Hari itu saya masih berada di Magetan. Setelah lelah menikmati senja sepanjang sore membuat badan ini rasanya ingin istirahat sejenak. Seperti biasa kalau tidak ada kerjaan tangan ini suka ngambil remote TV untuk melihat acara yang mungkin sedang tidak jelek. Sret..sret.. yang ada cuma sinetron... ah males...pengen yang lain. Dan akhirnya menemukan laman Anteve yang sedang menayangkan acara Pildacil (Pemilihan Da'i Cilik) 2011. Dan ternyata subhanallah... meskipun mereka masih kecil, tetapi bacaan AlQurannya luar biasa. Ada peserta dari papua yang bernama Nano ketika selesai menyampaikan tausyiahnya, juri tak kuasa membendung air mata melihat bagaimana Nano begitu bagus melantunkan ayat suci.
![]() |
| Salah satu peserta Pildacil |
Ketika kita berbicara mengenai dakwah, maka kita sedang masuk ke ranah sikap hidup. Yah.. dakwah merupakan sikap hidup orang beriman. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang beriman lelaki dan perempuan, sebahagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Mereka memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar,…” (QS. At-Taubah: 71).
Ada sebuah buku menarik dari Cahyadi Takariawan, dikatakan bahwa media massa adalah virus peradaban. Bagaimana tidak, televisi begitu efektif membangun opini publik. Di jaman sekarang sebuah rumah tanpa adanya televisi sudah begitu amat jarang di negeri ini. Hampir tiap rumah sudah ada televisi. Mereka yang memiliki stasiun televisi, punya andil besar dalam membawa negeri ini kemana.
Anak kecil itu mudah terpengaruh. Sekali lagi.. sangat mudah terpengaruh. Saya masih ingat dulu ketika kecil ada film satria baja hitam, keesokan harinya di sekolahan kita membicarakan film itu tak ada habisnya. Bahkan sampai mempraktekkannya bagaimana teknik bertarungnya. Itu dulu... kan televisi juga masih sedikit.. Baiklah kita ambil contoh masa sekarang. Berapa banyak lagu dewasa yang hafal dinyanyikan anak kecil?, itu karena tayangan lagu anak-anak jaman sekarang sudah sangat minim. Juga acara si Bolang, keponakan saya sangat menyukainya karena pelakunya juga anak-anak yang sedang bermain. Begitu juga dengan Pildacil, respon masyarakat akan Pildacil sudah cukup besar, tinggal bagaimana orang tua mengarahkan saja.
Meski masih begitu banyak acara televisi yang tak layak jadi tuntunan, semoga PIldacil mampu menyejukkan dahaga akan acara yang tidak hanya jadi tontonan tapi juga bisa menjadi tuntunan. Meski tak bakal menjamur.. saya yakin dengan konsistensi dan kreatifitas dari tayangannya, cepat atau lambat generasi Dai akan terbentuk.
Coba deh nonton acaranya.. kadang lucuu...banget khas anak kecil..


Sedikit demi sedikit, saya sudah berusaha mengurangi menonton televisi...
BalasHapusdan alhasil....
walaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa........ ( tetap saja bodoh ) hehehe...
bener, anak lebih mudah diajar oleh televisi, 5 menit di depan televisi, cukup menggantikan 1 hari pertemuan dengan guru, wew..
dan saya juga setuju dengan pernyataan di atas " media massa adalah virus peradaban. Bagaimana tidak, televisi begitu efektif membangun opini publik. "
@16 September : saya juga cukup jarang juga menonton televisi mas... ya klo pas lagi ndak ada kerjaan saja he he... masalahnya waktu ndak ada kerjaannya banyak.. so kesimpulannya.... hik hik..
BalasHapus8B1E9DEADE
BalasHapusTakipçi Satın Al
Footer Link Satın Al
Erasmus
Free Fire Elmas Kodu
Avast Etkinleştirme Kodu
DB6383A0
BalasHapusantalya anal esçort
esçort bayan mersin
esçort bayan eskişehir
adapazarı esçort
mezitli esçort
gümbet esçort
tatvan esçort
esçort burdur
silifke esçort
BalasHapusIn Hamburg ist die Cloud-Sicherheitsarchitektur für Unternehmen heute ein zentraler Punkt. AWS, Azure und GCP bieten unterschiedliche Sicherheitsdienste, die sich an den jeweiligen Anforderungen orientieren. Während AWS mit Services wie GuardDuty punktet, setzen Azure Nutzer auf Defender for Cloud. GCP überzeugt durch seine Integration mit Cloud Identity and Access Management. Für eine effektive cyber security weiterbildung ist es wichtig, diese Unterschiede zu kennen und praktische Erfahrungen zu sammeln, etwa bei der Implementierung von Verschlüsselung nach ISO 27001 oder der Nutzung von Tools wie Splunk zur Bedrohungserkennung. Eine fundierte Weiterbildung sollte daher auch auf die technischen Standards und aktuellen Best Practices eingehen, um Risiken in der Cloud zuverlässig zu minimieren; mehr Informationen finden Sie unter https://csvisor.de/.