Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, api semangat untuk menulis masih tetap menyala, menarikan pena melukiskan prasasti-prasasti kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Saturday, April 6, 2019

0 Jalan-jalan ke Shenzhen, Cara Menuju Masjid Mei Lin (Masjid Shenzhen) dengan Subway

Masih melanjutkan kisah perjalanan beberapa bulan yang lalu ke Shenzhen, China. Memasuki hari ketiga, kami memiliki agenda yang cukup spesial yaitu jalan-jalan ke masjid terbesar di kota Shenzhen yaitu masjid Mei Lin. Sebenarnya kami tidak hanya sekedar jalan-jalan saja sih, tetapi hari itu kebetulan hari Jum'at, jadi kami ingin melaksanakan ibadah sholat Jum'at di masjid tersebut. Jarak antara hotel dengan masjid Mei Lin terbilang cukup jauh yakni sekitar 40 km. Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat kami untuk pergi kesana.

Sebelumnya, aku sudah membaca beberapa referensi di internet tentang bagaimana cara menuju masjid Mei Lin dengan transportasi kereta / Subway. Di youtube bahkan terdapat beberapa Vlog yang bercerita tentang bagaimana caranya naik metro menuju masjid Mei Lin. Berbekal info-info tersebut, kamipun nekat dengan naik subway kesana.

Rencana Naik Subway ke Masjid Shenzhen

Sebenarnya Rainbow menawarkan untuk mengantar kami ke masjid Mei Lin menggunakan mobil, namun aku menolaknya karena kami ingin merasakan pengalaman sendiri menjajal kereta Metro/Subway di negeri tirai bambu ini. Melihat aku bersikeras seperti itu, akhirnya Rainbow malah berbaik hati, dia menawarkan untuk menemani kami pergi naik kereta. Dalam hati, wah kebetulan juga nih karena kami juga kurang mengerti bagaimana prosedur naik kereta Subway.

stasiun Tangwei di Shenzhen
Stasiun Tangwei

Lokasi hotel tempat kami menginap memang cukup dekat dengan stasiun Subway. Dari hotel, hanya dengan berjalan 200 meter saja kami sudah sampai di stasiun Tangwei. Kalau diamati, stasiun ini seperti membelah jalan raya. Namun meski begitu, ia sama sekali tidak mengganggu lalu lintas kendaraan yang melewatinya, karena posisinya yang berada di atas (elevated).

Pintu Masuk Stasiun Tangwei di Shenzhen
Pintu Masuk Stasiun Tangwei

Kami bertiga mulai memasuki stasiun Tangwei. Suasana di stasiun tidak terlalu ramai, mungkin karena saat ini tidak pada jam sibuk. Stasiun Tangwei ini berada pada Line 11 yang menghubungkan Futian (daerah selatan kota Shenzhen) ke Bitou (daerah utara Shenzhen). Karena terlalu asyik menikmati pemandangan sekitar, agak kaget ketika Rainbow tiba-tiba memberikan kode ke kami, mengajak kami bergegas ke lokasi pembelian tiket. Kita kemudian dibawa mendekat ke beberapa mesin pembelian tiket.

Subway jalur Futian ke Bitou
Informasi Line 11, arah Futian ke Bitou

Cara Naik Kereta Subway

Rainbow dengan sigap mengajari kami bagaimana membeli tiket kereta Subway di mesin pembelian tiket. Sebenarnya caranya cukup gampang lho. Petunjuknya pada layar/monitor juga bisa kita atur dengan menggunakan bahasa Inggris. Tentukan dulu kita ingin pergi kemana, kemudian mesin secara otomatis akan menghitung berapa harga yang harus dibayar. Kemudian ketika harga sudah tertera pada monitor, kita disuruh untuk memasukkan uang ke dalam mesin tersebut dengan nilai yang sama atau lebih dari nominalnya. Jika uang kita lebih besar dari nominal yang harus dibayar, maka kita akan mendapatkan uang kembalian.

Koin Tiket Kereta Subway di Shenzhen China
Cara Membeli Tiket Subway, Dapat Koin

Setelah mendapatkan koin dari mesin loket pembelian, kami bergegas menuju ke boarding pass. Koin yang sudah kami dapatkan tadi digunakan untuk proses boarding pass ini. Masukkan koin ke dalam mesin boarding pass, maka palang pintu akan terbuka dan kita diizinkan untuk masuk ke dalam area stasiun. Ini mirip dengan sistem kartu KRL / eMoney di Jakarta, atau kartu Suica atau Pasmo di Jepang. Yaa bedanya hanya bentuk dan mekanisme pembeliannya saja.

Koin Subway Metro di Shenzhen
Koin untuk naik Subway

Di jam-jam sibuk, subway beroperasi dengan interval 5 menit sekali atau bahkan bisa kurang dari itu. Sedangkan pada jam-jam santai, subway bisa lewat setiap 10-15 menit sekali.

Setelah dari boarding pass, kami segera menuju ke tempat pemberhentian subway. Tak menunggu lama, akhirnya subway yang dinanti datang juga. Kami segera masuk, berebutan dengan orang-orang mencari tempat duduk. Sebelumnya kami sudah mempelajari peta jalur subway yang beroperasi di seluruh kota Shenzhen. Peta ini cukup mudah didapat di internet. Setelah mempelajari di malam sebelumnya, kami yakin dan paham dimana kita harus ganti line, dan rute mana yang paling cepat menuju Stasiun Mei lin, lokasi masjid terbesar di kota Shenzhen.

naik subway di shenzhen
Suasana di Dalam Subway

Tiba di Stasiun Mei Lin

Setelah sekitar 1,5 jam lamanya kami berada di dalam subway, akhirnya kami sampai juga di stasiun Mei Lin. Aku melirik jam di pergelangan tangan, rupanya sudah jam 11.45 waktu setempat. Kita harus bergegas. Namun, kita masih bingung harus keluar dari pintu yang mana. Ada pintu utara dan pintu selatan, yang mana? Kalau berdasar referensi yang kita dapat, untuk bisa mencapai masjid Shenzhen hanya perlu berjalan kaki beberapa meter saja dari stasiun Mei Lin.

Mataku mulai menyapu ke segala arah di stasiun ini. Karena dekat dengan masjid Mei Lin, harusnya kita bisa menemukan orang-orang muslim disini. Dan benar saja, banyak orang berpenampilan muslim bergerak ke satu arah yang sama. Ah, tinggal mengikuti orang-orang ini, pastinya kita akan menemukan masjid Mei Lin Shenzhen.

Exit B di stasiun Mei Lin ke Masjid Shenzhen
"Exit B", Arah Menuju Masjid Shenzhen

Kami terus mengikuti beberapa orang berpenampilan muslim di stasiun Mei Lin berjalan keluar dari stasiun. Seperti pada foto diatas, arah keluar mereka juga pada jalur "Exit B". Beberapa menit setelah keluar dari stasiun dan menyapu pandangan ke segala arah, akhirnya kami menemukan lokasi masjid Shenzhen. Subhanallah, masjidnya besar sekali.

Berjalan Mengikuti Saudara Muslim dari China

Inilah masjid Shenzhen
Penampakan Masjid Shenzhen

Waktu sudah mendekati pukul 12 siang. Kami berpamitan sebentar dengan Rainbow, dan bersepekat ia akan menunggu kami menjalankan sholat Jum'at hingga selesai. Dia akan menunggu di depan restoran tak jauh dari lokasi masjid dan akan bertemu kembali untuk makan siang bersama.

Memasuki Masjid Shenzhen

Setelah kami berpamitan sebentar dengan Rainbow, kami berjalan menuju pelataran masjid Shenzhen. Namun rasanya kok agak aneh ya, tidak terlihat banyak orang yang masuk ke masjid ini? beberapa orang berpenampilan muslim dari stasiun Mei Lin tadi juga tidak langsung masuk ke dalam masjid. Mereka malah berjalan menuju area food court yang lokasinya berada tak jauh dari masjid. Sepertinya mereka sedang mencari makan siang. Dalam batin aku berpikir, apa aku salah jadwal ya?

Kamipun mulai mendekati pintu masuk masjid. Tidak seperti masjid-masjid yang ada di tanah air, kita disini diharuskan untuk melewati pengecekan metal detector seperti yang terdapat di bandara-bandara. Wah pikirku, mungkin ini diakibatkan karena jumlah muslim disini adalah minoritas. Selain itu, stigma negatif terhadap Islam di level internasional juga masih terus berhembus. Setelah melewati pemeriksaan metal detector, kami melanjutkan langkah menyusuri tangga. Lokasi masjid berada di lantai 3.

suasana di dalam masjid shenzhen


Alhamdulillah, akhirnya kami sampai juga di ruangan masjid Shenzhen. Sangat besar dan megah. Beberapa orang terlihat melakukan sholat sunnah dan membaca Al-Qur'an. Ah, sepertinya sholat Jum'at belum dimulai. Kamipun langsung menyesuaikan diri, segera mengambil air wudhu dan kembali masuk ke dalam ruangan masjid. Larut dalam suasana khusyuk.

---END---



Related Post



0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger :)

Total Pengunjung

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates