di lokasi dimana kita harus membeli tiket masuk. Harga tiket masuk per orang adalah 150.000,-.

Gelang tiket Taman Safari Prigen
Gelang Tiket Badak

Setiap orang yang masuk ke dalam area wisata Taman Safari harus memakai gelang tiket. Setiap gelang tiket memiliki warna yang berbeda sesuai dengan fungsinya. Gelang tiket warna merah seperti foto diatas adalah jenis tiket Badak. Ada lagi jenis tiket Rusa (warna hijau). Aneka fungsi dari warna gelang tiket bisa dilihat di foto berikut ini.

Jenis Gelang Tiket Taman Safari Prigen
Jenis Tiket Taman Safari Prigen

Setelah mendapatkan gelang tiket, kami mulai memasuki area Taman Safari dengan tetap menggunakan bus. Pertama kami disuguhkan beberapa hewan herbifora yang berkeliaran di hutan.

Rusa Taman Safari Prigen
Ini Rusa bukan?

Zebra Taman Safari Prigen
Zebra - juventus

Badak Taman Safari Prigen
Badaknya gemuk ya

hewan langka di Taman Safari Prigen
Kalau ini hewan apa ya?


Berbagai Ragam Atraksi Spektakuler

Menurutku inilah bagian paling menarik dan spektakuler dari Taman Safari Prigen. Kita bisa melihat berbagai atraksi fauna yang ada di taman safari ini mulai dari gajah, lumba-lumba, harimau dan beraneka burung yang cantik.

To Be Continued...




Saturday, November 16, 2019

0 Daftar Anime Terbaik 2019

Berikut ini adalah anime-anime terbaik yang saya ikuti sepanjang tahun 2019 ini. Sebagian diantaranya mungkin adalah anime favorit teman-teman semua. Saya akan urutkan dari anime yang cukup bagus hingga yang paling istimewa yang menduduki peringkat pertama. Tak perlu berlama-lama, berikut ini adalah daftarnya. Check this out.

5. Black Clover

Peringkat nomor 5 adalah anime berjudul Black Clover. Mengisahkan anak bernama Asta yang hidup di dunia dimana kemampuan dan kekuatan sihir itu menjadi hal yang biasa. Namun takdir berkata lain, Asta sama sekali tidak memiliki bakat sihir sedikitpun di dalam tubuhnya. Padahal mayoritas manusia di dunia black clover pasti memiliki sihir. Meskipun begitu, Asta sejak kecil bercita-cita ingin menjadi seorang Kaisar Sihir. Kaisar Sihir adalah orang yang paling kuat dan dihormati di dunia black clover. Ia adalah pemimpin dari para ksatria sihir yang bertugas untuk melindungi kerajaan clover.

Anime Terbaik Black Clover
Black Clover

Di anime ini kembali kita ditunjukkan pertarungan antara bakat alami dan kerja keras. Asta yang tak punya bakat sedikitpun tentang sihir ingin menjadi seorang kaisar sihir. Di sisi lain, sahabatnya yaitu Yuno memiliki bakat yang luar biasa dalam hal sihir. Mereka berdua menjadi rival abadi dan sama-sama ingin menjadi sosok tertinggi dalam tingkatan ksatria sihir yang dikagumi oleh seluruh penduduk negeri kerajaan Clover. Cerita semakin menarik ketika Asta tiba-tiba mendapatkan pedang anti sihir. Ia tak punya bakat sihir, tapi bisa mengalahkan musuh-musuhnya dengan pedang anti sihir.


Nomor 4 : Kimetsu no Yaiba

Peringkat 4 saya berikan ke anime Kimetsu no Yaiba. Bercerita tentang petualangan seorang anak bernama Kamado Tanjirou dalam membasmi iblis (Oni). Cerita berawal ketika keluarganya dibantai oleh Oni yang menewaskan hampir seluruh keluarganya. Yang tersisa adalah adiknya yang bernama Nezuko yang sudah berubah menjadi iblis Oni. Demi ingin menyelamatkan Nezuko yang kini berubah menjadi Oni, takdir membawa Tanjirou menjadi seorang pendekar pemburu iblis dan bertekad ingin mengembalikan Nezuko menjadi manusia kembali.

Anime terbaik Kimetsu no Yaiba
Kimetsu no Yaiba

Untuk menjadi pendekar pemburu iblis, Tanjirou berguru kepada Urokodaki Sakonji setelah mendapat petunjuk dari Tomioka Giyu (seorang pendekar pemburu iblis yang hampir salah paham ingin membunuh adiknya yang berubah menjadi Oni). Setelah menguasai 10 jurus water style yang diajarkan oleh Urokodaki, perjalanan Tanjirou memburu sang raja iblis Kibutsuji Muzan dimulai. Muzan adalah makhluk yang paling bertanggung jawab atas perubahan wujud adiknya yang kini menjadi Oni.


Nomor 3 : Boku no Hero Academia

Peringkat ketiga saya berikan pada anime berjudul Boku no Hero Academia. Bercerita tentang seorang anak bernama Midoriya Izuku atau biasa dipanggil Deku yang tak memiliki bakat kekuatan atau disebut Quirk. Namun takdir menggiringnya bertemu dengan pahlawan nomor satu bernama All Might. Karena kondisi fisiknya yang semakin melemah, All Might kemudian menurunkan kekuatannya kepada Deku. Deku yang awalnya tak memiliki bakat Quirk apapun, kini berubah menjadi bocah yang memiliki potensi menjadi pahlawan super nomor 1 dunia.

Anime terbaik Boku no Hero Academia
Boku no Hero Academia

Masalah terjadi saat tubuhnya tak bisa menerima langsung kekuatan All Might. Maka proses bertahap dalam menerima kekuatan All Might ini menjadikan cerita anime ini semakin menarik. Belum termasuk ketika ia harus berhadapan dengan aliansi penjahat yang berusaha untuk menguasai dunia.


Nomor 2 : DR. Stone

Peringkat dua jatuh pada anime berjudul DR. Stone. Anime ini pertama kali rilis pada bulan Juli 2019. Bercerita tentang seorang bocah super jenius bernama Senku Ishigami yang sangat tertarik dengan dunia sains atau ilmu pengetahuan. Namun tiba-tiba saja tanpa ada sebab musabab, kejadian aneh terjadi. Sebuah cahaya yang sangat terang tiba-tiba menyinari bumi dan mengakibatkan seluruh manusia tanpa kecuali yang berada di bumi berubah menjadi batu. Kehidupan modern langsung terhenti, bumi dipaksa kembali ke zaman batu. Hanya hewan dan tumbuhan yang hidup dan itu berlangsung hingga beberapa ribu tahun kemudian.

anime Dr Stone
Dr Stone

Setelah 3700 tahun, Senku berhasil kembali menjadi manusia. Tak hanya dia, rekannya bernama Taiju juga berhasil berubah menjadi manusia. Berdua, mereka berusaha menjadikan zaman batu ini kembali ke abad modern seperti sedia kala. Namun usaha itu menjadi berat tatkala secara tak sengaja mereka menghidupkan manusia perkasa bernama Tsukasa. Tsukasa tidak sependapat bahwa dunia harus kembali ke zaman modern yang menurutnya penuh dengan kebusukan. Tsukasa ingin tetap menjadikan dunia seperti zaman batu ini. Ia pun mendirikan kerajaan sendiri yang terbebas dari kemajuan teknologi.

Cerita pun menjadi semakin menarik tatkala Senku juga ingin mendirikan kerajaan Sains. Pertarungan antara kerajaan Sains dan kerajaan Keperkasaan dimulai.


Nomor 1 : One Punch Man

Dan inilah anime yang menduduki rangking pertama sepanjang tahun 2019, One Punch Man. Berkisah tentang seorang pemuda bernama Saitama yang dianugrahi kekuatan yang luar biasa. Tidak ada satupun musuh yang bisa mengalahkan dia. Perbedaan level kekuatan antara dia dengan seluruh musuh-musuhnya sungguh terlalu jauh. Hal itu juga berlaku bagi rekan-rekannya sesama pahlawan. Ketika rekannya begitu kesulitan menghadapi monster, maka dengan satu pukulan, Saitama mampu menghancurkan monster tersebut.

Itulah asalan kenapa anime ini berjudul One Punch Man, karena dengan sekali pukul sang musuh langsung hancur. Bagi monster, menantang Saitama berarti sama saja ia sedang menggali kuburnya sendiri.

Anime Terbaik 2019
Saitama - One Punch Man

Namun sayangnya, dia tidak terkenal. Hanya sedikit orang saja yang berhasil mengetahui kekuatan aslinya. Setiap ia berhasil mengalahkan monster, ada saja kejadian yang membuat kemenangan itu malah diklaim oleh pahlawan lain. Asosiasi pahlawan pun hanya menempatkan Saitama pada kelas C, sedangkan muridnya sendiri yaitu Genos berada pada kelas tertinggi, kelas S.

***

Kalau menurut teman-teman sendiri, anime apakah yang terbaik di sepanjang tahun 2019? Tulis komentar dibawah ya.



Total Pengunjung

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates