Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, semangat untuk menulis masih meletup-letup dan terasa kian meletup menarikan pena melukiskan prasasti demi prasasti kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Thursday, November 26, 2009

0 Guru , sosok pahlawan terlupakan


# 25 november 2009, sebuah karya renungan malam hari sehabis pulang kerja
Pagi harinya di salah satu laman stasiun swasta, ada sebuah iklan yang cukup menarik perhatianku. Sebuah iklan bertemakan kepahlawan dan jasa seorang guru. Baru  saya sadari bahwa memang hari ini adalah tanggal 25 November. Hari guru. Nah, teman-teman banyak yang lupa juga kan?. Saya sendiri juga lupa kalau tidak melihat iklan tersebut di TV. Dan ketika itu langsung tersirat di pikiranku mencoba mengulang kembali semua kejadian (lebih tepat dikatakan 'kenangan-kenangan') di masa lalu yang tentu saja erat kaitannya dengan sosok Guru. Sosok yang memberikan begitu banyak kontribusi akan apa yang telah kita dapatkan/nikmati di masa kini. Dialah guru-guru kita.
Guru
Saya mencoba membuka kembali lembar-lembar sejarah di masa duduk di sekolah dasar, SMP dan SMA. Ada begitu banyak kenangan bersama mereka. Ada begitu banyak tipe guru yang saya temui. Ada yang galak, cuek, lemah lembut, suka menampar, suka menghukum. 

Bagi saya pribadi, perbedaan karakter guru ini malah memberikan sensasi yang menyenangkan. Bayangkan jika semua guru yang kita temui itu baik semua. Pasti tidak ada tantangannya dan terkesan membosankan. Atau bayangkan juga jika semua guru yang mengajar kita itu galak semua. Pasti tentunya proses belajar mengajar jadi ajang uji nyali dan penuh dengan rasa ketakutan. Ini juga tidak baik, karena ilmu tidak akan terserap dengan baik).


Bagi saya, sungguh apa yang sudah diberikan oleh guru-guru kita tersebut sangatlah banyak. Begitu banyak pengetahuan yang kita dapatkan. Begitu banyak hal-hal yang baik yang diajarkan kepada kita. Sungguh kita sangat berhutang budi kepada guru-guru kita itu. Pertanyaannya sekarang adalah : sudahkah kita membayar semua utang budi tsb? atau yang ada di pikiran kita bahwa apa yang diberikan guru itu sudah terlunaskan dengan pembayaran SPP?

MasyaAllah, sungguh bukan itu tujuan utama seorang guru mengajar muridnya. Sungguh sangat naif sekali jika kita menyamakan sosok guru dengan pengajar les privat. Sama-sama mengajar, tapi sungguh beda dalam hal tujuan. Mari kita sama-sama renungkan hal ini.

Pernah suatu ketika, waktu itu masih jaman SMU, ada demo dari siswa-siswa baik kelas 2 dan kelas 3. Hal ini karena disebabkan oleh kenaikan SPP. Kalau dipikir-pikir memang agak mencurigakan juga dengan kenaikan SPP yang begitu besar. Ketika itu kenaikannya cukup signifikan sehingga membuat banyak orang tua murid begitu kaget dan sangat berkeberatan dengan kenaikan itu. Sehingga membuat anak-anak mereka dengan terpaksa melakukan aksi protes/demo di sekolah. Aksi ini sontak membuat kegaduhan dan sangat menggangu proses belajar mengajar. Kemudian pihak sekolah dan OSIS melakukan pertemuan untuk membahas kemungkinan diadakannya diskusi terbuka antara pihak sekolah dengan pihak pendemo. Dalam pertemuan tersebut, OSIS berlaku sebagai moderator.

Diskusi terbuka pun dilakukan untuk mencari jalan keluar terbaik yang disepakati bersama. Dalam hal demo, saya yakini itu hal yang lumrah dilakukan karena ketidakpuasan akan suatu hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Tapi kemudian ada satu kejadian yang cukup disayangkan. Bahwa ketika mengutarakan pendapatnya, salah seorang pendemo (entah siswa atau orang tua siswa) mengatakan bahwa

"tidak perlu SPP dinaikkan karena toh gaji guru juga sudah dibayar negara!!."
Sontak perkataan itu membuat pilu sebagian guru. Bahkan ada diantaranya tak kuasa menahan air mata yang mulai mengalir. Beberapa guru perempuan akhirnya meninggalkan ruangan rapat terbuka tersebut. Jelas ada kesalahpahaman disini. Bahwa kenaikan SPP ini bukan sama sekali untuk menaikkan gaji guru PNS. Jelas sekali PNS adalah abdi negara. Tapi sejatinya kenaikan SPP ini bertujuan untuk kesejahteraan guru honorer yang dibayar oleh sekolah.

Bagaimana kita bisa protes terhadap jasa guru yang per bulannya mendapatkan gaji yang sangat minim. Bisa dikatakan tidak cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari hari. Seharusnya yang kita kritik adalah tentang kenaikan kenaikan yang lain. Bukan pada bagian kesejahteraan guru honorer!

Jadi disini jelas bahwa tujuan utama guru itu bukanlah mencari uang. Iya benar bahwa tidak bisa dipungkiri mereka membutuhkan uang dari hasil kerja mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun sebenarnya ada suatu tujuan mulia dibalik itu semua. Ingin melihat murid-murid mereka pintar, mendidik mereka menjadi manusia yang berguna, membekali mereka dengan ilmu yang bermanfaat yang menjadi amal jariyah bagi mereka. 

Semua itu tersurat dan tersirat bagaimana rona kebahagiaan ketika melihat semua murid yang dia ajar naik kelas dan mempunyai nilai yang bagus-bagus. Rona kekecewaan ketika nilai murid-muridnya jelek-jelek. Semua ini tergambar jelas dari raut muka seorang guru. Pernahkah kita melihat rona muka guru-guru kita ketika itu? atau kita malah sibuk mencari perhatian cewek/cowok yang kita sukai? atau sibuk membuat membuat kegaduhan didalam kelas supaya diperhatikan? atau sibuk belajar? nah, mungkin alasan terakhir ini cukup bisa diterima.

Sungguhpun aku berasal dari desa. Punya banyak pengalaman bagaimana kehidupan bersekolah di desa. Berjalan becek ketika akan menuju ke sekolah bukanlah hal yang jarang ketemui ketika itu. Ibu saya seorang guru SD dan istri juga seorang guru SD. Jadi sungguh sangat dekat sekali kehidupan saya dengan sosok yang bernama guru itu sendiri. 

Dalam istilah bahasa jawa : guru --> "digugu lan ditiru" yang artinya dipatuhi dan dijadikan tauladan)..

Jadi..akankah guru bisa tetap menjadi pahlawan tanpa tanda jasa?? atau hanya sekedar pahlawan yang terlupakan??

Related Post



0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger :)

Total Pengunjung

Statistik Alexa

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates