Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, semangat untuk menulis masih meletup-letup dan terasa kian meletup menarikan pena melukiskan prasasti demi prasasti kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Wednesday, October 3, 2012

3 Bekerja, Maka Keajaiban

'Bekerja, maka keajaiban', itu adalah salah satu judul bab yang ada di dalam buku karya Salim A Fillah berjudul 'Dalam Dekapan Ukhuwah'. Entah kenapa, bab ini begitu jleb banget di hati saya. Saya merasa begitu banyak kisah di dalam kehidupan saya yang tercermin dalam bab ini. Bekerjalah, maka tunggu sampai Allah akan mendatangkan keajaiban dari arah yang tidak kita sangka-sangka. Dari arah yang tak terduga sedikitpun. Yah, begitulah yang seharusnya kita yakini. Seyakin Siti Hajar, dalam kisahnya yang penuh dengan tauladan beratus-ratus tahun yang lalu.

Kita tentu sudah tahu dan hafal kisah itu, bagaimana istri Nabi Ibrahim tersebut ditinggalkan di sebuah lembah dimana tidak ada sedikitpun tanda-tanda kehidupan disitu. Gersang dan tandus. Namun Siti Hajar yakin seyakin-yakinnya, bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan dirinya dan juga anaknya, Ismail kecil. Ketika dahaga sudah sedemikian menyergap. Ketika Ismail kecil sudah menangis karena kehausan. Siti Hajar tak lelah untuk mencari air di dua bukit, Safa dan Marwah. Asa sedikitpun tak boleh pudar. Bolak-balik beliau mendatangi dua bukit itu sebanyak 7 kali. Namun, tak jua menemukan satupun sumber mata air yang bisa menghapus dahaga beliau dan juga Ismail. Tapi begitulah cara Allah memperlakukan hamba-Nya. Allah ingin melihat usaha kita untuk menjemput rezeki. "Berusahalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman akan melihat usahamu” (Q.S. At-Taubah 9:105). Dan tentu kita sudah tahu, bagaimana akhir cerita itu.

bekerjalah, maka keajaiban
mynameisura.blogspot.com


Mari kembali saya ceritakan sebuah cerita yang cukup menarik. Bagaimana sebuah usaha yang mungkin terlihat tidak berbuah hasil, tapi saat garis batas putus asa itu sudah sedemikian dekatnya, maka disitu sebenarnya pertolongan Allah sudah semakin dekat. Adalah penjual mainan yang berkeliling di sekitar rumah kontrakan saya di Bandung beberapa waktu yang lalu. Kisah ini diceritakan oleh istri yang kebetulan sedang berlibur ke Bandung. Ketika itu, penjual mainan telah beberapa kali melewati kompleks rumah kami untuk menjajakan barang dagangannya. Istri melihat dan merasa tak satupun anak-anak tetangga yang mau membeli mainan tersebut. Tak tertarik satu orangpun. Bahkan hasil senada didapatkan ketika sudah berkali-kali penjual mainan itu melewati kompleks rumah kami. Sampai-sampai istri berpikir, 'ini penjual mainan begitu gigihnya menjajakan mainan dimana terlihat tak satupun anak-anak tetangga tertarik dengan mainan tersebut'. Dan logika sayapun berkata, kalaupun di daerah sini sudah laku, pasti penjual tersebut tak akan kembali lagi kesini.

Dan sekali lagi, memang seperti itulah Allah memperlakukan hamba-Nya. Usaha dulu, baru hasil. Dan boleh jadi, hasil itu tak terletak pada ikhtiar-ikhtiar kita. Sampai sore hari, penjual mainan masing terdengar dengan suara mainannya berkeliling disekitar rumah kami. Beberapa saat, suara mainan itu berhenti. Hening. Kembali bersuara sebentar, kemudian tak terdengar lagi, pergi. Namun tiba-tiba saja, dari arah samping rumah, terdengar kembali suara mainan itu. Tetapi kali ini suaranya aneh, tak semerdu biasanya, seperti orang yang baru belajar memainkannya. Dan benar saja, rupanya mainan tersebut sudah terbeli oleh anak tetangga rumah. Subhanallah. Begitulah sebuah usaha keras dari penjaja mainan. Dia gigih berjuang menjajakan mainan, yang mungkin secara akal tak akan terbeli lagi. Tapi Allah Maha Pembolak-balik Hati. Bekerjalah, maka tunggu keajaiban dari Allah.

Related Post



3 comments:

  1. intinya ikhtiar ya pak,
    karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti
    yang jelas, Allah akan melihat usaha kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. salah satu sahabatku memegang teguh pada prinsip "saya lebih menghargai usaha daripada hasil" sedangkan perusahaan tempat dia bekerja sangat berpatokan pada hasil, ketimbang proses atau usaha itu sendiri..

      Delete
    2. @puchsukahujan : iya betul mbak puch..

      @pelancongnekad : oh begitu ya mas. Jadi harus berusaha untuk mensinkronkan keduanya berarti.

      Delete

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger :)

Total Pengunjung

Statistik Alexa

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates