Sebenarnya sudah lama saya mengincar buku ini. Sebuah buku yang mengungkap secara komprehensif tentang dinar. Bagaimana ketika kita berpikir tentang dinar untuk mempersiapkan dengan matang masa depan kita. Sekitar 2 bulan yang lalu saya membelinya dan kalau tidak salah, 3 minggu yang lalu saya sudah selesai melahapnya. Namun baru kali ini saya sempat membuat resensi mengenai buku keren karya Pak Endy J Kurniawan ini.
Buku ini terdiri dari 6 bab yang sangat menarik. 'Ayo menjadi muslim kaya', 'Ekonomi kapitalis : antara mitos dan fakta', 'Think dinar', 'Rahasia kekuatan dinar emas', 'Dinar dirham solusi masa depan', 'Dinar emas konsep ekonomi Islam untuk kesejahteraan'. Dengan membaca keseluruhan bab di dalam buku ini, maka akan semakin terbuka pikiran kita bahwa sudah saatnya kita sekarang berpikir tentang dinar dan membangun pertahanan ekonomi di masa depan dengan konsep Islami.
Ada beberapa bahasan di dalam buku ini yang cukup menarik perhatian saya. Salah satunya bahasan mengenai makna zuhud. Di dalam buku ini dijelaskan bahwa orang yang melakukan pilihan hidupnya menjalani secara zuhud, itu bukan berarti mereka tergolong dalam kategori miskin. Para Sahabat Kanjeng Nabi Muhammad SAW menjalani kehidupan secara zuhud karena pilihan hidup. Mereka memiliki akses ekonomi yang luar biasa, namun tidak berfoya-foya karenanya. Hidup zuhud itu tidak mencintai dunia meski harta ada di tangannya.
Bagi teman-teman yang belum membaca buku ini, saya sangat merekomendasikannya. Selamat menjadi muslim kaya yang zuhud :).
powered : Toko Buku Hanan. Buku ini terdiri dari 6 bab yang sangat menarik. 'Ayo menjadi muslim kaya', 'Ekonomi kapitalis : antara mitos dan fakta', 'Think dinar', 'Rahasia kekuatan dinar emas', 'Dinar dirham solusi masa depan', 'Dinar emas konsep ekonomi Islam untuk kesejahteraan'. Dengan membaca keseluruhan bab di dalam buku ini, maka akan semakin terbuka pikiran kita bahwa sudah saatnya kita sekarang berpikir tentang dinar dan membangun pertahanan ekonomi di masa depan dengan konsep Islami.
Ada beberapa bahasan di dalam buku ini yang cukup menarik perhatian saya. Salah satunya bahasan mengenai makna zuhud. Di dalam buku ini dijelaskan bahwa orang yang melakukan pilihan hidupnya menjalani secara zuhud, itu bukan berarti mereka tergolong dalam kategori miskin. Para Sahabat Kanjeng Nabi Muhammad SAW menjalani kehidupan secara zuhud karena pilihan hidup. Mereka memiliki akses ekonomi yang luar biasa, namun tidak berfoya-foya karenanya. Hidup zuhud itu tidak mencintai dunia meski harta ada di tangannya.
Bagi teman-teman yang belum membaca buku ini, saya sangat merekomendasikannya. Selamat menjadi muslim kaya yang zuhud :).
