Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, semangat untuk menulis masih meletup-letup dan terasa kian meletup menarikan pena melukiskan prasasti demi prasasti kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Thursday, November 3, 2011

9 Hobi Nonton Bola yang Terkikis


Sekitar 12 tahun silam (kira-kira sewaktu masih SMP), saya termasuk penggila bola super berat. Klub sepak bola kesayangan saya kala itu adalah pemuncak klasemen liga Inggris "setan merah" Manchester United. Kenapa MU?.. sederhana saja.. karena ada David Beckham. Kemudian setelah Beckham pindah ke Real Madrid, apakah kemudian sikap saya berubah dan menjadi pendukung Real?. Ternyata tidak. Saya masih pendukung setia MU. Ada begitu banyak pemain MU (selain Beckham) yang berhasil menggaet perhatian saya. Katakanlah Ryan Giggs, kapten Roy Keane, Paul Scholes, duet maut depan Dwight Yorke dan Andy Cole, serta tentu saja kiper legenda Peter Schmeichel. Sampai kamar saya akhirnya full terisi berbagai poster si setan merah.

Saya ingat sekali hampir semua pertandingan MU baik di liga Inggris maupun liga Champions menjadi angka wajib untuk saya tonton. Jam berapapun itu. Bahkan dini hari pun, sudah hal biasa mata ini tetap melek untuk menyaksikan klub kesayangan berlaga. Bahkan ibu-bapak saya sering membelikan kacang atom sebagai teman nonton untuk anaknya tercinta. Kalau laga MU ditayangkan ketika dini hari, biasanya saya meminta tolong ibu saya untuk membangunkan jam setengah 2 malam. Kalau ternyata lagi miss, baru bangun jam 4 dan laga MU sudah selesai, praktis saya langsung ngambek karena tidak dibangunkan. He he.. yaa...namanya anak kecil, suka ngambek-an. Padahal jika sudah menjelang siang pasti sudah lupa ngambeknya. Bahkan jika laga MU sudah memasuki babak final, biasanya saya tidak bisa tidur. Niat tidur jam 8 malam supaya nanti bisa bangun jam 1 dini hari akhirnya malah gagal. Mencoba mematikan lampu supaya suasana mendukung, malah yang terpikir prediksi pertandingan nanti. Alhasil sampai pagi mata ini tidak bisa terpejam, dan praktis di sekolah langsung ngantuk berat.

Saking maniaknya, hobi bola ini berlanjut di sekolah. Ada salah satu teman yang selalu rela membeli majalah BOLA dan membawanya ke sekolah untuk dibaca ketika jam istirahat. Alhasil kita selalu update seluruh berita di kancah persepakbolaan luar negeri. Membaca ulasan di kolom opini oleh bung Rayana Jakasurya. Ulasan hasil pertandingan dan tentunya prediksi hasil pertandingan tidak luput dari perhatian kami. Oh iya kalau liga Italia saya termasuk milanisti. Sangat ngefans juga, bisa saya katakan jika tingkat ke-ngefans-an saya ke MU 100%, maka ke AC Milan saya bisa katakan 90%. Laga Champions AC Milan pun meski dini hari juga saya tonton. Yang paling berat jika MU musti ketemu Milan di liga champions.

Percayakah anda bahwa saya sering membuat tabel klasemen sendiri di rumah memakai kertas HVS. Kemudian saya update tiap 2 pekan dimana MU sedang berlaga di Liga Champions. Setelah hasil semua laga didapat, langsung saya masukkan ke tabel dibawahnya berapa poin yang didapat. Kemudian saya otak-atik dan menganalis bagaimana nasibnya jika di pertandingan selanjutnya MU menang, seri, atau kalah. Semua kondisi saya analisis. Yah sebuah kesenangan tersendiri tentunya. Tentu orang tua saya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ulah anaknya itu. Namun ternyata beliau berdua tidak terlalu banyak teguran ke saya, karena saya masih tetap berusaha menjaga prestasi di sekolah. Dan hasilnya.. prestasi di sekolah saya masih memuaskan.. ^_^.

Cerita sampai pada suatu ketika saat upacara bendera hari senin. Karena pada minggu malamnya selalu ada pertandingan liga italia jam 20.30 WIB, tentunya setelah lihat film kolosal dengan lakon Sembara (lupa judulnya) di indosiar. Dan kita selalu membahasnya ketika sudah berada di sekolah. Dan sudah bisa ditebak, ketika upacara bendera kita masih membincang tentang bola dengan teman sebelah. Alhasil perbincangan kami yang sembunyi-sembunyi itupun tertangkap basah oleh seorang guru Agama. Langsung saya kena marah dan disuruh menulis kalimat Basmalah dalam bahasa arab sebanyak 99 baris dan dikumpulkan esok hari. Wew..kapok pak!!..

# 12 tahun kemudian
Ternyata hobby saya tentang bola masih sama. Masih pendukung setia setan merah. Namun sepertinya hobby nontonnya yang berubah kadarnya. Tingkat dukungan yang mulai berkurang (maksudnya sudah bukan kategori maniak lagi). Sudah mulai terkikis dengan berbagai kesibukan dan pemikiran yang mungkin sudah berubah. Kalau pas lagi pengen nonton.. ya nonton (biasanya jika jam tayangnya sore hari, kurang dari jam 10 malam), jika pas lagi capek... ya akhirnya jadi males nonton (biasanya jika jam tayangnya dini hari). Meski begitu, saya tetap suka update beritanya di TV atau media online. Dan jika ada teman yang bicara tentang bola, maka selalu saya katakan : "Saya fans United". Nah kalau ditanya tentang AC Milan??, hemmm sepertinya sudah hilang tak berbekas di hati saya.. hik hik....

Related Post



9 comments:

  1. Wah, mirip banget dg sy. meski ga punya uang, sy rela nabung untuk bisa beli majalah BOLA atau SOCCER minimal 2 minggu sekali (gantian dgn kakak). Trus di kelas (SMP), kita jg ada sejenis kuis utk menentukan siapakah yg paling luas wawasan bolanya. karena ga punya tivi, bela2in nginep di rumah temen2, bahkan terpaksa tidur di pekarangan rumahnya yg hanya beralaskan tikar, beratapkan langit, dan berselimutkan angin.
    awalnya sy Romanisti krn waktu itu lega calceo lbh populer dibanding EPL, menyusul kemudian Man United. Repotnya klo keduanya bertemu, bahkan Roma sempat dibantai MU, heu. Skarang lebih ngikutin Man United, Roma cuma baca2 updatenya aja.
    Oya, sy sering "ejek2an" dgn kakak, krn kakak Juventini. Kita sekamar bareng, dindingnya ditempelin idola masing2: Totti/Batistuta & Zidane-Del Piero.
    Wah, klo mau dilanjutin bisa ga cukup nih blognya :D #nostalgiabola

    ReplyDelete
  2. @Nur Ahmadi : iya bener nur... ngomongin bola di masa lalu seperti ndak ada habisnya.

    saya sempat ingat bagaimana ketika MU kalah 0-1 dengan marseille di liga champions, saya nekat ndak masuk sekolah karena lagi drop. males ke sekolah yang memang lagi class meeting

    ReplyDelete
  3. wah masa smp saya sebenarnya suka bola & nonton motogp. klub yang sy dukung waktu itu juventus..hehe. karena sy melihat ada zidane, delpiero ditambah skudeto 25kali di italiano..hmm, tapi sy gak semaniak itu kalo nonton, cuma buat mengakrabkan teman2 di smp aja. besok agar ada bahan buat ngobrol, bahkan sering main taruahan..ckck tapi klo maniak itu main playstation dan baca komik. hampir tiap hari senin-jumat 2-3 jam sy baca komik dan main playstation. karena kebiasaan ini prestasi sy turun waktu smp. . tapi memasuki kelas 3 smp ada perubahan drastis dalam hidup sy. sy langsung belajar, belajar, belajar. hasilnya sudah gak ada minat nonton apalagi main, moto gp, atau main playstation. dan prestasi sy melesat ke rangking 1 di kelas. bahkan menjadi dalam uji coba ujian nasional smp, sy berhasil mengumpulkan point 55 dari 6 mata pelajaran nasional. itu sudah pasti no 1 parallel di smp.

    ReplyDelete
  4. oh ya fin tulisan mu makin tajam & makin bagus saja. kalau bisa security comment buat ngisi2 random tulisan acak itu dihilangin aja, biar tambah nyaman yang buat comment.

    ReplyDelete
  5. @iput : wih luar biasa put. Aku saja waktu SMP dari (5 atau 6 pelajaran nasional ya ...lupa) dapet point 44.. (dimana juara pararel SMP dapet point 48) hemmm masih tergolong lumayan lah... namun kurang passion kali yah... seperti iput ha ha..

    oh iya, security comment nya sudah saya hapus.

    ReplyDelete
  6. Saya masih hobi sampai saat ini, kalau yang bertanding tim yang saya sukai biasanya sampai dini hari pun masih nekat nonton hehe..

    Tidak terlalu fanatik pada satu klub, hanya saja, kalau dipaksa menyebutkan klub favorit, saya pilih SS Lazio dan Manchester United hehe..

    ReplyDelete
  7. @Sukadi : wah SS Lazio... dulu tahun musim 2000-2001 menggila tuh bersama AS Roma. Namun kalau sekarang sepertinya lagi kembang kempis nih ^_^

    ReplyDelete
  8. waaaahhh...saya juga samaaaa.... kenal bola kelas 6 SD waktu world cup brazil lawan prancis..selalu mengaitkan hasil bola dengan minat belajar, klo juve kalah,...udah deh,,,bawaannya malessss banget buat belajar...paling parah sih waktu SMA, sering beli tabloid bola, soccer...ckckck...temen2 cewek yang lain bacaannya majalah "aneka yess", "kawanku", saya bawa tabloid bola...masa2 ituu...kemarin akhir oktober di tabloid bola ada bonus poster juventus, tp kok jadi malu ya mo beli..hihihi...

    ReplyDelete
  9. @ririsnovie : ha ha... kamu persis temenku SMP dulu. Juga begitu dia gibol banget deh. Yang aku ceritain di atas itu yang membawa majalah BOLA itu cewek ris ha ha kayak kamu kali yah...

    Yaa kalau mungkin akhir november ini tabloid BOLA ada bonus poster BEPE... aku yakin kamu pasti beli ^_^

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger :)

Total Pengunjung

Statistik Alexa

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates