Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, api semangat untuk menulis masih tetap menyala, menarikan pena melukiskan prasasti-prasasti kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Saturday, October 12, 2019

0 Jalan-jalan ke Bogor si Kota Hujan

Bogor, seumur hidup seingat saya baru sekali saja berkunjung ke kota ini. Saya ingat, saat itu baru saja lulus kuliah dan harus pergi ke Jakarta karena ada panggilan wawancara pekerjaan. Kesempatan itu saya gunakan juga untuk pergi ke Bogor, mengunjungi salah satu sahabat disana. Dan kemarin, saya kembali bisa berkunjung ke kota ini lagi. Maka, inilah kunjungan kedua kalinya bagi saya ke Bogor. Kota seribu angkot.

"Setiap perjalanan itu selalu unik dan membawa ceritanya sendiri. Alangkah sayang jika cerita itu tidak diabadikan. Suatu saat, entah kapan itu, kita akan bisa menikmatinya kembali. Lembar kenangan yang tak hilang.".
--inspirasi coffee

Workshop Internasional Battery Lithium, inilah acara yang akan saya kunjungi. Lokasinya berada di daerah Sentul, tepatnya di Hotel Aston, Sentul, Bogor. Kali ini saya tidak sendiri, ada sahabat saya Luqman Khoirul Huda (nama bekennya Elkaha) yang sama-sama menghadiri acara ini. Workshop ini bisa dibilang kelanjutan dari acara seminar dan pameran Indonesia Electric Motor Show yang digelar pada bulan September kemarin di Balai Kartini, Jakarta. Terkait acara itu, saya juga sudah menulisnya di postingan Mobil Listrik, Mobil Masa Depan.

Nah seperti apa cerita keseruan kami menghadiri acara itu? yuk terus simak tulisan ini.


Naik KRL Jakarta - Bogor

Untuk bisa ke kota Bogor dari kota asal kami di Madiun, maka kita harus pergi ke Jakarta terlebih dahulu. Dari Jakarta kemudian kita bisa naik KRL atau pesan Grab/Go-Car menuju ke Bogor. Kalau pakai Grab/Go-car langsung dari Jakarta ke Bogor sepertinya akan mahal sekali. Maka pilihan paling efisien yang bisa diambil adalah dengan naik KRL. Selain murah, KRL juga lebih cepat dibandingkan naik mobil. Dari stasiun Tebet Jakarta menuju ke Stasiun Bogor dengan KRL dapat ditempuh hanya dalam waktu 1,5 jam saja.

KRL Jakarta Bogor
KRL Jakarta - Bogor

Untuk bisa naik KRL, saya memanfaatkan e-money sebagai metode pembayaran. Jika tidak memiliki e-money, anda bisa membeli kartu THB atau tiket harian berjangka yang berlaku 1 hari di mesin-mesin yang sudah disediakan di stasiun. Namun agar tidak ribet dengan pembelian THB ini setiap kali menggunakan KRL, lebih baik kalau kita memiliki e-money. Apalagi sekarang e-money sudah sangat mudah didapatkan di minimarket. Selain KRL, kita bisa menggunakan e-money untuk pembayaran busway, tol dan keperluan yang lainnya.

Stasiun Bogor
Tiba di Stasiun Bogor

Akhirnya setelah sekitar 1,5 jam perjalanan, kami sampai juga di kota Bogor. Sesampainya di stasiun bogor, kami segera keluar lokasi stasiun dan memesan Grab untuk pergi ke hotel Aston Sentul (tempat workshop diadakan).


Hari Pertama di Sentul, Bogor

Teknis acara workshop tidak akan saya bahas dalam tulisan ini, karena saya lebih suka menulis hal yang berhubungan dengan pengalaman baru dan hal-hal unik lainnya yang sifatnya bukan teknis pekerjaan. Seperti botol unik yang disajikan dalam acara workshop tersebut.

botol minum dari kaca eco-green
Botol Tempat Minum Unik dari Kaca 

Acara workshop di hotel Aston, Sentul berlangsung selama 2 hari. Artinya, kami harus menginap 1 malam. Sayangnya, meski acaranya berada di hotel Aston, tetapi akomodasi penginapan belum termasuk ketika kami membayar biaya workshopnya, sehingga kami harus mencari penginapan sendiri. Setelah mencari-cari hotel yang cocok dengan budget kami, akhirnya kami memilih hotel Grand Mulya Bogor dengan alasan lokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi workshop.

Hari pertama workshop berjalan dengan cukup lancar. Sore hari sekitar jam 5, acara workshop di hari pertama selesai. Kami harus menuju hotel untuk menginap dan istirahat. Beruntungnya ada rekan kami yang kebetulan juga berkunjung di hotel Aston dan menawarkan tumpangan mobil menuju hotel. Alhamdulillah, apalagi kondisi sedang hujan deras sore itu.
Hujan Deras di Kota Bogor
Hujan Deras Mengguyur Bogor

Namun, Ada kejadian unik dan ngeselin saat menuju hotel tersebut.

Menginap di Hotel Grand Mulya Bogor

Ceritanya kami sudah memesan tiket hotel melalui Traveloka, sehingga praktis kami tinggal pergi menuju hotel tersebut dan menunjukkan bukti pembayaran ke resepsionis hotel.

Waktu itu langit sudah gelap, jarum di jam tangan menunjukkan sudah mendekati waktu Isya. Mobil kami terus bergerak menuju hotel Grand Mulya berdasar titik lokasi sesuai alamat yang tertera di bukti pembayaran Traveloka. Hujan deras masih saja mengguyur kota Bogor. Mobil kami terus menerobos lebatnya hujan.

Ketika mobil kami sudah dekat dengan lokasi hotel, naas sekali kami tersesat. Alamat yang ditunjukkan sama sekali tidak menuju ke arah hotel. Mobil kami malah menuju ke jalan yang ujungnya makin menyempit, makin gelap dan kurang meyakinkan sebagai jalan masuk menuju Hotel. Usut punya usut, ternyata terdapat ketidakcocokan antara alamat yang tertera di Traveloka dengan Google Maps. Dan ketika kami menanyakan alamat hotel tersebut ke warga setempat, ternyata mereka juga tidak tahu. Whatt...!

Setelah beberapa kali salah jalan, akhirnya kami berhasil menemukan lokasi hotelnya. Alhamdulillah. Ternyata hotelnya megah gaes!. Saya heran kenapa hotel semewah ini alamatnya susah dicari ya.

Hotel Grand Mulya Bogor
Hotel Grand Mulya Bogor
Hotel Grand Mulya Bogor
Hotel Grand Mulya Bogor

Hari Kedua, Good Bye Sentul, Bogor

Setelah menginap di Grand Mulya yang cukup mengesankan, akhirnya kami kembali ke Hotel Aston untuk melanjutkan workshop di hari kedua. Tidak seperti di hari pertama, di hari kedua ini selain acara inti, semua peserta berkesempatan untuk diajak jalan-jalan ke beberapa lokasi menarik di Bogor antara lain Istana Kepresidenan dan Bogor Botanical Garden.

Sebenarnya kami tidak terlalu tertarik dengan kunjungan itu, yang menarik bagi kami adalah lokasi Bogor Botanical Garden itu berada tidak jauh dengan Stasiun Bogor. Artinya, kita akan mendapat tumpangan gratis dari hotel Aston ke Stasiun Bogor. Nah, kita tidak perlu memesan Grab dari Hotel Aston, asyik kan? bolehlah kalian bilang kami sedikit oportunis.

Dari Bogor Botanical Garden, kami harus berjalan kaki sekitar 700 meter menuju Stasiun Bogor. Melewati jalan Kapten Muslihat, kami harus sedikit mempercepat langkah karena langit sudah mulai gelap, mendung. Langit siap memuntahkan air hujan.

Jalan Kapten Muslihat
Jalan Kapten Muslihat

Dan benar saja. Sekitar 200 meter dari stasiun Bogor, rintik hujan mulai terasa menyentuh kulit. Semakin lama semakin terasa tebal. Tidak ada pilihan lain, kami harus berlari. Tak bermaksud lebay, kecepatan lari kami rupanya berhasil mengalahkan kecepatan hujan jatuh dari langit. Kami berhasil sampai di jembatan penyebrangan sesaat sebelum ribuan rintik hujan menghantam bumi. Di stasiun Bogor ini, cerita ini kami akhiri. Selamat tinggal Bogor, si Kota Hujan. Dua hari disini, selalu diguyur hujan. Semoga suatu saat bisa berkunjung lagi, tentunya dengan pengalaman-pengalaman baru yang menyenangkan dan mengesankan. Bye.


Related Post



0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger :)

Total Pengunjung

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates