Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, semangat untuk menulis masih meletup-letup dan terasa kian meletup menarikan pena melukiskan prasasti demi prasasti kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Saturday, February 4, 2012

14 Jangan Melupakan Sejarah

Dulu waktu saya masih tingkat SMU, paling bosan dengan pelajaran sejarah. Menurut pandangan saya ketika itu, pelajaran sejarah itu tidak menarik dan tidak penting. Berbeda dengan ilmu eksakta yang terlihat lebih dibutuhkan di masa mendatang. Saya pun sering menguap bosan jika sedang mendapat pelajaran tentang sejarah. Entah gurunya yang tak lihai meracik pelajaran ini menjadi menarik atau memang dari pangkalnya sendiri sudah tak membuatku tertarik.

Namun belakangan saya mulai sedikit mengubah paradigma berpikir saya. Saya mulai tertarik dengan hal-hal yang berbau sejarah. Entahlah, perasaan suka itu muncul setelah membaca novel menarik berjudul Pengikat Surga karya mbak Hisani Bent Soe. Ketika membaca buku itu, (ditambah genrenya yang berupa novel) membuat saya seperti melihat dengan jelas kondisi perjuangan Rosulullah di masa lampau. Berjuang bersama sahabat-sahabat mulia yang beriman dan teguh. Saya seperti berada di tengah-tengah mereka.

Sejarah menjadi sangat menarik bagi saya. Bukan karena perubahan paradigma, namun lebih karena ternyata sejarah memang benar-benar menarik. Maka tak heran beberapa ratus abad yang lalu, Ibnu Khaldun (seorang sejarawan muslim dari Tunisia) yang bernama lengkap Abu Zayd 'Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami yang terkenal dengan karya fenomenalnya Muqaddimah pernah mendefinisikan tentang sejarah.
"Sejarah adalah ilmu sangat berharga, sangat bermanfaat dan sangat mulia dalam tujuannya. Ia menjelaskan kepada kita tentang perilaku-perilaku umat terdahulu, jalan hidup nabi-nabi serta cara raja-raja mengatur negara-negara mereka. Dengan itu kita dapat meneladani mereka dalam urusan agama dan dunia. Sejarah, membutuhkan banyak sudut pandang dan beragam pengetahuan serta kemampuan analisa untuk sampai pada kebenaran dan terbebas dari kesalahan".

Dan benar saja. Dengan membaca sejarah kita bisa mengambil banyak hikmah dari kejadian-kejadian luar biasa di masa lampau. Seperti halnya Rosulullah, ketika beliau sedang sedih atau merasa berat, Allah menghiburkan dengan kisah nabi-nabi terdahulu (kisah nabi-nabi ini banyak dikisahkan di dalam Al Quran). Ini seperti pesan suci dari Allah kepada Rosul bahwa beliau tidak sendiri dalam perjuangan. Ada nabi-nabi terdahulu yang sudah memulai.

Dan kini, rasanya saya ingin sekali membaca ulang sejarah lengkap pahlawan pergerakan islam di Indonesia. Juga buku-buku pemikir hebat islam pada masa lalu seperti Moh. Natsir (pendiri DDII) , Buya Hamka, Sayyid Qutb, Hasan Al Banna dll. Namun bukan sekedar sejarah, tapi sejarah yang benar dan aktual. Bukan sejarah yang dibengkokkan oleh kepentingan politis belaka. Kita ambil contoh sejarah perang Padri (1803-1821) pimpinan Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat. Dulu waktu sekolah dasar, sering kita membaca riwayat perang Padri sebagai akibat perebutan tanah dengan kaum adat (semoga ingatan saya tidak salah). Tidak pernah dibahas bahwa faktor utama peperangan tersebut akibat Tuanku Imam Bonjol yang seorang ulama ingin menerapkan syariat islam kepada rakyatnya. Namun kemudian ditentang oleh kaum adat sehingga terjadi pergolakan. Dan bahkan penjajah belanda akhirnya membantu kaum adat untuk mengalahkan kaum padri / kaum ulama, namun gagal dan berujung pada perjanjian damai (sumber).

Juga mengenai sejarah periode peralihan rezim Tokugawa ke era Meiji di Jepang. Saya pernah membahasnya singkat dalam postingan Himura Kenshin dan Arya Kamandanu. Sejarah memang menarik untuk disimak kawan. Seperti kata Ibnu Khaldun, dengan mempelajari sejarah, kita bisa meneladani mereka dalam urusan agama dan dunia. Jadi ingat petuah bijak mbah-mbah di kampungku kalau sedang ngobrol ngalor-ngidul di warung kopi, "Ojo lali karo sejarah" (yang artinya jangan lupakan sejarah).



-fifin-
Kontrakan Bandung, 4 Februari 2012.
Sambil menikmati keripik tempe bawaan istri dan juga secangkir teh Walini lemon .

Related Post



14 comments:

  1. jadi ingat bang Togar yang begitu kekeuh melarang Borno untuk bekerja di dermaga kapal Ferri
    ia bilang: Jangan melupakan sejarah! Pelampung telah mengalahkan pengemudi sepit.
    (Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah)

    ^_^

    ReplyDelete
  2. saya tergantung guru nya juga mas. kadang enak belaja sejarah kadang bosan dan ngantuk dikelas..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha ha... berarti sama donk...
      untung ndak di lempar kapur sama guru nya ^_^

      Delete
  3. aku tertarik dgn sejarah sejak menikah Fin, mungkink ketularan suamiku, sering nonton dokumentasi ttg sejarah dan kalau berkunjung ke satu tempat pasti nyari museum memeplajari sejarah di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau dulu waktu kecil saya suka liburan sekolah ke museum. Bukannya belajar sejarah, eh malah foto-foto narsis bersama teman-teman ha ha..

      Kalau sekarang lebih suka membaca buku/tulisan yang menjelaskan tentang sejarah. Terutama kisah orang-orang / pemimpin besar di masa lalu.

      Delete
  4. coba dulu yg jd guru sejarah saya, pasti mas jadi suka pelajaran sejarah... :p

    benar sekali, Peto Syarif atau yg tkenal dgn Tuanku Imam Bonjol adalah ulama pemimpin kaum paderi yg b'usaha menegakkan syariat Islam pd kaum Adat. Kaum adat yg b'agama Islam namun msh suka miras, judi, dan tindakan tak bersyariat lainnya. Ini dimanfaatkn sbg ajang politik devide et empera oleh Belanda.

    Alhmdllh, insyaAllah hal tsb.yg saya sampaikan ke siswa2 saya. B'usaha mengajarkan sejarah yang benar ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. he he.. guru sejarahnya cantik dan anggun ^_^.

      ndak tahu apakah pelajaran sejarah sekarang ini sudah di rombak dan sudah sesuai dengan sejarah yang benar. Bukan digubah untuk melanggengkan dan membuat konspirasi tertentu. Disini kita sebagai rakyat harus tetap kritis terhadap kurikulum yang di edarkan di sekolah.

      Seperti postingan kisah Douwes dekker yang berbeda di blogmu itu juga salah satu bukti bahwa buku yang beredarpun masih banyak mengalami kesalahan.

      Delete
  5. Dan setiap orang harus belajar dari sejarah hidupnya, juga sejarah hidup orang lain, pelajaran gratis yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar tidak jatuh dalam kesalahan yang sama dan terhindar dari kesalahan yang lain..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuuk... bener banget ris.
      sepakat bgt.

      Delete
  6. siapa dulu ya yg pernah bilang JAS MERAH (Jangan Sampai Melupakan Sejarah), Soekarno klo ga salah. Sepakat deh pokoknya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ada ya istilah seperti itu. walah aku kok ndak tahu ya... hu hu..
      harus banyak membaca lagi deh..
      jadi merasa kurang ilmu sejarah.
      mari belajar sejarah ^_^

      Delete
  7. ya dengan sejarah kita banyak belajar agar tidak mengulangi kesalahan yg sama dan bisa lebih baik ke depannya.

    sy udah tahu loh, sejarahnya menikahnya fiffin & mbak yuli. klo gak salah waktu sambil makan bebek sangkuriang, fiffin pernah cerita ke kita sy & thoha.

    ReplyDelete
  8. wah itu yang indah dan menarik untuk dijadikan novel put ha ha...

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger :)

Total Pengunjung

Statistik Alexa

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates