Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, semangat untuk menulis masih meletup-letup dan terasa kian meletup menarikan pena melukiskan prasasti demi prasasti kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Monday, September 3, 2012

12 Menulis dan Tanggung jawab Sosial

Iseng-iseng membuka facebook kemarin petang, tiba-tiba saja saya menemukan sebuah status dari page Fimadani yang cukup membuat saya tertarik dan menghentikan cursor untuk membaca lebih teliti. Fimadani menjelaskan bahwa ada seorang blogger dan facebooker yang musti terpaksa diamankan oleh polisi karena menyebarluaskan video yang menurutnya berbau kesyirikan. Di dalam video tersebut seperti yang dijelaskan oleh Fimadani melibatkan seorang publik figur yang cukup terkenal. Saya tidak terlalu paham dengan masalah ini, namun yang saya pahami bahwa niat yang baik terkadang tidak dibarengi dengan respon yang baik. Karena bisa saja respon negatif tersebut mucul karena mendapatkan cara pendekatan yang kurang tepat dan mungkin pada waktu yang kurang tepat pula. Untuk bisa memahami masalahnya dengan lebih dalam, silahkan kunjungi page facebook Fimadani. Dari pantauan saya pagi ini, berita tersebut masih ada di status terakhir.

Kasus diatas sangat bisa terjadi pada kita (khususnya blogger dan facebooker) jika tidak hati-hati. Selama 4 tahun menekuni aktifitas blogging, saya sadari bahwa internet menjadi sebuah lahan dakwah yang sangat potensial. Dengan berdakwah lewat internet (katakanlah blog), kita bisa mendakwahkan kebaikan Islam dengan sangat mudah. Namun memang butuh waktu yang tidak sedikit untuk membuat blog kita bisa mendapatkan pengunjung yang banyak. Meskipun menjadi lahan dakwah yang sangat potensial, tidak serta merta cara dakwah seperti ini menjadi tanpa resiko. Seluruh materi penulisan yang kita tampilkan di dalam blog, mau tidak mau akan menjadi tanggung jawab si pemilik blog. Kalau boleh saya ilustrasikan, blog ini mirip dengan sebuah medan orasi dengan dikelilingi oleh para pendengar. Ketika blog kita sudah memiliki rating yang cukup tinggi, itu layaknya kita sedang melakukan orasi terbuka di depan ratusan ribu pendengar di Gelora Bung Karno.

menulis di publik


Blogging adalah aktifitas publik, maka isi materi yang kita bawakan dengan secara kilat akan diserap publik, tentu dengan respon yang bervariasi. Ada respon positif, namun tak jarang berujung kepada debat yang tiada ujung. Tentu ini tidak pula menjadikan kita takut untuk berpendapat. Sekarang adalah jaman dimana kebebasan berpendapat dijamin oleh Undang-undang. Namun, tentu kebebasan tersebut menjadi terbatas karena kebebasan orang lain. Mungkin kita bisa mengistilahkannya sebagai kebebasan yang bertanggung jawab. Yah, seorang blogger musti memiliki tanggung jawab penuh terhadap seluruh materi yang dituliskannya. Jika ada pihak yang merasa dirugikan atas apa yang kita sampaikan di dalam materi penulisan, maka siap-siap saja dengan segala resiko yang terjadi.

Saya jadi ingat akan sebuah nasihat yang disampaikan di dalam Majalah Tarbawi beberapa waktu yang lalu. Bahwa terkadang ketika kita menasehati (meskipun itu sebuah kebenaran yang mutlak sekalipun), tertanggapi dengan rasa duri bagi orang lain. Maka ulama menghimbau kita jika terdapat sebuah kesalahan atau kekhilafan dari saudara sesama muslim, maka nasihatilah dia di dalam sunyi. Artinya tidak didepan umum. Kalau menurut saya pribadi sih, tips aman menasihati di depan publik (misalkan melalui blog) adalah dengan melakukan sindiran. Tidak menyebutkan langsung siapa objek nasihat. Dengan cara seperti ini, insyaAllah nasihat akan sampai kepada objek yang disindir, dan juga objek yang disindir tidak merasa ditelanjangi didepan umum.

menulis dan tanggung jawab sosial


Kasus seperti ini sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Ingat kasus Prita dengan forwarding emailnya kan?. Pada tulisan ini bukan berarti saya mengajak menjadi pengecut untuk memfaktakan kebenaran, tapi lebih kepada bahwa aktifitas menulis di publik itu memiliki tanggung jawab sosial yang musti kita pahami resikonya.

Salam inspirasi coffee.

Related Post



12 comments:

  1. Sangat setuju kalau tiap kali menulis harus diikuti dengan tanggungjawab yang besar atas apa yang dituliskan. Terutama dari sisi kebenarannya.
    Makanya itu, kadang saya harus bertanya pada beberapa orang, terutama kalau akan menceritakan tentang perjalanan. Tanya nama daerah, lokasi, masuk kabupaten mana, dan bla bla bla.
    Semoga saja teman-teman saya di Dompu sini tidak bosan saya tanya-tanyai teruus. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap betul mbak. Kalau perjalanannya tempat2nya ndak jelas, ntar dikiranya perjalanan fiktif lagi he he.

      Ditunggu perjalanan popcorn di seluruh wilayah Dompu-nya.

      Delete
  2. kebanyakan msh ngertinya baru sebatas kebebasa, arti tanggung jawabnya blm :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih, memang kebanyakan masih berpikir tentang kebebesan.

      Delete
  3. wah Fin, nulisku msh abal abalan, nulisnya juga msh seputar ttg alam dan isinya, krn baru itu yg sdkt kupahami, yg lain yg lbh serius misalnya belum mampu aku

    ReplyDelete
    Replies
    1. setiap orang itu adalah master di bidangnya masing-masing. Jadi mbak Ely masternya di seputar alam dan isinya :)

      Delete
  4. kalau ada pepatah yang mengatakan "berani berbuat, berani bertanggung jawab", maka "berani menulis ya harus berani bertanggung jawab juga" :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mas kamal. Berani berbuat, musti berani bertanggung jawab.

      Delete
  5. untung saya gak nulis yang serius-serius macam gitu... khawatir jangan2 nanti ada gerakan koin untuk puji juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya nulis serius bukan berarti musti mendiskreditkan orang lain. Bukannya mbak puch sering mengkritik orang-orang tuh. Mulai dari anggota DPR yang dari artis, sampai Bu menkes ngomong kondom ^_^. Tapi pejabat sih klo kerjaannya ga bener, emang pantas tuk dihujat. Lha mereka kita bayar kok.

      Delete
  6. Replies
    1. bener banget mas bian biun. Pertanggungjawaban tulisan adalah kode etik blogger.

      Delete

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger :)

Total Pengunjung

Statistik Alexa

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates