Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, semangat untuk menulis masih meletup-letup dan terasa kian meletup menarikan pena melukiskan prasasti demi prasasti kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Thursday, June 7, 2012

6 Novel Kemi #1

Sudah jelak lama saya mengagumi artikel-artikel dari ustadz Adian Husaini dalam situs resmi INSISTS (Institute for the Study Of Islamic Thought and Civilizations). Tidak banyak saya temui artikel yang memiliki kualitas dalam pemikiran keagamaan (tajdid) yang baik seperti yang ditunjukkan di INSISTS. Umat Islam sudah lama sejak berabad-abad yang lalu, ingin selalu dilemahkan oleh mereka yang memang tidak suka (ridho) dengan keberadaan Islam. Berbagai upaya dilakukan untuk menjauhkan umat muslim dari agamanya. Khusus di negara kita tercinta Indonesia, sejak penjajah Belanda datang ke bumi Nusantara, kita yakini bahwa salah satu misi mereka adalah bagaimana menjauhkan orang Islam dari Al Quran. Dibuat sedemikian rupa supaya umat Islam menjadi tidak bangga lagi dengan keislamannya. Boleh membaca Al Quran, namun diupayakan untuk tidak mengerti apa artinya. Sebuah upaya pembodohan sistematis.

Dulu saya sempat heran, kenapa letak pesantren-pesantren itu rata-rata tidak berada di tengah kota atau di tempat yang ramai penduduknya. Melainkan pesantren itu kebanyakan berlokasi di pedalaman dah bahkan ada juga yang dikelilingi sawah bahkan hutan. Para ulama dan kyai-kyai kita terdahulu sudah berpikir masak-masak bahwa salah satu cara membentengi umat dari pengaruh liberalisasi penjajah adalah membuat lembaga pendidikan keagamaan di pelosok-pelosok. Ini yang membuat misi penjajah untuk meliberalisasi agama islam menjadi kesulitan.

Di era sekarang yang sudah modern, upaya menjauhkan umat Islam dari agamanya kian dahsyat tak terbendung. Menilik dari tweetnya Felix Shiauw bahwa sejak era perang Salib, kaum pembenci islam meyakini bahwa untuk mengalahkan umat muslim dengan fisik adalah sebuah usaha yang tidak mudah. Selalu ada semangat jihad di dalam dada setiap muslimin yang maju ke medan perang. Maka kemudian mulailah upaya untuk mengalahkan kaum muslimin dengan tanpa peperangan fisik. Mereka mengupayakan kaum muslimin menjauh dari agamanya. Melancarkan perang pemikiran atau biasa disebut Ghazwul Fikri.

Dalam artikel-artikel ustadz Adian Husaini menyebutkan bahwa kondisi liberalisasi agama Islam di Indonesia sudah pada tingkat mengkhawatirkan. Liberalisasi Islam bahkan sudah masuk ke dalam kurikulum di perguruan tinggi Islam. Wacana liberalisasi semakin menyeruak ke permukaan dengan adanya gerakan Islam Liberal (tahu sendirilah apa namanya) yang sangat agresif melemparkan wacana-wacana liberal.

Untuk menjaga akidah umat, para ulama bersama-sama, bahu membahu, dan bahkan berlomba-lomba (fastabiqul khoirot) untuk membendung arus liberalisasi Islam. Adalah ustadz Adian Husaini yang mencoba memperkenalkan upaya membendung gelombang liberalisme Islam dalam sebuah novel perdananya yang unik berjudul KEMI. Ingin lebih tahu kenapa disebut unik? Tunggu postingan saya berikutnya yah! :)

Related Post



6 comments:

  1. hmm..ditunggu lo mas..
    kyknya, ini bru ulasan kulit luarnya aja..blum kliatan uniknya dmna..hehe

    ReplyDelete
  2. ternyata begitu ya, saya baru tau kalau ternyata pendirian pesantren di pelosok pun punya tujuan tersendiri
    mungkin seperti dikisahkan dalam sirah bahwa Nabi dulu disusukan pada Halimah As Sa'diyah di daerah pedesaan, yang bahasanya masih murni

    --> tujuannya hampir mirip

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup dalam novel KEMI ini dijelaskan mengapa pesantren banyak yang berlokasi di pelosok-pelosok

      Delete

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger :)

Total Pengunjung

Statistik Alexa

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates