Pantai ini sungguh indah. Aku bisa duduk santai menikmati semilir angin sepoi-sepoi. Sesekali aku menatap beberapa orang yang berjalan-jalan di pinggir pantai. Dari ujung pantai, terlihat indahnya pohon nyiur melambai-lambai. Daunnya bergerak-gerak seakan-akan mengajakku untuk menari. Di sisi lain, aku tersenyum mengamati tingkah Hanan yang sedang membuat istana pasir. Jika istananya sudah jadi, biasanya dia akan memotretnya dengan kameranya, kemudian menghancurkannya lagi untuk dibangun istana pasir yang lain lagi. Ah, mana peduli sedikitpun dia dengan jilbab dan gamis yang ia kenakan. Sudah sangat kotor dengan pasir.
Kadang sesekali aku iseng melempari batu ke istana pasir yang dia buat. Ha ha.. dia marah malah mengejarku. Aku berlari, Hanan mengejar bersama wajah lucunya sambil berteriak, "Abiii.. !! ini ku kasih pasir ke wajahnya abii... !". Melihat Hanan berlari mengejar, aku semakin menambah kecepatan lariku.
Rupanya Hanan berlari demikian cepat. Sampai akhirnya, tubuhkupun dipeluk sama Hanan. Dengan leluasa dia mencoret-ceret wajahku dengan pasir. Coret di pipi kiri, coret di pipi kanan. Lucu sekali melihatnya sambil berkata, "pasir di pipi kanan ini hukuman karena abi nakal!". "Coret di pipi kiri ini karena abi usil!". "Dan ini terakhir, ciuman dari Hanan karena Hanan cinta abi". Ciuman Hanan pun mendarat di pipiku. Kemudian dia berlari meninggalkanku menuju lokasi istana pasirnya tadi. Membangun istananya lagi.
Bundanya yang duduk-duduk tak jauh dari dari lokasi kami, hanya tertawa kecil melihat tingkah putrinya itu.

Ah.. rupanya sekedar mimpi.
Kadang sesekali aku iseng melempari batu ke istana pasir yang dia buat. Ha ha.. dia marah malah mengejarku. Aku berlari, Hanan mengejar bersama wajah lucunya sambil berteriak, "Abiii.. !! ini ku kasih pasir ke wajahnya abii... !". Melihat Hanan berlari mengejar, aku semakin menambah kecepatan lariku.
Rupanya Hanan berlari demikian cepat. Sampai akhirnya, tubuhkupun dipeluk sama Hanan. Dengan leluasa dia mencoret-ceret wajahku dengan pasir. Coret di pipi kiri, coret di pipi kanan. Lucu sekali melihatnya sambil berkata, "pasir di pipi kanan ini hukuman karena abi nakal!". "Coret di pipi kiri ini karena abi usil!". "Dan ini terakhir, ciuman dari Hanan karena Hanan cinta abi". Ciuman Hanan pun mendarat di pipiku. Kemudian dia berlari meninggalkanku menuju lokasi istana pasirnya tadi. Membangun istananya lagi.
Bundanya yang duduk-duduk tak jauh dari dari lokasi kami, hanya tertawa kecil melihat tingkah putrinya itu.

Ah.. rupanya sekedar mimpi.
B8C2694035
BalasHapusTakipçi Satın Al
Instagram Hikaye Görme
VP Satın Al
6A83F0AE0C
BalasHapusTakipçi Satın Al
Ücretsiz Oyun Oyna
En İyi Filmler