Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, api semangat untuk menulis masih tetap menyala, menarikan pena melukiskan prasasti-prasasti kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Monday, June 3, 2019

0 [Pengalaman] Lenovo Thinkpad X240 Tidak Menyala, Bagaimana Solusinya?

Beberapa waktu yang lalu istri meminjam Laptop untuk belajar membuat sparkol video scribe untuk tugas kuliahnya. Bagi yang belum tahu, sparkol video scribe adalah sebuah aplikasi video desain animasi yang memperlihatkan sebuah tangan yang seolah-olah sedang menggambar atau menulis yang berlatarkan sebuah kanvas putih. Bagi yang penasaran dengan video scribe itu seperti apa, silahkan buka channel Youtube dan masukkan kata kunci semisal saja 'video scribe', maka anda akan menemukan banyak contoh video animasi yang saya maksudkan. Untuk diketahui, bahwa aplikasi Video Scribe ini ternyata berbayar dan hanya diberikan masa percobaan (trial) gratis selama 1 minggu saja dihitung mulai anda mendaftar (register) pertama kali.

Sparkol Video Scribe
Contoh Video Scribe

Nah ceritanya, setelah digunakan untuk mengedit aplikasi video scribe tersebut, entah kenapa tiba-tiba laptop saya mendadak mati. Saya coba nyalakan lagi dengan menekan tombol power ON, namun tidak berhasil. Rasa panik mulai menyergap. Apa mungkin karena terlalu banyak membuka aplikasi ya? sehingga memory-nya kurang dan kemudian mati. Ataukah, karena baterainya rusak? atau ada yang korslet? berbagai macam kemungkinan penyebab kerusakan mulai menggelayut di kepala. Kepanikan pun mulai menjadi-jadi. Oh iya jenis laptop saya adalah Lenovo Thinkpad X240

laptop lenovo thinkpad x204 tidak mau menyala
Laptop Lenovo Thinkpad X240

Tidak mau berputus asa, saya mulai berpikir dan mencari cara bagaimana caranya agar laptop saya bisa menyala kembali. Kecurigaan pertama saya adalah mungkin baterai-nya rusak. Ok, saya pun mulai melepas baterai dan hanya menghubungkan laptop dengan charger saja. Setelah saya tekan tombol ON, sayangnya laptop tetap tidak mau menyala. Hasil percobaan pertama berakhir gagal. Saya terus mencari berbagai solusi yang ada di internet, berharap bisa menemukan cara secepatnya. Ah, rasanya malas sekali kalau harus membawanya ke tempat service laptop. Belum terkait biaya yang harus saya keluarkan untuk servis tersebut.

thinkpad X240 tidak bisa menyala
Thinkpad X240 Tidak Mau Menyala

Solusi : Hard Reset

Setelah mencoba berbagai cara dan gagal, akhirnya saya menemukan solusi terakhir yang patut untuk dicoba. Namanya adalah hard reset.

Cara melakukan hard reset terbilang sangat sederhana. Silahkan lepas baterai dan jangan sambungkan charger ke laptop. Kemudian balik laptop dan lihat pada bagian belakang laptop. Cari lubang kecil yang digunakan untuk hard reset di bagian belakang laptop. Silahkan lihat foto di bawah ini.

hard reset Thinkpad X240
Lokasi Tombol Reset Thinkpad X240

Setelah mengetahui posisi lubang untuk melakukan hard reset, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini :
  • Pastikan laptop sudah benar-benar kondisi shut down. Agar lebih yakin, tekan tombol power selama 10 detik, dan pastikan charger tidak dalam kondisi tersambung. Jika laptop tidak ada tanda-tanda menyala, maka sudah dipastikan kondisinya benar-benar mati.
  • Setelah dipastikan laptop dalam kondisi mati, langkah berikutnya adalah pastikan lagi baterai juga tidak dalam kondisi terpasang dan lepas charger dari laptop.
  • Gunakan jarum atau peniti atau alat kecil yang lain untuk menekan tombol reset. Lakukan proses ini selama kurang lebih 5 detik.
  • Setelah proses hard reset sudah dilakukan, silahkan sambung kembali charger ke laptop dan nyalakan laptop seperti biasanya.
Jika permasalahan laptop anda sama dengan laptop saya, maka dengan cara diatas insyaAllah laptop akan kembali menyala normal seperti sedia kala. Proses hard reset ini tidak akan menghilangkan setingan BIOS dan tidak menghapus data-data di laptop kita.

Yup, demikian sedikit sharing saya tentang bagaimana jika laptop Lenovo Thinkpad X240 tidak mau menyala dan bagaimana solusinya. Selamat mencoba dan semoga berhasil.


Saturday, April 6, 2019

0 Jalan-jalan ke Shenzhen, Cara Menuju Masjid Mei Lin (Masjid Shenzhen) dengan Subway

Masih melanjutkan kisah perjalanan beberapa bulan yang lalu ke Shenzhen, China. Memasuki hari ketiga, kami memiliki agenda yang cukup spesial yaitu jalan-jalan ke masjid terbesar di kota Shenzhen yaitu masjid Mei Lin. Sebenarnya kami tidak hanya sekedar jalan-jalan saja sih, tetapi hari itu kebetulan hari Jum'at, jadi kami ingin melaksanakan ibadah sholat Jum'at di masjid tersebut. Jarak antara hotel dengan masjid Mei Lin terbilang cukup jauh yakni sekitar 40 km. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat kami untuk pergi kesana.

Sebelumnya, aku sudah membaca beberapa referensi di internet tentang bagaimana cara menuju masjid Mei Lin dengan transportasi kereta / Subway. Di youtube bahkan terdapat beberapa Vlog yang bercerita tentang bagaimana caranya naik metro menuju masjid Mei Lin. Berbekal info-info tersebut, kamipun nekat dengan naik subway kesana.

Rencana Naik Subway ke Masjid Shenzhen

Sebenarnya Rainbow menawarkan untuk mengantar kami ke masjid Mei Lin menggunakan mobil, namun aku menolaknya karena kami ingin merasakan pengalaman sendiri menjajal kereta Metro/Subway di negeri tirai bambu ini. Melihat aku bersikeras seperti itu, akhirnya Rainbow malah berbaik hati, dia menawarkan untuk menemani kami pergi naik kereta. Dalam hati, wah kebetulan juga nih karena kami juga kurang mengerti bagaimana prosedur naik kereta Subway.

stasiun Tangwei di Shenzhen
Stasiun Tangwei

Lokasi hotel tempat kami menginap memang cukup dekat dengan stasiun Subway. Dari hotel, hanya dengan berjalan 200 meter saja kami sudah sampai di stasiun Tangwei. Kalau diamati, stasiun ini seperti membelah jalan raya. Namun meski begitu, ia sama sekali tidak mengganggu lalu lintas kendaraan yang melewatinya, karena posisinya yang berada di atas (elevated).

Pintu Masuk Stasiun Tangwei di Shenzhen
Pintu Masuk Stasiun Tangwei

Kami bertiga mulai memasuki stasiun Tangwei. Suasana di stasiun tidak terlalu ramai, mungkin karena saat ini tidak pada jam sibuk. Stasiun Tangwei ini berada pada Line 11 yang menghubungkan Futian (daerah selatan kota Shenzhen) ke Bitou (daerah utara Shenzhen). Karena terlalu asyik menikmati pemandangan sekitar, agak kaget ketika Rainbow tiba-tiba memberikan kode ke kami, mengajak kami bergegas ke lokasi pembelian tiket. Kita kemudian dibawa mendekat ke beberapa mesin pembelian tiket.

Subway jalur Futian ke Bitou
Informasi Line 11, arah Futian ke Bitou

Cara Naik Kereta Subway

Rainbow dengan sigap mengajari kami bagaimana membeli tiket kereta Subway di mesin pembelian tiket. Sebenarnya caranya cukup gampang lho. Petunjuknya pada layar/monitor juga bisa kita atur dengan menggunakan bahasa Inggris. Tentukan dulu kita ingin pergi kemana, kemudian mesin secara otomatis akan menghitung berapa harga yang harus dibayar. Kemudian ketika harga sudah tertera pada monitor, kita disuruh untuk memasukkan uang ke dalam mesin tersebut dengan nilai yang sama atau lebih dari nominalnya. Jika uang kita lebih besar dari nominal yang harus dibayar, maka kita akan mendapatkan uang kembalian.

Koin Tiket Kereta Subway di Shenzhen China
Cara Membeli Tiket Subway, Dapat Koin

Setelah mendapatkan koin dari mesin loket pembelian, kami bergegas menuju ke boarding pass. Koin yang sudah kami dapatkan tadi digunakan untuk proses boarding pass ini. Masukkan koin ke dalam mesin boarding pass, maka palang pintu akan terbuka dan kita diizinkan untuk masuk ke dalam area stasiun. Ini mirip dengan sistem kartu KRL / eMoney di Jakarta, atau kartu Suica atau Pasmo di Jepang. Yaa bedanya hanya bentuk dan mekanisme pembeliannya saja.

Koin Subway Metro di Shenzhen
Koin untuk naik Subway

Di jam-jam sibuk, subway beroperasi dengan interval 5 menit sekali atau bahkan bisa kurang dari itu. Sedangkan pada jam-jam santai, subway bisa lewat setiap 10-15 menit sekali.

Setelah dari boarding pass, kami segera menuju ke tempat pemberhentian subway. Tak menunggu lama, akhirnya subway yang dinanti datang juga. Kami segera masuk, berebutan dengan orang-orang mencari tempat duduk. Sebelumnya kami sudah mempelajari peta jalur subway yang beroperasi di seluruh kota Shenzhen. Peta ini cukup mudah didapat di internet. Setelah mempelajari di malam sebelumnya, kami yakin dan paham dimana kita harus ganti line, dan rute mana yang paling cepat menuju Stasiun Mei lin, lokasi masjid terbesar di kota Shenzhen.

naik subway di shenzhen
Suasana di Dalam Subway

Tiba di Stasiun Mei Lin

Setelah sekitar 1,5 jam lamanya kami berada di dalam subway, akhirnya kami sampai juga di stasiun Mei Lin. Aku melirik jam di pergelangan tangan, rupanya sudah jam 11.45 waktu setempat. Kita harus bergegas. Namun, kita masih bingung harus keluar dari pintu yang mana. Ada pintu utara dan pintu selatan, yang mana? Kalau berdasar referensi yang kita dapat, untuk bisa mencapai masjid Shenzhen hanya perlu berjalan kaki beberapa meter saja dari stasiun Mei Lin.

Mataku mulai menyapu ke segala arah di stasiun ini. Karena dekat dengan masjid Mei Lin, harusnya kita bisa menemukan orang-orang muslim disini. Dan benar saja, banyak orang berpenampilan muslim bergerak ke satu arah yang sama. Ah, tinggal mengikuti orang-orang ini, pastinya kita akan menemukan masjid Mei Lin Shenzhen.

Exit B di stasiun Mei Lin ke Masjid Shenzhen
"Exit B", Arah Menuju Masjid Shenzhen

Kami terus mengikuti beberapa orang berpenampilan muslim di stasiun Mei Lin berjalan keluar dari stasiun. Seperti pada foto diatas, arah keluar mereka juga pada jalur "Exit B". Beberapa menit setelah keluar dari stasiun dan menyapu pandangan ke segala arah, akhirnya kami menemukan lokasi masjid Shenzhen. Subhanallah, masjidnya besar sekali.

Berjalan Mengikuti Saudara Muslim dari China

Inilah masjid Shenzhen
Penampakan Masjid Shenzhen

Waktu sudah mendekati pukul 12 siang. Kami berpamitan sebentar dengan Rainbow, dan bersepekat ia akan menunggu kami menjalankan sholat Jum'at hingga selesai. Dia akan menunggu di depan restoran tak jauh dari lokasi masjid dan akan bertemu kembali untuk makan siang bersama.

Memasuki Masjid Shenzhen

Setelah kami berpamitan sebentar dengan Rainbow, kami berjalan menuju pelataran masjid Shenzhen. Namun rasanya kok agak aneh ya, tidak terlihat banyak orang yang masuk ke masjid ini? beberapa orang berpenampilan muslim dari stasiun Mei Lin tadi juga tidak langsung masuk ke dalam masjid. Mereka malah berjalan menuju area food court yang lokasinya berada tak jauh dari masjid. Sepertinya mereka sedang mencari makan siang. Dalam batin aku berpikir, apa aku salah jadwal ya?

Kamipun mulai mendekati pintu masuk masjid. Tidak seperti masjid-masjid yang ada di tanah air, kita disini diharuskan untuk melewati pengecekan metal detector seperti yang terdapat di bandara-bandara. Wah pikirku, mungkin ini diakibatkan karena jumlah muslim disini adalah minoritas. Selain itu, stigma negatif terhadap Islam di level internasional juga masih terus berhembus. Setelah melewati pemeriksaan metal detector, kami melanjutkan langkah menyusuri tangga. Lokasi masjid berada di lantai 3.

suasana di dalam masjid shenzhen


Alhamdulillah, akhirnya kami sampai juga di ruangan masjid Shenzhen. Sangat besar dan megah. Beberapa orang terlihat melakukan sholat sunnah dan membaca Al-Qur'an. Ah, sepertinya sholat Jum'at belum dimulai. Kamipun langsung menyesuaikan diri, segera mengambil air wudhu dan kembali masuk ke dalam ruangan masjid. Larut dalam suasana khusyuk.

---END---



Saturday, January 5, 2019

2 Desaku yang Kucinta

Biasanya satu minggu sekali aku menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah ibuku yang letaknya sekitar 8 kilometer dari tempat tinggalku yang sekarang ini. Nah, satu hal yang paling aku sukai ketika berkunjung ke rumah ibuku adalah saat aku melewati beberapa hamparan sawah yang begitu indah. Ia layaknya hamparan permadani berwarna hijau yang menyejukkan mata.

Enaknya hidup di desa ya seperti ini. Seringkali menjumpai pemandangan sawah seperti itu. Meski seringkali melihat, namun aku tetap tak pernah bosan memandanginya. Seringkali aku menghentikan sepeda motorku untuk sejenak menikmati pemandangan itu.

pemandangan sawah di desa
Hamparan Permadani Hijau di Ujung Senja

Tak selalu, ketika padi masih berwarna hijau. Namun saat sawah masih musim tanam pun, tetap menjadi hiasan yang memanjakan mata. Ini adalah salah satu angerah dari Allah Azza wa Jalla yang jarang kita syukuri. Dulu saat aku masih kecil, sering menghabiskan waktu bersama kawan-kawan untuk mencari belut di sawah. Terkadang, kenangan itu terlintas di pikiran begitu saja saat melewati sawah yang masih belum ditanami padi seperti berikut ini.

bermain belut di sawah
Sawah Saat Musim Tanam

Waktu boleh saja berlalu, tetapi kenangan akan tetap ada dengan ceritanya masing-masing. Entah itu kenangan baik atau itu buruk. Kitalah yang memilih untuk meresponnya seperti apa. Akan tetap larut dengan kesedihan, atau belajar dari kenangan itu untuk kemudian melangkah jauh ke depan berbekal dari pengalaman yang ada. Itulah inspirasi yang bisa kita ambil dari pemandangan sawah. Sederhana memang, namun bisa jadi bermakna.

Ah, jadi teringat dengan lagu anak-anak yang sampai kini masih terdengar indah di telinga. Judulnya, Desaku yang Kucinta. Liriknya bagus dan mengundang anak-anak untuk bernyanyi dengan ceria.
Desaku yang kucinta, pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda, dan handai taulanku
Tak mudah kulupakan, Tak mudah bercerai
Selalu ku rindukan, desaku yang permai


Lagu itu benar-benar menggambarkan bahwa hidup di desa itu menyenangkan. Meski banyak orang pergi dari desa untuk mencari pekerjaan di kota, mereka akan tetap merindukan suasana desa. Mereka akan tetap mencintai desanya, sampai kapanpun.

Desaku, keindahanmu tak akan pernah pudar. meski wajah-wajah datang dan pergi silih berganti, namun pesonamu abadi.

If you truly love nature, you’ll find beauty everywhere.
-Van Gogh

***
Membersamai Secangkir Kopi
Di Sebuah Desa Kecil,
Pinggiran Kabupaten Magetan.



Tuesday, January 1, 2019

0 Cara Mengecek Broken Link pada Blog atau Website

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah postingan yang cukup menarik di Facebook dengan akun 'Dian Umbara'. Mungkin sudah pada tahu dong siapa itu mas Dian Umbara? Nah bagi yang belum tahu, dia adalah salah satu blogger yang cukup terkenal dan sukses di Indonesia. Bahkan di akun Facebooknya, dia pernah memperlihatkan hasil jerih payahnya sebagai blogger berupa tumpukan uang yang begitu banyak di meja. Ia mengaku tumpukan uang itu berasal dari Google Adsense. Itu belum dari hasil yang lain semisal Affiliate Marketing atau yang lainnya. Satu pesan spesial yang saya ambil dari postingannya kemarin adalah tentang cara merawat blog atau website. Mari sejenak kita simak pernyataannya berikut ini :
"Ciri blog yang sehat adalah tidak ada broken link-nya. Analoginya adalah saat kita sedang berada di jalan, kemudian ada petunjuk jalan menuju taman bunga. Setelah kita ikuti petunjuk tersebut, ternyata malah jalan buntu. Tentu kita akan kecewa bukan? Begitu juga dengan aktivitas blogging. Saat Google menemukan banyak link yang rusak pada sebuah blog atau website, maka hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap posisi SERP. Google pun tak segan-segan menilai blog kita tidak bermutu. Maka, rawatlah blogmu seperti engkau merawat makhluk hidup atau benda mati yang lainnya".
Cara merawat blog dengan mengecek broken link pada blog
Mari Rawat Blog Sepenuh Hati

Cara Mengecek Broken Link

Trus bagaimana caranya mengecek blog yang mengandung link atau tautan yang rusak (atau broken link)? Setelah berselancar di Google, akhirnya saya menemukan beberapa cara yang bisa dicoba dan akan saya share pada postingan kali ini. Dan berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengecek broken link pada sebuah blog atau website.
  • Cara Manual, Cek Satu per Satu
  • Cara paling tradisional adalah dengan mengecek satu per satu semua link yang ada di seluruh postingan di blog kita. Silahkan cari link yang mengarah ke halaman error alias link rusak. Jika sudah ketemu, maka silahkan dihapus atau ganti link tersebut dengan link yang benar. Tentu menggunakan cara ini sangatlah tidak praktis. Butuh waktu yang lama untuk melakukannya. Waktu kita akan habis untuk sebuah proses yang tidak efektif. Maka, jelas cara ini tidak akan saya rekomendasikan.

  • Memanfaatkan Situs : brokenlinkcheck [dot] com
  • Dengan bantuan situs brokenlinkcheck [dot] com, kita dengan mudah bisa mengetahui link / tautan yang rusak. Caranya sangat mudah. Pertama-tama kunjungi dulu situs brokenlinkcheck[dot]com, kemudian masukkan alamat blog yang akan kita cek. Silahkan lihat contoh di bawah ini.

    Cara mengecek broken link dengan brokenlinkcheck dot com
    Langkah Pertama di brokenlinkcheck[dot]com

    Setelah memasukkan alamat blog kita, maka langkah berikutnya adalah tekan tombol find broken links. Maka beberapa detik kemudian kita akan dibawa ke halaman berikutnya untuk memasukkan security code seperti gambar di bawah ini.

    cara mengecek broken link
    Langkah kedua di brokenlinkcheck[dot]com

    Setelah memasukkan security code, maka langkah berikutnya silahkan klik bagian "find broken link now!", maka proses mencari link yang rusak pun dimulai. Silahkan tunggu beberapa menit, sistem akan mulai melakukan scanning terhadap semua link yang ada di dalam blog yang tadi dimasukkan. Jika sudah menemukan link yang rusak, maka akan segera muncul daftar link yang rusak. Kita bisa melakukan klik kanan pada bagian 'url' untuk mengetahui lokasi link yang rusak. Berikut adalah contoh dari daftar link yang rusak.

    cek link mati dengan brokenlinkcheck
    Klik pada 'url' untuk tahu lokasi link rusak

    Meski cara ini tergolong sangat efektif dan sangat efisien, namun ada kelemahan dari cara ini. Kelemahannya adalah terbatasnya jumlah tautan yang discan. Jumlah page / halaman blog yang discan dengan cara ini hanya 3000 halaman saja. Artinya, jika blog kita memiliki lebih dari 3000 halaman, maka kita tidak bisa mencari link yang rusak secara keseluruhan. Dan tentu, sepertinya kita harus mencari cara yang lain. Nah, cara yang lain itu adalah Google Analytics. Pembahasannya, ada di poin berikutnya di bawah ini.

  • Dengan Google Analytics
  • Google Analytic adalah salah satu tool atau alat yang disediakan Google yang wajib dimiliki oleh blogger yang serius dengan blognya. Salah satu ciri blogger yang serius dengan blognya adalah bagaimana cara dia mengelola dan merawat blognya. Google Analytic adalah senjata utama bagi para blogger yang serius dalam merawat dan mengelola blog. Berikut ini adalah tampilan dari Google Analytic :

    Mengecek broken link dengan Google Ananytic
    Tampilan Home Page dari Google Analytic

    Berikut ini adalah cara mencari broken link dengan menggunakan Google Analytic :

    1. Login ke akun Google Analytic.
    2. Pada menu bagian kiri, silahkan navigasi dan buka ‘Behavior -> Site Content -> All Pages
    3. Di bawah grafik, silahkan cari menu 'Page Title' (seperti yang sudah saya lingkari merah pada gambar berikut ini). Kemudian pada bagian search, silahkan masukkan kata kunci : '404.html', sebagai penanda link yang rusak.

    4. cara mengecek broken link dengan Google Analytic
      Di bawah grafik, klik 'Page Title'

      Jika ada broken link di dalam blog kita, maka akan segera muncul daftar link yang rusak setelah kita menekan tombol search dengan kata kunci '404.html'.

Baiklah teman-teman, demikian beberapa cara yang bisa dilakukan untuk bisa mendeteksi adanya link yang rusak di dalam blog kita. Jika ada pertanyaan terkait dengan cara-cara di atas, silahkan tinggalkan komentar di bawah ini. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.





Total Pengunjung

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates