Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, api semangat menulis masih menyala terang, menarikan pena melukiskan cerita kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Selasa, 05 April 2011

20 Operasi Bedah di Ruang Tamu

Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,

Beberapa minggu terakhir ini memang ada 'sesuatu' yang membuat saya risih dan merasa tidak enak. Sesuatu yang membuat saya harus bersabar sebentar menunda waktu untuk menyalurkan salah satu hobi. Hobi yang mau tidak mau harus sejenak ditunda dulu selama sesuatu itu masih ada. Sesuatu yang mau tidak mau cukup mengganggu rutinitas keseharian saya. Sesuatu yang cukup tidak enak dilihat baik dari orang lain maupun bagi diri saya sendiri. Tadinya saya berfikir ..ah mungkin sesuatu ini akan hilang dengan sendirinya atau mungkin dengan cara tertentu. Tapi pada akhirnya saya menyadari mungkin anggapan saya selama ini memang keliru..

Hari sabtu kemarin seperti biasa saya pulang kampung untuk kembali bertemu dengan istri tercinta. Tadinya memang diniatkan hari sabtu sorenya memeriksakan kaki saya yang lagi sakit ke dokter. Yah seperti yang sudah saya paparkan di paragraf awal tadi bahwa 'sesuatu' itu tiada lain adalah mata ikan di kaki kiri saya. Kebetulan adek ipar saya adalah seorang dokter. Jadi segera istri saya mengirimkan SMS ke pada adek sepupunya untuk memberitahu niatan kami datang kerumahnya memeriksakan kaki saya. Tapi ternyata adek ipar saya beserta istrinya tidak sedang berada 'omah wetan' Kepuhrejo (nama desa saya) tapi sedang berada di Magetan kota. 'Omah wetan' adalah cara kami menyebut rumah yang berada di desa Kepuhrejo. Karena memang lokasinya berada di sebelum timur jika dipandang dari kota Magetan.


Akhirnya pada hari yang disepakati yaitu senin sore, saya dan istri berangkat ke rumah adek ipar saya yang berlokasi tidak jauh dari rumah kami. Sampai di rumahnya kamipun sedikit berbasa basi kepada seluruh penghuni rumah. Kalau orang barat menyebutnya "just making conversation". Dan tentu saja ini penting sekali untuk tetap menjaga tali persaudaraan kami. Terlebih kami adalah orang jawa yang terkenal sangat menjunjung tinggi etika dan tata krama. Kan tidak lucu jika datang-datang tiba tiba langsung minta tolong memeriksa kaki.

"Mana kaki yang sakit?" tanya mas eka (alias dokter eka).
"Manggil kok mas, manggil yang bener itu ya 'Dek Eka' gitu!", tiba tiba bulik saya dari belakang menimpali.

Memang ada yang sedikit hal lucu disini. Ceritanya Mas Eka ini adalah kakak kelas saya waktu di SMU. Karena kebiasaan dulu waktu di SMU memanggil namanya dengan Mas Eka kemudian pindah harus jadi 'Dek Eka' jadinya terkesan agak aneh. Gara-garanya adek sepupu istri saya menikah dengan Mas eka. Karena Dihitungnya dengan tata cara orang Jawa, maka karena mertua Mas Eka ini adalah adik kandung Mertua saya jadinya saya harus dianggap senior oleh Mas Eka. Baiklah karena saya sudah menjelaskan mengenai panggilan nama ini, saya mulai menyebut Mas Eka dengan Dek Eka atau lebih sesuai dengan dokter eka (karena dalam hal ini saya menjadi pasiennya).

"Wih kayaknya ini harus diangkat", kata dokter Eka setelah melihat kondisi mata ikan di kaki saya.
setelah melalui perenungan yang panjang karena jika diangkat artinya harus dibedah, dipotong, dijahit dan yang paling jelas adalah berdarah-darah, akhirnya saya memutuskan untuk dibedah saja.

"Bedahnya dimana nih dok?" tanya saya kemudian.

"Yaa di depan sini saja", timpal dokter Eka sambil menuju ruang tamu.

walhasil akhirnya kaki sayapun dibedah di ruang tamu. Dan berikut proses pembedahan yang masih ingat di kepala saya dan juga hasil dari jepretan foto istri saya. Sengaja foto tidak saya tampilkan karena takut jika ada pembaca blog ini ngeri melihatnya ^_^.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Dokter dan saya pun memulai operasi kecil ini.
1. Alat-alat bedah harus dikukus/direbus dulu selama 30 menit untuk memastikan alatnya steril dan higienis alias kuman-kumannya pada mati semua.
2. Dek dokterpun mulai memakai memakai sarung tangan supaya tetap steril.


3. Kaki saya dibersikan dengan alkhohol untuk memastikan kaki saya juga bersih.
4. Kaki saya kemudian disuntik dengan obat bius (bius lokal) di 2 lokasi. Nah proses inilah yang paling sakit. Cuma jika anda sudah 15 tahun ketas kalau nangis ya namanya 'cengeng bin gembeng'...^_^. Obat bius ini cepat sekali bekerja, sejenak kemudian saya rasakan kaki saya seperti kesemutan tak berasa. Jadi kalaupun mau diapa-apakan juga tidak ada rasanya.
5. Dokter Eka mulai merobek bagian mata ikannya dengan menggunakan alatnya (setajam silet) membuat luka buatan untuk memudahkan mengambil mata ikannya.
6. Luka diberi obat merah (betadin)
7. Dokter mulai mencabuti akar-akar mata ikan yang terlihat oleh mata (warna akar mata ikan ini cukup berbeda dengan jaringan lemak, sehingga dengan melihatpun.. terlihat mana bagian akar mata ikan dan mana yang murni jaringan lemak kulit). Nah ini catatan saja, jika akarnya yang dicabut ini tidak bersih, maka ada kemungkinan mata ikan akan tumbuh kembali. Tapi saya yakin sekelas dokter Eka pasti bersih. amiin...
8. Terus kemudian mulailah dijahit 2 kali untuk menutup luka tersebut. Ini yang saya kagum dari seorang dokter, mereka jahit kulit itu seperti kayak jahit karung goni saja..ha ha....(istri saya aja ga kuat melihat prosesnya)
9. Luka ditutup dengan kasa dan perban.
10. Alhamdulillah proses bedah di ruang tamu yang sukses tiada hambatan. Dan untungnya tidak ada tamu yang datang ketika operasi itu berjalan.

selesai operasi saya diberi 2 obat, yang satu namanya amoxilin (ini untuk antibiotik) dan yang Stanza (ini untuk penahan nyeri). Oh ya khusus untuk Stanza perlu diperhatikan jika pasien alergi obat akan mengakibatkan efek yang cukup berbahaya, bisa bisa seluruh tubuh bisa melepuh. Jadi jika alergi obat, maka ya harus di suntik sama dokternya.

# Sebuah tulisan kecil dengan sedikit editan kecil kalau2 saksi hidup mengetahui ada beberapa kejadian yang tidak sesuai dengan kenyataan ^_^. Intinya tulisan saya ini adalah bahwa teknologi kedokteran sekarang sangatlah canggih jadi sebenarnya operasi bedah itu tidak seseram yang terkadang kita bayangkan.

note tambahan : terimakasih kepada istri tercinta yang setia menemani meski darah keluar banyak, dek dokter Eka yang terlihat sangat ahli dibidang bedah ini, Erra istri dek dokter yang sigap membantu dokter menangani kaki saya, bulek, paklek serta Gilang yang semangat membuat seuasana menjadi kocak bin lucu.

terakhir, apa reaksi teman-teman membaca postingan saya ini ? :
a. ngeri
b. miris
c. biasa aja
d. lucu

Wassalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,

Related Post



20 komentar:

  1. semoga cepet sembuh Mas,
    oya, sedikit sharing dr sy jg. Dulu sy jg pernah kena mata ikan terus dioperasi bedah kecil di RSUD Kebumen. Selang 1 thn eh muncul lagi d tempat yg sama. Akhirnya dioperasi cauter di Bumi Medika Ganesha. Dari pengalaman sy, operasi cauter lebih cepet sembuh dan tanpa jahitan. Meski sama aja sakitnya pas disuntik.
    Oya, klo ga mau dioperasi ada obat oleh namanya Gehwol, harganya skitar 180an ribu di Guardian. Obat ini menurut sy paling manjur. Alternatif lain obat china, yg seperti plester.
    Semoga kita semua terbebas dr penyakit ini. Jadi sedih waktu itu hampir setahun penuh ga bisa merumput di lapangan hijau -__-

    BalasHapus
  2. wah informasi yang sangat bermanfaat nur.
    btw kenapa sampai satu tahun ndak bisa main bola? bukannya pasca operasi itu 2 minggu udah sembuh?
    btw operasi cauter itu apa ya? kok tanpa jahitan, kan nanti lukanya terbuka donk?

    BalasHapus
  3. Nice info gan. Semoga lekas sembuh.

    BalasHapus
  4. @mulyanto : wah makasih pak mul atas doanya.. semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  5. itu dioperasinya telat mas, ada miskom antar dokter. Salah satu dokter bilang, "masih kecil mas, nanti aja klo udah rada gede biar gampang diangkat". waktu itu emang blum sakit n masih kecil. Akhirnya, berbulan2 kmudian udah gede n sakit. Terus dokter yg lain bilang, "mas harusnya diangkatnya dr dulu pas masih kecil". Nah loh, jadi bingung mana yg bener.
    Klo operasi bedah, sy rada lama sembuhnya krn harus diambil lg jahitannya. Klo cauter cepet sembuh, meski lukanya terbuka.

    BalasHapus
  6. oya, klo operasi bedah dibedah pake pisau, klo cauter dicabut pake bara api (listrik) gitu. Yang maknyuss ya pas disuntik :P

    BalasHapus
  7. @Nur Ahmadi : wow pake bara api (listrik).,,, manteb tuh... bisa bisa kita jadi manusia api..
    betul nur, pas disuntik itu paling sakit dan satu-satunya saat kita merasakan sakit, abis itu ya mau digolok pun ndak berasa apa apa ha ha ha....

    BalasHapus
  8. @9ethuk : ha ha ha.... memang lucu an klo udah selesai gini. awalnya pas mau di bedah keringat dingin keluar sekujur tubuh hik hik....

    BalasHapus
  9. waktu dulu operasi bedah, sempat bareng sama seorang cewe. Kita saling mempersilakan duluan, karena masing2 takut. Akhirnya aku yg mengalah duluan. Selesai operasi cewe itu nanya, "gimana mas, sakit ga?", tiba2 kakakku yg nemenin jawab "sakit banget mba, byk darah yg keluar", padahal ga sampe segitunya. Aku cuma senyum2 aja.
    Selang berapa menit, cewe itu pun masuk ruang operasi. Dan kami dari luar mendengar teriakan & tangisannya. "Wah, ini pasti gara2 kamu mas, yg nakut2in dia", timpalku pada kakakku. Dia pun hanya senyum setengah ketawa. Dasar kakakku, sukanya jahil :D

    BalasHapus
  10. syafakallah deh akh..... ane jadi keinget kata dokternya anak ane yang paling kecil " skrg tuh lebih banyak orang yang sakit daripada orang yang sehat. sakit apapun"...

    BalasHapus
  11. syafakallah..:) semoga ndak kambuh lagi..kalo kambuh ya diangkat lagi..:D -dr.Eka-

    BalasHapus
  12. semoga cepat sembuh fin, trus makin lancar naik motornya...

    BalasHapus
  13. @Nur Ahmadi : wah ini namanya jahil yang berujung penderitaan orang lain hik hik....

    @novita : jazakallah ukh.., gimana kabar anak, nambah atau masih 2 saja.

    @pak Dokter Eka : bismillah semoga tidak kambuh lagi...

    @iput : sehari pertama saya sudah bisa naik motor kok put. Kalau mo bonceng yaa.... 50 ribu kayaknya cukup....^_^

    BalasHapus
  14. alhamdulllah mereka bi khoir. Masih tetap d angka 2 dulu. Itu aja nggak abis abis. Kalian kapan? Afwan nggih sedikit koreksi bukan jazakallah tapi jazakillah soalnya ane kan muannats ak bukan mudzakar he..he

    BalasHapus
  15. @novita : ha ha pengen sedikit mengaplikasikan kemampuan mini bahasa arab kepada alumnus jurusan arab malah salah terus iki piye to fin..fin....(jadi malu) hayoo terus belajar fin!!..

    jazakillah ukhti atas koreksinya... untuk jundi semoga segera dihadirkan bismillah...
    jadi ingat sebuah nasihat dari teman bahwa "semua akan indah pada waktunya"... untuk sekarang yang diperlukan adalah banyak bersyukur, ikhtiar dan bersabar...

    BalasHapus
  16. it's ok koq fin toh antum bukan orang arab to jd bs dimaklumi.....

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. kok gak sekalian minta disunat gan

    BalasHapus

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates