Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, semangat untuk menulis masih meletup-letup dan terasa kian meletup menarikan pena melukiskan prasasti demi prasasti kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Wednesday, July 14, 2010

2 Jalan-jalan ke cimahi (part 1 episode jamur)

Libur sekolah. Ya, mendengar kata itu mungkin ada begitu banyak siswa dan guru yang berteriak hore gembira. Begitu juga apa yang dirasakan oleh istri saya yang notabene adalah seorang pendidik/guru. Dan tidak perlu berpikir panjang bagi dia, bagaimana mengisi waktu liburan ini. Karena sudah barang tentu jauh hari sudah terpikir untuk memanfaatkan waktu liburan ini untuk pergi ke Bandung menemui suaminya. Dan hari sabtu kemarin, saya mengajak istri untuk pergi jalan-jalan ke Cimahi untuk melihat kebun jamur milik teman saya Mata sekaligus menikmati suasana pegunungan yang segar.

Hari jumat malam sebelumnya saya mengirimkan pesan singkat ke Mata apakah akhir pekan ini dia pergi untuk melihat kebun jamurnya ataukah tidak. Karena memang minggu kemarin Mata mengajak saya untuk melihat kebunnya di Cimahi. Cuma ketika itu saya tidak bisa ke sana karena ingin pergi ke togamas melihat buku-buku terbitan baru yang menarik.

Sejenak kemudian aku mengirim sms ke Mata,

"Mete,.besok pergi ke kebun kagak??" , begitulah kira kira pesan singkatku ke Mata ('Mete', panggilan akrab Mata)

"hemm insyaAllah iya fin, kalau pengen kesana jangan lupa berangkatnya pagi aja supaya seger, jam 6-an gitu!", jawabnya Mete.

"siap oke bos!!, btw ketemuan dimana ya??", jawabku mengiyakan kemudian bertanya lagi.

"di sukamulya aja, sekalian nanti bangunin aku klo aku masih tidur.!! he he" , jawab Mata seenaknya.

"OK!!", jawabku singkat.

Besoknya jam 6 pagi seperti yang sudah disepakati sebelumnya, kita ketemuan di sukamulya untuk selanjutnya berangkat ke cimahi. hemm hawa udara yang masih dingin sangat terasa menggelayuti tubuh kami, sesekali kulihat kanan kiri jalan sudah banyak orang sibuk dengan aktifitasnya masing masing. Di saat orang lain ada yang masih terlelap tidur tapi di luar sana orang sudah sibuk mencari rejekinya masing masing...

Memasuki kota cimahi, ada yang cukup menarik perhatian kami yaitu markas teroris yang ada di kota cimahi. Setiap orang yang pertama melihatpun akan langsung tahu bahwa itu adalah markas teroris. Atau bahkan anak kecil umur 6 tahun pun langsung tahu.. karena terpampang jelas di papan nama tertulis "rumah makan teroris, telor diiris iris" ^_^.

Sekitar 20 menit perjalanan kami mulai memasuki daerah yang menanjak, udara kami rasakan semakin dingin.Terlihat di kanan kiri jarak rumah satu dengan yang lain mulai longgar, ciri yang nampak khas sekali dari daerah pedesaan. Kemudian terlihat sawah yang hijau semakin memanjakan pandangan kami, celetuk istri dari belakang mengatakan dirinya sangat senang dengan pemandangan ini,...Alhamdulillah. Sejurus kemudian kami pun sudah nyampai di kebun jamurnya Mata. Letak kebun itu diapit oleh hamparan sawah yang cukup luas. Hawanya yang cukup sejuk menjadikan tempat yang cocok untuk pertumbuhan jamur.

Kamipun memasuki sebuah bangunan yang diklaim Mete sebagai kebun jamur. Kalau dulu awal dikasih tahu akan melihat kebun jamur terbayang ladang luas yang tumbur jamur disitu, eh ternyata salah he he...


nah di belakangku itu bukan kebun jamur

jamur ini harus tumbuh di tempat yang tertutup (terlindung dari matahari secara langsung dan hujan yang bisa setiap saat mengancam). Aku lupa nama jenis jamur ini, warnanya putih bersih jadi mulai membayangkan jamur krispi yang dijual di pinggir pinggir jalan ..nyam ..nyam....gurih dan lezat he he.





Kamipun mulai jeprat jepret meng-abadikan moment yang sangat jarang ini. Meski tidak ada yang menyuruhpun Mete mulai menjelaskan bagaimana dari awal sampai akhir proses budidaya jamur ini. Kulihat disitu ada tumpukan banyak karung yang berisi "aku lupa namanya" sebagai objek tempat si jamur tumbuh..



dan objek ini kemudian harus dibakar dulu sebelum dikasih bibit jamurnya..



hasil dari proses pembakaran itu kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik untuk kemudian disimpan di tempat yang aman dari hujan dan cukup terlindung dari teriknya panas seperti gambar berikut :



dalam kondisi seperti ini harus ditunggu sampai beberapa hari lamanya sampai jamur itu tumbuh dengan baik, cuma namanya perjuangan kalau tidak ada rintangan maka itu bukan sunatullah, dan sunatullah itu pasti terjadi. Mulailah ancaman itu datang, tidak semua bibit yang sudah dimasukkan plastik tersebut tumbuh dengan sempurna. Ada yang berhasil ada pula yang gagal, seperti ini neh..


kalau berhasil yang bakal untung kalau gagal ya cukup bisa membuat menangis he he..namanya juga usaha...

Nah kalau yang ini jamur yang paling gedhe..indah kan..!!!



to be continued......

Related Post



2 comments:

  1. nice story gan hhe . salam kenal :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya salam kenal mas fardannozami. Terima kasih sudah berkunjung di gubug ini.

      Delete

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger :)

Total Pengunjung

Statistik Alexa

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates