Selamat datang di gubug Inspirasi Coffee. Blog ini dikelola oleh penulis sejak September 2008. Sampai sekarang, semangat untuk menulis masih meletup-letup dan terasa kian meletup menarikan pena melukiskan prasasti demi prasasti kehidupan. Hak cipta dilindungi oleh Allah Azza wa Jalla.
Selamat Membaca ^_^

Monday, March 28, 2011

2 Unik, Daniq dan Pertukaran

Assalamualaikum wr wb.


Saya menengok ke arah pergelangan tangan kiri saya, hemm ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 11.25 WIB. Hari ini hari Jumat, maka saya pun harus segera bersiap-siap berangkat ke Masjid untuk menunaikan serangkain ibadah sholat Jumat. Jarak antara kantor tempat saya bekerja dengan Masjid bisa dibilang tidak terlalu jauh, tapi juga tidak bisa dibilang dekat. Setelah sedikit merapikan meja kerja, saya pun segera bergegas melangkahkan kaki meninggalkan kantor menuju Masjid. Berjalan menyisir teras depan ruko-ruko dengan minim pohon membuat udara serasa sangat panas dan cukup lembab. Sebenarnya ada juga pohon besar tetapi tidak cukup terlalu rindang sehingga tidak cukup mampu menyejukkan udara sekitar. Sering saya bergumam dihati 'alangkah lebih sejuknya jika setiap depan ruko-ruko ini ditanami pohon-pohon yang rindang'.

Udara memang cukup panas hari ini. Bayangkan ini di Bandung!, bagaimana jika ini di Surabaya?. Pikiran inipun segera melayang mengingat kenangan 4 tahun hidup di Surabaya yang panas dan lembab. Saya pun segera mendesir dalam hati, Alhamdulillah.



Sesampainya di pelataran Masjid saya lihat sudah begitu banyak orang bersiap siap untuk memasuki Masjid. Masjid AL Murobbi begitulah nama masjid ini, sebuah masjid besar di sebelah utara kompleks Setrasari Mall Bandung. Saya pun segera mengambil air wudlu dan memasuki masjid untuk menunaikan serangkaian ibadah sholat Jumat. Kira-kira 20 menit Khotib naik mimbar memberikan khutbah-nya dan 10 menit kita bersama-sama melakukan sholat Jumat. Selesai menunaikan serangkai ibadah sholat Jumat, beberapa saat kemudian orang-orang sudah mulai meninggalkan masjid untuk kembali bertebaran di muka bumi melanjutkan kehidupannya mencari rejeki yang halal insyaAllah.

Sesaat kaki ini melangkah keluar dari masjid ada yang menarik yang tertangkap oleh mata saya. Ada pasar islam. Saya lihat beberapa penjual menggelar dagangannya di depan kompleks masjid. Hanya dengan beralaskan tikar, mereka pun dengan bersemangat menjemput rizki yang halal menjajakan dagangannya. Ada yang menjual sandal kesehatan, peci, dan berbagai buku-buku islam. Subhanallah. Sudah beberapa bulan ini memang selalu ada pasar islam disekitar kompleks masjid Al Murobbi. Bahkan seminggu yang lalu saya telah ikut bertransaksi dengan membeli sepasang sandal kesehatan. Kali ini saya cukup tertarik dengan beberapa gundukan peci yang ditawarkan oleh salah seorang penjual yang begitu ramah menawarkan barang. Saya pun mendekati gundukan peci itu sambil memilah satu persatu peci yang kira-kira cocok baik dari segi ukuran, warna maupun rajutan.

"Kalau yang ini berapa pak?" tanya saya kepada penjual sambil menunjukkan peci putih dihiasi rajutan yang cukup unik.

"Itu 14 ribu sekitar 2 daniq mas!" jawabnya sambil tersenyum.

"Baiklah saya beli yang ini pak", akhirnya saya pun setuju dengan harga yang ditawarkan.

Saya pun segera mengeluarkan dompet dari saku celana saya. Tapi tiba-tiba bapaknya berkata kepada saya.

"Bayarnya pake daniq mas!", ujar bapaknya memberi tahu saya.

Sambil mengetuk dahi saya, saya baru ingat bahwa ada cara unik di pasar islam ini dalam melakukan transaksi jual beli. Jadi pertama kita harus menukarkan uang rupiah kita dengan daniq/dirham/dinar (mata uang islam berbentuk koin) sesuai dengan harga barang yang akan kita beli. Memang disebelah penjual tersebut ada penjual satunya lagi yang khusus bertugas menukar uang islam itu dengan uang rupiah. Setelah mendapatkan uang koin islam tersebut, saya baru bisa membeli barang yang saya inginkan tadi. Jikalau uang koin islam itu memiliki selisih dengan harga yang sudah disepakati, maka oleh bapaknya akan dikembalikan dengan uang rupiah lagi. Unik bukan??

Yah memang begitulah salah satu cara bagaimana uang islam diperkenalkan kepada masyarakat luas. Uang yang mimiliki harga fisik dan nominal yang sama. Tidak terpengaruh dengan inflasi ataupun deflasi. Yah semoga negeri kita tercinta Indonesia ini segera sadar akan pentingnya melakukan transaksi keuangan dengan menggunakan uang koin islam ini. Yah semoga segera terwujud. wallahualam..

Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Related Post



2 comments:

  1. alangkah baiknya jika sistem ekonomi islam diterapkan secara masif di negeri ini. semoga ikhtiyar yang dilakukan di masjid Al-Murabbi, Salman, dan masjid2 lain bisa berbuah nantinya, amiin...

    ReplyDelete
  2. betul sekali nur.. selain ikut berpartisiapasi dalam pasar islam yang digelar diberbagai tempat, juga bisa dengan berikhtiar lewat blog untuk memperkenalkan dinar/dirham/daniq kepada masyarakat ^_^
    amiin..

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya ya sobat blogger. Terima kasih juga sudah menggunakan kalimat yang sopan serta tidak mengandung unsur SARA dan pornografi. Komentar yang tidak sesuai, mohon maaf akan dihapus tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Btw, tunggu kunjungan saya di blog anda yah.. salam blogger :)

Total Pengunjung

Statistik Alexa

 

Inspirasi Coffee Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates