Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, semangat untuk menulis masih meletup-letup dan terasa kian meletup menarikan pena melukiskan prasasti demi prasasti kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Thursday, September 22, 2011

0 Ragu...Lebih Baik Kita Hindari

Dulu waktu SMU, saya ingat ada yang namanya program wisata yang diadakan oleh OSIS. Program ini ditujukan kepada seluruh siswa kelas 2 yang berminat sebagai ajang refresing dan sosial bagi siswa yang sudah lelah dengan tetek bengek acara belajar mengajar. Pun tentu saja ini disambut gembira mayoritas siswa. Saat itu saya termasuk dalam barisan siswa garda terdepan yang menyambut senang acara ini. Pengurus OSIS akhirnya memberikan beberapa opsi tempat tujuan wisata. Setelah dilakukan polling kepada seluruh siswa yang berminat, akhirnya dipilihlah pulau Bali sebagai tempat tujuan wisata. Dipilihnya Bali sebagai tujuan wisata ternyata menjadi bahan diskusi yang cukup hangat oleh siswa ketika itu. Kelompok yang pro, berdalih Bali adalah wisata yang indah dan menyimpan pesona yang luar biasa. Sedangkan pihak yang kontra, tidak kalah dalam menunjukkan ketidaksetujuannya. Yang terbayang oleh pihak yang kontra, apalagi kalau tidak bule-bule yang kurang menjaga aurat serta susahnya mencari makanan halal disana. Ini tentu karena mayoritas penduduk Bali bukan merupakan komunitas muslim. Terlepas dari perdebatan yang berujung beberapa siswa yang membatalkan keikutsertaan, acara ini tetap diadakan.

Ketika berada di Bali, awalnya saya jujur.. cukup ragu dengan makanan yang disediakan oleh pemilik restauran. Ini bukan berarti saya meragukan panitia yang memilih restauran, tetapi lebih karena keraguan murni ada dalam hati saya. Tapi dengan kepercayaan saya kepada guru-guru pendamping dan panitia yang sudah lelah mempersiapkan acara, saya pun akhirnya menyantap makanan yang sudah disediakan tanpa ragu lagi. Bismillah.. dengan penuh keyakinan insyaAllah makanan yang saya makan.. halal.

Dan ceritanya kemarin tiba-tiba ada sahabat saya yang mengirimkan message menanyakan mengenai makanan tentang halal dan haramnya. Kondisi memang mengantarkan dia sulit menemukan makanan halal dengan minimnya komunitas muslim tempat dia bekerja, kecuali jika dia memasak makanan sendiri dari rumah. Tentu dalam hal ini saya harus berhati-hati dalam memberikan jawaban, toh saya bukan orang yang capable untuk menjawab ini ( bukan seorang ustadz.., kyai.. apalagi ulama ). Ah.. konco dhewe bilang tahu ya dijelaskan.. kalau ndak tahu ya bilang tidak tahu.

Diapun mulai menjelaskan mengenai kondisi makanan yang dia hendak makan. Saya cermati deretan message yang dia kirimkan, sambil sesekali mangguk-mangguk kayak burung beo. Setelah berpikir sejenak.. saya bisa menyimpulkan bahwa kondisi ini sudah berada di ranah abu-abu. Agak membingungkan memang kondisinya, saya pun sudah bersiap-siap untuk menjawabnya tidak tahu. Namun..eiit.. tunggu dulu.. sepertinya saya ingat sesuatu. Saya pernah membaca dimana gitu ( saya lupa ), bahwa perasaan kita itu, memiliki prosentase tinggi menentukan sebuah makanan itu halal atau haram. Sayapun kemudian bertanya, " Kamu ragu ndak, memakan makanan seperti ini kawan?". " Saya sih ragu fin ". Dan sayapun akhirnya mantab menjawab, " Kalau kita masih ragu memakan suatu makanan, maka berdasarkan sunnah Rasul keraguan kita itu sudah cukup menjadi alasan kita untuk meninggalkan memakan makanan seperti itu". Karena memang dalam memilih makanan itu selain halal juga harus baik (thoyib), tak hanya jelas oleh mata tapi juga harus jernih oleh hati.



Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abu Thalib r.a. berkata:
“Saya menghafal dari Rasulullah s.a.w.: Tinggalkanlah apa yang engkau ragukan dan kerjakanlah apa yang tidak engkau ragukan. Sesungguhnya jujur itu menimbulkan ketenangan dan dusta itu menimbulkan kebimbangan”
(HR At-Tirmizi)

* Seringkali kita berada di posisi yang serba abu-abu, tidak hanya soal makanan. Semoga Allah senantiasa mencerahkan mata hati kita, untuk melihat hal yang benar itu memang benar adanya dan hal yang salah itu terlihat jelas salahnya,.. yang halal itu jelas halalnya dan yang haram itu jelas haramnya

wallahualam..

Related Post



0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger :)

Total Pengunjung

Statistik Alexa

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates