Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, api semangat menulis masih menyala terang, menarikan pena melukiskan cerita kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Sabtu, 13 September 2008

1 Wajah Cerminan Hati

Di dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali kita bertemu dengan seseorang yang berwajah teduh. Setiap kali kita memandang wajahnya, tiba-tiba saja hati ini menjadi lebih tentram. Ada semacam aura yang entah apa itu namanya, memancar dari tubuh orang itu lalu masuk ke dalam hati kita. Rasanya sungguh teduh. Yah, wajah adalah cerminan dari hati. Hati yang bersih akan meradiasi keindahan sinar di wajah.

Wajah cerminan hati
Ilustrasi cermin hati

Orang yang berhati lembut biasanya adalah orang-orang yang memiliki wajah yang senantiasa berseri-seri. Tak jarang juga tersungging senyum. Sebab, sungguh keadaan hati itu tercermin dari wajah.

Perumpamaan antara wajah dan hati adalah seperti sebuah dahan dengan bayangannya sendiri. Bayangan tidak akan mungkin berbeda dengan bentuk aslinya. Bahkan kemanapun dahan bergerak, bayangannya akan selalu mengikuti. Begitulah perumpamaan wajah terhadap hati. Semua yang disembunyikan oleh hati akan tampak di wajah. Orang-orang yang memiliki bashiroh, mampu menebak isi hati seseorang hanya dengan melihat wajahnya.

Ucapan paling mendalam yang pernah kudengar sehubungan dengan ini adalah ucapan Syu'bah bin Hajjaj rahimahullah,

"Jika aku melihat punggung seseorang aku pasti mengetahui apa yang terdapat dalam hatinya."

"Bagaimana jika kamu melihat wajahnya?" tanya seseorang.

"Wajah adalah lembaran yang dapat dibaca. Jika hatinya keras, wajahnya tampak keras dan muram, hampir tidak pernah tersungging senyum. Jika hatinya lembut, ia akan bersikap ramah kepada teman-temannya, rindu kepada kampung halaman (yakni akherat) dan menyesali seluruh umur yang telah disia-siakannya. Sebagaimana tadi dikatakan, bahwa jika kamu ingin mengetahui kesetiaan dari seseorang, maka perhatikanlah bagaimana kerinduannya kepada kampung halamannya yang abadi, kesedihannya ketika mengingat teman-temannya yang telah meninggal dan penyesalannya atas umur yang telah dilewatkannya," jawabnya.

Related Post



1 komentar:

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates