Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, api semangat menulis masih menyala terang, menarikan pena melukiskan cerita kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Senin, 26 Juli 2010

0 Risalah Doeloer Pitoe

Alhamdulillah ada 2 hajad besar yang telah dilakukan oleh sohib sohib saya minggu kemarin, hajad besar yang merupakan sunnah Rosulullah kita yang mulia yakni pernikahan. Dua sohib saya itu adalah Tri susilowati (eks rekan di pramuka) dan Heru Setiawan (salah satu anggota 'doeloer pitoe'). Saya doakan semoga kalian yang telah mengambil jalan mulia ini selalu dalam keadaan yang penuh rahmat oleh Allah SWT dan menjadikan keluarga kalian keluarga yang sakinah mawadah warahmah dan melahirkan generasi-generasi syuhada yang membela agama Allah. Khususnya untuk Heru yang 'afwan ane ga bisa datang' karena memang keadaan tidak memungkinkan, tapi insyaAllah doa-ku telah datang untuk menguatkanmu.



Nah ada kata yang agak aneh yang barusan saya ungkapin diawal tadi yakni kata 'doeloer pitoe', yups..kata yang hanya kami anggota 'doeloer pitoe' yang bisa memahaminya. Sejenak pikiran saya jadi terbang menerawang jauh untuk kembali mengingat kisah kisah 'indah dan lucu' dulu waktu di SMU dulu. Waktu itu semester awal kelas 1 SMU yang memang sudah menjadi kewajiban untuk mengikuti kegiatan extrakurikuler yang bernama pramuka.

Pramuka, yups kegiatan yang bagiku awalnya sangat membosankan dan sedikit 'menakutkan' karena terbayang bagaimana kakak kelas 2 dengan kesenioritasannya terkesan mengerjai anak anak kelas satu yang masih lugu. Masih teringat jelas dulu kegiatan pramuka diadakan tiap hari jumat siang jam 1 setelah menunaikan sholat jumat. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang sangat membosankan kemudian dilanjutkan dengan latihan baris berbaris (LBB). Sebelum acara upacara terlihat kakak kakak senior sudah siap berbaris rapi dengan memakai tanda 'BANTARA' di kedua pundaknya menandakan adanya hak yang mutlak untuk 'mendidik' junior kelas 1. Karena masih lugu kami siswa kelas satu berlarian pontang panting menuju barisan yang sudah disediakan oleh kakak senior.

Namanya masih baru maka sudah menjadi hal yang wajar barisan kami tidak serapi kakak kakak senior, alhasil suara keras terdengar dari barisan kakak-kakak senior berteriak menggertak kami supaya membenahi barisan kami.

"Woooiii..bisa baris ga tuh??!!!" suara keras kakak senior datang dari belakang.
"kalau ga bisa baris push up 25 kali semuaaaaa!!!" suara lain datang menambah kengerian kami.

keringat dingin membasahi pipi kami tidak membayangkan kegiatan pramuka baru awal aja sudah seperti ini, apalagi jika 1 tahun????!!!! , 'enakkan tidur dirumah' pikir kami. Tapi kami tidak bisa berbuat apa apa karena kegiatan ini merupakan kegiatan wajib yang jika kami tidak
mengikutinya maka terancam tidak naik kelas.

Yah,,begitulah suasana suasana yang kami rasakan ketika masih menjadi 'objek' pramuka waktu itu. Minggu demi minggu kami jalanin dengan rasa males untuk ikut pramuka, yang penting datang mengikuti kegiatan ini untuk memenuhi absen minimal yang disyaratkan oleh pihak sekolah. Hingga pada akhirnya ada pengumuman dari dari pihak senior bahwa akan diadakan kegiatan 'Pembantaraan' bagi murid murid kelas 1 dan sifatnya tidak wajib alias sukarela. Terbesit pikiranku ketika itu 'ah males ah paling juga nanti dibentak bentak dan dikerjain ama senior, mending enakan tidur di rumah. Kemudian mulailah senior melakukan propanganda pembujukan kepada junior untuk mengikuti kegiatan ini.


Kira-kira kalau saya rangkum ada beberapa point yang membuat kami agak ragu jika tidak mengikuti kegiatan ini :
1. jika jadi bantara maka enak nanti bisa 'balas dendam' pada adik adik kelas 1 musim depan.
2. terlihat jelas kakak kakak yang menjadi bantara lebih dikagumi dalam kegiatan sehari hari di sekolah dan sering menjadi objek pembicaraan siswa kelas 1. Meskipun kadang tema pembicaraan tidak semuanya tema yang positif he he..
3. jika menjadi bantara maka akan lebih dekat dengan guru2 khususnya guru2 pembina pramuka.
4. jika menjadi bantara maka akan menjadi lebih disiplin... (klo ini alasan yang agak kurang populer )
5. jika menjadi bantara bisa merayu cewek-cewek kelas 1 yang masih lugu...astagfirullah tapi memang begitulah pikiran pikiran kami saat itu he he...

Saat itu sebenarnya aku agak kurang berminat ikut pembantaraan, tapi temen2 deketku bernama Sumali, Andra, Rokib, Heru, Eko pur, Eko Pras sepakat untuk ikut. Maka akhirnyapun aku terpaksa ikut dengan alasan persahabatan.Bahkan beberapa orang temen yang saya sebut tadi mengatakan jika ada senior yang memang keterlaluan mengerjai kita maka akan kita ajak berkelahi aja..he he. Dan nama nama yang saya sebutkan diatas itulah awal mula keluarga tujuh (7 anggota keluarga) atau biasa orang jawa bilang dulur pitu (diplesetkan doelor pitoe dalam ejaan lama) terbentuk. Kemudian sudah kami bayangkan sebelumnya inilah puncak kekejaman dan keusilan senior dalam mengerjai juniornya, kami bertujuhpun berada dalam satu tenda yang sama dan mendeklarasikan berdirinya 'dulur pitu'... dalam pembantaraan ini senang bersama susah juga ditanggung bersama.

Acara pembantaraan kami jalanin dalam suka dan duka, ada sukanya yang 10%...tapi dukanya 90% he he...Setelah melawati kegiatan yang melelahkan ini akhirnya kamipun dinobatkan untuk menjadi Bantara..alhamdulillah. karena perjuangan yang melelahkan inipun kami bertekad tidak setengah2 untuk menjadi Bantara. Kalau bisa nanti anggota dulur pitu harus salah satunya menjadi 'Ketua Pramuka'. dan kemudian cita cita kami terwujud bahwa diantara 7 anggota dulur pitu itu semuanya menjadi 'dedengkot' pramuka.

Rokib : menjadi ketua pramuka
Andra : menjadi anggota dewan kehormatan
Eko Pras : menjadi ketua seksi kegiatan
Aku : sekretaris pramuka ...he he kerjaannya nulis2..
Eko Pur : mejadi anggota dewan kehormatan
Heru : mejadi anggota dewan kehormatan.
sumali : dengan pilihannya sendiri untuk menjadi anggota biasa untuk mensupport kami.

Kami menjalankan roda kegiatan kepramukaan dengan semangat dan sungguh sungguh..., dan dengan melewati begitu banyak kegiatan persaudaraan kami menjadi sangat erat. Dibawah kepempinan Robib pramuka periode itu berhasil mendapatkan begitu banyak kejuaraan tingkat kabupaten maupun propinsi.

Sungguh indah dan aku menjadi tersenyum senyum sendiri mengenang semua kejadian itu, dan insyaAllah ini akan menjadi bagian dalam sejarah kehidupan seorang fifin nugroho. Dan tidak aku sangka bahwa kembali kami (dulur pitoe) dipertemukan lagi oleh Allah dalam acara pernikahan Tri Susilowati pekan kemarin. Subhanallah sekarang Sumali semakin gendut dan Eko Pras (semakin item aja, afwan he he). Ya Allah semoga ke depan kami (doelor pitoe) lebih diikatkan oleh tali persaudaraan yang lebih kekal dan lebih dalam, yakni persaudaraan yang didasarkan pada tali agama Allah...iman..dan juga islam..amiin.

Note : Tulisan ini bukan untuk mengungkapkan kejelekan kegiatan pramuka, tapi lebih mengungkapkan sisi pandang siswa kelas 1 terhadap kegiatan pramuka yang semua pandangan itu mungkin akan menjadi sangat berbeda ketika mereka sudah menjadi seorang senior 'Bantara'

Related Post



0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates