Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, api semangat untuk menulis masih tetap menyala, menarikan pena melukiskan prasasti-prasasti kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Sunday, October 20, 2019

0 Singgah Warkop #1 : Kopi Kakak

"Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya"
-Filosofi Kopi, Dee Lestari

Aku lupa kapan dimulainya. Mungkin sekitar beberapa bulan yang lalu, aku dan dua orang sahabatku yakni mas Roy dan Elkaha berkunjung ke tempat ngopi. Kami memang sama-sama penggemar kopi dan ingin mencoba tempat ngopi yang asyik dan enak di seluruh Madiun. Sebenarnya hingga saat ini sudah beberapa tempat ngopi yang kami kunjungi, namun belum sempat kubahas di blog ini. Nah, mulai sekarang aku akan mencoba me-review tempat-tempat ngopi yang asyik tersebut.

Kali ini aku akan ngobrolin salah satu tempat ngopi yang beberapa waktu yang lalu aku kunjungi yaitu Kopi Kakak. Yuk kita bahas.

Dari Segi Lokasi

Berlokasi di sebelah selatan Alun-alun Madiun, cafe Kopi Kakak menyajikan tempat ngopi kekinian yang keren dengan taman yang cukup luas. Tempatnya benar-benar instagramable banget. Cocok banget buat kamu yang ingin pergi ke tempat ngopi, namun juga ingin share aktivitas ngopi kamu di instagram.

Lokasi Kopi Kakak Madiun
Luas banget ya . .

Kalau dilihat seksama, sebenarnya lokasi ini persis berada di depan rumah tua peninggalan zaman pemerintah Hindia Belanda. Kalau dibaca sejarahnya, rumah bersejarah ini merupakan rumah dinas Kapitan Cina yang dulunya bertugas menarik retribusi kepada orang-orang Cina yang berdagang di Madiun.

Entah bagaimana ceritanya, rumah tersebut terlihat masih eksis hingga sekarang. Tak ada yang meruntuhkannya, dan merubuhkannya. Dan saat ini, dengan tetap mempertahankan bentuk rumahnya, bagian depan dan halaman rumah itu sudah direnovasi dan disulap sedemikian rupa hingga menjadi tempat ngopi kekinian yang bagus banget. Keren ya?

Ngopi di Kopi Kakak
Kopi Kakak saat kondisi ramai

Review Kopi Kakak Madiun
Lokasi berada di depan bangunan bersejarah

Suasana ngopi di depan bangunan tua terlihat elegan ditambah dengan sinar lampu warna jingga. Terlihat menawan. Lokasi warung kopinya berada di dekat pohon besar yang berada di tengah-tengah taman. Untuk memesan kopi, pengunjung bisa datang ke warung tersebut kemudian dicatat nama dan pesanannya oleh pelayan. Bila kopi sudah siap, akan dipanggil dengan pengeras suara. Pengunjung diminta mengambil sendiri kopi tersebut untuk dibawa ke meja.

"Hidup ini seperti secangkir kopi, dimana pahit dan manis bertemu dalam kehangatan".

Menu

Kopi Kakak menyajikan berbagai varian kopi yang bisa kamu pilih. Ada kopi original hingga kopi dengan campuran rasa-rasa seperti susu, caramel dan Oreo. Jika kamu tidak terlalu suka kopi, kamu juga masih bisa menikmati acara ngopimu bersama teman dengan memesan Ice Tea atau Freshmilk. Semua menu minuman tadi dibandrol dengan harga mulai dari 5K hingga 20K.

Menu di Kopi Kakak
Varian Menu Kopi Kakak

Kamu tidak akan menemukan menu makanan berat di Kedai Kopi Kakak. Hanya ada beberapa varian snack sebagai teman ngopi kamu.  Ini menjadi sedikit dilema bagi kami yang ingin ngopi selepas pulang kerja. Pada jam-jam itu, jelas kami berada di kondisi perut kosong.

Ceritaku

Malam itu aku dan kedua sahabatku, mas Roy dan Elkaha datang ke kedai Kopi Kakak selepas pulang kerja. Mengetahui bahwa di kedai Kopi Kakak tidak menyediakan makanan berat, maka kami punya ide untuk beli dulu makanan berat dari luar untuk dibawa ke tempat ngopi. Eh boleh ndak sih? Ah itu urusan nanti.

Dan makanan berat yang kami pilih adalah nasi padang. Waaaaa... gokil! ngopi ditemani nasi padang. 

Sesampainya ke lokasi, pertama-tama aku agak bingung dengan lokasi parkirnya. Setelah beberapa menit melihat-lihat lokasi, akhirnya baru tahu lokasi parkir kendaraan berada di sebelah barat kedai Kopi Kakak. Area parkir yang disediakan rupanya cukup luas. Selepas memarkir motor, aku masuk ke area kedai Kopi. Rupanya mas Roy sudah datang duluan, aku dan Elkaha dengan seonggok nasi padang segera menghampirnya. Kamipun segera memesan minuman.

Mas Roy memilih Kopi Kakak Original, sedangkan aku dan Elkaha memilih Tante Oreo (Kopi Susu + Oreo Crumble + Vanilla). Selain kopi, kami juga memesan Lemon Tea Ice (sebagai penawar). Sebenarnya aku ingin memesan air mineral, tetapi sepertinya tidak tersedia di kedai ini.
kopi kakak madiun
Pesananku, Tante Oreo

Setelah pesanan kopi dan lemon tea datang, tidak peduli dengan tatapan aneh pengunjung lainnya, kamipun langsung menyantap nasi padang yang tadi dibawa. Meski begitu, kami juga tak ingin pengunjung lainnya berpikir mereka bisa memesan nasi padang di kedai kopi ini.

Trio kopiers bersama nasi padang

Bersama kopi, pembicaraan memang seperti tak akan berakhir. Sambil menikmati kopi, kami membincang segala hal yang menarik. Tak terasa, waktu terus berputar, sudah sekitar 1,5 jam kita berada di kedai kopi ini. Semakin malam, jumlah pengunjung rupanya semakin banyak. Jumlah kursi yang disediakan tak lagi bisa menampung jumlah pengunjung yang hadir. Melihat jumlah pengunjung yang semakin banyak, akhirnya kami menyudahi moment ngopi Trio kopiers kali ini.

Selalu nantikan ya! cerita-cerita seru kami yang lainnya. Tentunya dalam seri 'Singgah Warkop' di blog ini. See u...  

"Untuk hati yang patah, segeralah merekah. Untuk jiwa yang sepi, segeralah minum kopi".   

Related Post



0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger :)

Total Pengunjung

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates